特朗普被控“非法牟利”!某单一钱包持有20亿USD1稳定币

投研日志Dipublikasikan tanggal 2025-05-06Terakhir diperbarui pada 2025-05-06

Abstrak

民主党参议员沃伦撤回对GENIUS稳定币法案支持,指控其可能为特朗普家族USD1美元稳定币非法牟利。链上发现,某单一钱包持有价值20亿美元USD1稳定币。

FX168财经报社(亚太)讯 民主党9名议员意外撤回支持,拒绝通过美国总统特朗普阵营提议的《指导和建立美国稳定币国家创新法案》(GENIUS Act)。民主党参议员伊丽莎白·沃伦(Elizabeth Warren)撤回支持,指控其可能为特朗普家族USD1美元稳定币非法牟利。

CoinGape报道,特朗普计划在美国推出强有力的稳定币立法,但却引发了一系列意想不到的问题。最近的一个问题是,沃伦拒绝支持GENIUS稳定币法案。

沃伦帖文对该法案提出了质疑,担心该法案的通过将使特朗普家族旗下去中心化金融(DeFi)项目World Liberty Financial(WLFI)获得一笔不义之财。她的论点集中在WLFI与阿联酋MGX达成的最新协议上,该协议将依靠价值1美元的稳定币来完成其对币安的20亿美元投资。

WLFI发行的美元计价稳定币USD1当前发行价值达已到约21亿美元,但其主要持有者的身份仍不清楚。

据Arkham监测数据显示,一个独立钱包持有价值20亿美元的USD1,占到发行价值的约95%,暂时无法确认该钱包的持有者身份。

此前消息透露,特朗普次子埃里克(Eric Trump)表示,World Liberty Financial发行的美元计价稳定币USD1已被正式选定为阿布扎比投资机构MGX用于完成对币安20亿美元投资的官方稳定币。

今年早些时候,总部位于阿布扎比的投资公司MGX斥资20亿美元收购了币安的股份。

据上周在迪拜TOKEN 2049峰会发表的信息,特朗普家族的USD1稳定币将发行在波场(TRON)公链上。

MGX的安排使得USD1稳定币的日交易量创下历史新高,市值也随之增长。沃伦敦促参议院在众议院全体投票之前,以不当得利为由否决GENIUS稳定币法案。

沃伦表示:“特朗普家族的稳定币飙升至全球第7大,是因为与阿联酋达成了一项可疑的加密货币交易——阿联酋是一个外国政府,会给他们巨额资金。参议院本周不应该通过一项加密货币法案来助长这种腐败行为。”

由于GENIUS稳定币法案缺乏反洗钱和国家安全保护规则,10名美国参议员撤回了对该法案的支持。

特朗普政府此前曾表示乐观,认为GENIUS稳定币法案将克服所有立法障碍。据戴维·萨克斯(David Sacks)称,该法案曾于5月获得最终批准,但人们的热情已逐渐消退。

沃伦等参议员在众议院对GENIUS稳定币法案进行投票之前做出的180度大转变令特朗普政府措手不及。

然而,如果该法案未能获得通过,受打击最严重的将是特朗普支持的WLFI。据报道,WLFI正在暂停在中心化交易所上市,等待监管部门明确后再继续推进。

在USD1追赶行业先行者的过程中,这一延迟可能会损害其与全球最大美元稳定币USDT发行商Tether正面竞争的机会。

来源为FX168财经

Bacaan Terkait

Panduan Bertahan di Musim Dingin Web3: 10 Buku yang Membantu Anda Melintasi Siklus

