Говард Лютник: «Америка готова приветствовать биткоин с распростертыми объятиями»

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-12-29Terakhir diperbarui pada 2025-04-29

Министр торговли США Говард Лютник (Howard Lutnick) заявил, что американское правительство готово к принятию биткоина, поэтому будет реализовывать смелые инициативы по развитию криптоиндустрии в стране.

Лютник рассказал, что сейчас власти работают над инициативами, позволяющими майнерам строить частные электростанции и центры обработки данных (ЦОД) вблизи месторождений природного газа. Отработанный газ можно будет использовать для получения энергии, которая будет применяться для добычи криптовалюты. Это должно снизить зависимость майнеров от традиционных электросетей и повысить энергоэффективность регионов. Майнинговым компаниям будет проще получать разрешения на работу, однако они должны понимать, какие требования им нужно соблюдать, чтобы их деятельность не нарушала закон.

Министр торговли также заявил, что биткоин — это товар, а не валюта. Он намекнул, что вскоре биткоин может быть интегрирован в официальную статистику Бюро по экономическим вопросам. Это еще больше укрепит позиции первой криптовалюты в отчетах о ВВП и торговле.

«Америка готова приветствовать биткоин с распростертыми объятиями. Экономическое значение биткоина неоспоримо. Пришло время относиться к нему соответствующим образом», — заявил Лютник.

Он дал понять, что президент США Дональд Трамп придерживается совершенно иного подхода к криптовалютам, в отличие от бывшего президента Джо Байдена. При правлении Байдена власти США враждебно относились к криптовалютному бизнесу, чего не допустит текущая администрация. По словам Лютника, «когда Америка что-то принимает, она уже не сворачивает назад».

В начале года Лютник призвал эмитентов привязанных к доллару стейблкоинов проходить обязательный аудит, чтобы предотвратить использование токенов в преступных целях. По его прогнозу, американские банки начнут хранить биткоины наравне с долларами уже через пять лет.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit50m yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit50m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手57m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手57m yang lalu

Trading

Spot
活动图片