**Panduan Bertahan di Musim Bear Web3: 10 Buku untuk Menavigasi Siklus** Dalam sejarah 17 tahun Crypto yang telah mengalami 4 siklus bull dan bear, musim bear adalah masa pembentukan ulang industri. Bagi yang ingin bertahan, ini adalah waktu untuk memperdalam pemahaman dan membangun kemampuan. Berikut 10 rekomendasi buku untuk membingkai ulang pemikiran: 1. **"2049: The Next 10000 Days" (Kevin Kelly):** Memberikan "teleskop jangka panjang" untuk melampaui kebingungan jangka pendek dan membayangkan masa depan teknologi, termasuk posisi crypto sebagai mata uang global kedua. 2. **"Human Action" (Ludwig von Mises):** Membangun kerangka filosofis tentang tindakan manusia, spekulasi, dan peran uang sebagai alat kalkulasi, memberikan ketangguhan untuk bertindak di tengah ketidakpastian. 3. **"The Nature of Technology" (W. Brian Arthur):** Menjelaskan evolusi teknologi melalui "kombinasi" modul yang ada, membantu memahami perkembangan blockchain dan crypto sebagai hasil dari penyatuan disiplin ilmu. 4. **"The Distant Savior" (Dou Tian):** Menganalisis "atribut budaya" (kuat vs. lemah) yang menentukan nasib, mengajarkan untuk tidak bergantung pada "juru selamat" tetapi pada diri sendiri dan hukum objektif. 5. **"The Sovereign Individual" (James Dale Davidson & William Rees-Mogg):** Meramalkan pergeseran kekuasaan dari negara-bangsa ke individu berdaulat yang didukung oleh teknologi seperti mata uang digital, sebuah buku "manual untuk masa depan". 6. **"Melihat ke Jepang: Panduan Bertahan di Era Resesi":** Belajar dari pengalaman Jepang tentang peluang struktural (seperti ekspansi global) yang tetap ada bahkan dalam ekonomi stagnan, relevan untuk mencari segmen yang tumbuh di bear market crypto. 7. **"The Denationalization of Money" (Friedrich Hayek):** Landasan intelektual untuk Bitcoin, menganjurkan kompetisi mata uang swasta untuk mengakhiri monopoli negara dan inflasi, memperkuat keyakinan pada eksperimen moneter crypto. 8. **"Catatan Tanya Jawab Investasi Duan Yongping":** Menekankan prinsip sederhana "lakukan hal yang benar" dan "buat daftar 'tidak dilakukan'", fokus pada aset fundamental dan membangun sistem investasi yang kokoh selama bear market. 9. **"The Balaji Prediction: Technology, Truth, and Building the Future" (Balaji Srinivasan):** Visi dari pendiri Coinbase CTO tentang crypto sebagai "transplantasi sumsum tulang" bagi industri tech, dengan prediksi berani seperti pasar prediksi sebagai media masa depan. 10. **"Selected Works of Mao Zedong":** Kumpulan metodologi tentang bagaimana kekuatan yang lebih lemah dapat bertahan dan menang melawan sistem lama, menawarkan kerangka analisis strategis untuk menghadapi tantangan dan oposisi dalam revolusi teknologi Web3. Buku-buku ini tidak membahas trading, tetapi membangun ketangguhan kognitif dan keyakinan untuk bertahan dan berkembang melintasi siklus crypto.

Foresight News12m yang lalu

Panduan Bertahan di Musim Dingin Web3: 10 Buku yang Membantu Anda Melintasi Siklus

Foresight News12m yang lalu

Siapa Pria Paling Jago Cari Uang di Dunia Crypto? Trump Raup Lebih dari 14 Miliar Dolar AS pada 2025

Menurut laporan pengungkapan keuangan tahunan 2025 Presiden AS Donald Trump yang dirilis oleh Kantor Etika Pemerintah (OGE), total pendapatan yang dapat dihitung dari aset kripto terkait Trump mencapai sekitar $14,27 miliar. Kekayaan ini terutama berasal dari posisi penerbit, bukan investasi pasif. Entitas CIC Digital LLC miliknya, yang mengoperasikan bisnis meme coin, menerima royalti sekitar $635 juta pada 2025 dari perjanjian lisensi token "Celebration Coins". Entitas lain, DT Marks Defi LLC, memperoleh pendapatan sekitar $594 juta dari penjualan token dan bagi hasil. Istri Trump, Melania, juga mendapat pendapatan $6 juta dari penjualan NFT. Laporan ini dirilis saat pasar kripto sedang bearish, menciptakan kontras mencolok. Sementara token Trump yang bernama sama turun drastis dari puncaknya, menyebabkan kerugian bagi banyak pemegang, Trump sendiri mendapat miliaran dari royalti. Hal ini memicu kritik tentang konflik kepentingan, terutama karena terjadi bersamaan dengan pembahasan undang-undang kripto AS (CLARITY Act) yang memperdebatkan larangan pejabat memegang aset kripto. Wakil Presiden JD Vance hanya mengungkapkan kepemilikan Bitcoin senilai $250.000-$500.000, yang dianggap lebih seperti investasi biasa. Inti masalahnya bukan pejabat yang memegang aset kripto, tetapi presiden yang secara langsung menjadi penerbit dan mengambil keuntungan dari industri yang dia awasi.

Foresight News41m yang lalu

Siapa Pria Paling Jago Cari Uang di Dunia Crypto? Trump Raup Lebih dari 14 Miliar Dolar AS pada 2025

Foresight News41m yang lalu

Laporan Keuangan 25 Tahun Trump: Keluarga Raup Lebih dari $10 Miliar dari Crypto, Sementara Retail Masih Rugi di $TRUMP

Laporan keuangan tahunan Donald Trump untuk 2025, yang dirilis oleh Kantor Etika Pemerintah AS, mengungkapkan bahwa bisnis cryptocurrency keluarganya menghasilkan pendapatan sekitar $12 miliar. Jumlah ini bahkan melampaui sebagian besar portofolio properti yang dibangunnya selama beberapa dekade. Pendapatan tersebut berasal dari dua sumber utama. Pertama, World Liberty Financial, sebuah proyek DeFi yang dipegang bersama dengan pengembang properti Steve Witkoff, menghasilkan lebih dari $5 miliar dari penjualan produk crypto baru seperti "token tata kelola". Kedua, CIC Digital LLC memperoleh sekitar $635 juta dalam bentuk royalti dari meme coin $TRUMP yang menampilkan wajah Trump dan diluncurkan di Solana. Sementara Trump mengunci pendapatan besar, banyak investor ritel yang membeli token-token tersebut mengalami kerugian. Harga $TRUMP anjlok dari puncaknya sekitar $74 menjadi $1,68, dan token World Liberty Financial turun 80% sejak perdagangan dimulai. Sekitar 80% pasokan $TRUMP masih dipegang oleh entitas yang terkait dengan Trump. Kesuksesan crypto ini terjadi di tengah ekspansi besar-bisnis properti Trump di dalam dan luar negeri, serta pergeseran kebijakannya yang ramah terhadap industri cryptocurrency setelah menjabat, yang membalikkan pendekatan ketat era Biden. Meski ada kekhawatiran mengenai konflik kepentingan—terutama terkait proyek properti di negara-negara seperti Vietnam, UEA, dan Arab Saudi—Gedung Putih menegaskan bahwa Trump bertindak hanya untuk kepentingan publik dan bisnisnya dikelola dalam trust oleh putra-putranya.

marsbit43m yang lalu

Laporan Keuangan 25 Tahun Trump: Keluarga Raup Lebih dari $10 Miliar dari Crypto, Sementara Retail Masih Rugi di $TRUMP

marsbit43m yang lalu

Dari 'Klastering Alamat' ke 'Standar Bukti': Mengapa Chainalysis Ingin Mendefinisikan Ulang Pelacakan Blockchain?

**Dari "Klaster Alamat" ke "Standar Bukti": Mengapa Chainalysis Mendefinisikan Ulang Pelacakan Blockchain?** Pada akhir Juni 2026, Chainalysis merilis kerangka data bernama *Blockchain Tracing Ontology*, sebuah inisiatif standar industri untuk menciptakan sistem deskripsi data yang seragam dalam analisis blockchain. Masalah utama saat ini adalah kurangnya standar interpretasi data. Teknik *address clustering* yang digunakan berbagai platform menghasilkan kesimpulan berbeda untuk alamat yang sama, menimbulkan tantangan dalam investigasi hukum, pembekuan aset, atau pencegahan pencucian uang. Pengadilan membutuhkan lebih dari sekadar label; mereka perlu memahami **alasan** di balik suatu kesimpulan. *Ontology* ini bukan algoritma baru, melainkan "bahasa umum" untuk menstandarkan cara menyajikan hasil analisis. Ia memperkenalkan konsep seperti *Wallet Segment* untuk menggambarkan struktur dompet institusional yang kompleks dengan lebih akurat daripada klaster tradisional. Perubahan kuncinya adalah pergeseran dari fokus pada "hasil yang bisa dipercaya" menjadi "proses yang bisa dipercaya". Setiap kesimpulan harus dilengkapi dengan bukti (*Evidence*) dan tingkat keyakinan (*Confidence*), menjelaskan aturan analisis, sumber data (on-chain atau off-chain), dan memungkinkan verifikasi ulang oleh pihak ketiga. Pendekatan ini terinspirasi dari kasus hukum seperti *Bitcoin Fog*, di mana metode Chainalysis diperiksa ketat di pengadilan. Chainalysis menekankan bahwa analisis on-chain tidak dapat mengidentifikasi identitas asli seseorang secara langsung; itu hanya mengungkap hubungan antar alamat dan aliran dana. Identitas sebenarnya masih memerlukan bukti off-chain seperti informasi KYC dari bursa. Dengan proposal ini, Chainalysis mendorong industri untuk beralih dari yang digerakkan oleh pengalaman ke standar. Kompetisi masa depan tidak hanya soal akurasi algoritma, tetapi lebih pada keterjelasan proses, kualitas data, dan kredibilitas bukti. Jika diadopsi secara luas, standar ini dapat meningkatkan konsistensi, mengurangi biaya komunikasi, dan mendukung penegakan hukum lintas batas serta regulasi aset digital yang lebih andal.

marsbit1j yang lalu

Dari 'Klastering Alamat' ke 'Standar Bukti': Mengapa Chainalysis Ingin Mendefinisikan Ulang Pelacakan Blockchain?

marsbit1j yang lalu

Perjalanan "Tur Konferensi" Semester Kedua 2026 Telah Dimulai! Panduan Lengkap Perjalanan Web3 Global Summit

Merangkum agenda "lari konferensi" Web3 global untuk paruh kedua 2026, artikel ini menyoroti serangkaian puncak acara di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah. Triwulan ketiga diawali dengan fokus pada Jepang di bulan Juli, menampilkan IVS Kyoto dan WebX Tokyo, bersamaan dengan Canada Crypto Week. Agustus berlangsung lebih santai dengan acara di Ho Chi Minh City (Conviction) dan Hong Kong (Bitcoin Hong Kong). September menjadi bulan paling padat, menampilkan rangkaian acara besar seperti NFT NYC di New York, ETHRome di Roma, Money20/20 Middle East di Arab Saudi, European Blockchain Convention di Barcelona, dan Korea Blockchain Week di Seoul—mencakup lima benua. Triwulan keempat menyaksikan TOKEN2049 Singapore sebagai satu-satunya edisi TOKEN2049 tahun ini pada Oktober, menyusul pembatalan edisi Dubai. November diisi oleh acara utama seperti Devcon 8 dan Bitcoin Amsterdam, sementara Desember menutup tahun dengan Blockchain Life dan Bitcoin MENA di Dubai. Artikel ini secara khusus menyajikan informasi terstruktur untuk acara triwulan ketiga dan keempat guna memudahkan perencanaan perjalanan. Foresight News juga akan terus memperbarui informasi konferensi sepanjang tahun, meliputi berbagai tema seperti blockchain umum, Ethereum, Bitcoin, Solana, NFT, dan DeFi, memberikan panduan komprehensif bagi para peserta Web3.

Foresight News1j yang lalu

Perjalanan "Tur Konferensi" Semester Kedua 2026 Telah Dimulai! Panduan Lengkap Perjalanan Web3 Global Summit

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片