PolyFlow 携手 Fintiv,开创下一代 PayFi 生态系统

深潮TechFlowDipublikasikan tanggal 2025-04-29Terakhir diperbarui pada 2025-04-29

Abstrak

双方将携手为多场景消费端应用提供全面金融解决方案,提升交易支付功能性,并通过去中心化经济体系加速全球金融普惠进程。


加拿大温哥华,2025年4月— 创新型区块链 PayFi 协议 PolyFlow与全球金融科技领导者 Fintiv宣布达成战略合作,共同革新加密支付基础设施,开创下一代 PayFi 解决方案。


此次合作将把 Fintiv 企业级数字钱包平台集成至 PolyFlow 的 PayFi 框架,同时,PolyFlow 在支付与 DeFi 领域的专业能力将进一步增强 Fintiv 去中心化金融服务模块。双方将携手为多场景消费端应用提供全面金融解决方案,提升交易支付功能性,并通过去中心化经济体系加速全球金融普惠进程。
PayFi代表了区块链支付的下一阶段进化,以稳定币为核心构建高效金融生态系统。通过区块链基础设施、智能合约自动化及 DeFi 融合,PayFi 打造出无国界金融市场,提供以支付为锚点的衍生金融服务,涵盖机构级借贷、算法财富管理及跨链投资产品。
该协议的成功离不开 Fintiv 全球数字货币网络等稳健的稳定币基础设施支撑。与传统 DeFi 模式不同,PayFi 将支付场景作为核心基础层,真正将加密资产从投机品转变为日常交易媒介。PolyFlow 提供核心协议层基础设施,而 Fintiv 的合规钱包解决方案则解决了用户支付“最后一公里”落地问题。
PolyFlow 创始人 Raymond Qu表示:“传统金融受限于过时系统与中心化把控,而我们与 Fintiv 的整合,将金融连接转化为开放式高速通道——即时、无国界、无许可。”
PolyFlow 致力于打造传统金融与 Web3 生态的区块链互通桥梁,作为 PayFi 基础设施,融合前沿区块链架构与现实金融应用,助推大规模应用落地。本次合作也是对中本聪比特币白皮书初心的现代实践,通过去中心化金融基础设施释放 Web3 的全部潜能。
关于 Fintiv
Fintiv 是全球领先的专利化 Web2 到 Web3 数字解决方案服务商,覆盖商户支付、跨境支付及数字资产代币化,已在 35 个国家成功部署 100 多个生态系统,并拥有全球最具价值的相关专利组合,目前管理专利数量超过 150 项。
了解更多:https://fintiv.global
关于 PolyFlow
PolyFlow 是创新型 PayFi 协议,致力于连接现实世界资产 (RWA) 与去中心化金融 (DeFi)。作为下一代金融应用基础设施,PolyFlow 融合传统支付、加密支付与 DeFi,构建合规、安全、无缝的金融网络。
了解更多:X|Telegram|Medium| DAPP| 官网

Bacaan Terkait

Ulasan Pasar Kripto Q2: Bitcoin Naik 'Hampa', Uangnya Lari ke Saham AI dan On-Chain?

**Tinjauan Pasar Kripto Q2: Bitcoin Naik 'Percuma', Uang Lari ke AI dan On-Chain?** Pasar kripto memasuki kuartal kedua 2026 dengan baik, di mana Bitcoin (BTC) sempat pulih ke level sekitar $82,000 pada April. Namun, pemulihan ini tidak bertahan. BTC akhirnya turun sekitar 11% di Q2, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 justru naik signifikan. Penurunan ini didorong oleh tiga faktor: harga minyak yang tinggi, pergeseran pandangan suku bunga Fed yang lebih hawkish, dan perputaran modal menuju saham-saham AI. Aliran dana ke pasar melemah secara signifikan. ETF spot Bitcoin mengalami arus keluar bersih sebesar $4,08 miliar, dengan Juni sebagai bulan terburuk. Perusahaan seperti Strategy memperlambat akumulasi BTC dan bahkan melakukan penjualan, merusak sentimen pasar. Selain itu, kapitalisasi pasar stablecoin menyusut sekitar $4,2 miliar, mengurangi likuiditas yang mendukung aktivitas on-chain. Volume perdagangan spot di bursa turun 28% secara quarter-to-quarter (QoQ), sementara volume futures turun 11,6%. Rasio spot/futures yang mengecil mengindikasikan peningkatan posisi derivatif, bukan permintaan spot. Hyperliquid (HYPE) menjadi pengecualian, dengan volume futures on-chain-nya terus meningkat. Total likuidasi posisi long untuk BTC dan ETH mencapai $8,35 miliar, menyebabkan deleveraging yang signifikan. Likuiditas pasar juga memburuk, terlihat dari kedalaman order book Bitcoin yang menurun. Di tengah tantangan ini, perkembangan struktural baru muncul. Aset kelas baru seperti tokenisasi saham (diperkenalkan Coinbase) dan kontrak perpetual untuk aset dunia nyata (RWA) seperti saham dan komoditas mulai berkembang di on-chain. Selain itu, pasar pinjaman on-chain dengan vault sebagai lapisan inti untuk modal institusional juga semakin matang, menandakan perluasan ekosistem di luar aset kripto tradisional.

Foresight News17m yang lalu

Ulasan Pasar Kripto Q2: Bitcoin Naik 'Hampa', Uangnya Lari ke Saham AI dan On-Chain?

Foresight News17m yang lalu

Xing Bo Kembali Beraksi: Setelah ‘Mengkritik’ World Model, Kini Giliran Agent

Tahun lalu, profesor Xing Bo mengkritik arsitektur model dunia AI. Kini, ia dan tim kembali menerbitkan makalah "Kritik terhadap Model Agen", mempertanyakan apakah sistem yang saat ini disebut "agen" benar-benar memiliki kemampuan otonomi. Makalah membedakan dua jenis: sistem **agentic** (hanya tampak seperti agen, mengandalkan alur kerja eksternal) dan **agentive** (memiliki otonomi internal sejati). Sebagai contoh, insiden perusahaan PocketOS—di mana asisten AI menghapus basis data produksi—menunjukkan bahwa mengetahui aturan tidak sama dengan menginternalisasi dan mematuhinya. Kritik difokuskan pada lima aspek utama desain agen saat ini: 1. **Tujuan:** Dari instruksi langkah-demi-langkah menuju dekomposisi hierarkis tujuan jangka panjang. 2. **Identitas:** Dari identitas statis dalam "prompt sistem" menuju evaluasi diri yang berkembang berdasarkan pengalaman. 3. **Pengambilan Keputusan:** Dari Chain-of-Thought menuju penalaran berbasis **model dunia** untuk mensimulasikan konsekuensi tindakan. 4. **Alokasi Sumber Daya Kognitif:** Perlunya **modul meta-kognitif** (Sistem III) yang secara mandiri memutuskan kapan harus merencanakan secara mendalam atau bertindak cepat. 5. **Pembelajaran:** Dari pelatihan tetap menuju **pembelajaran mandiri yang berkelanjutan**, menggabungkan latihan di simulator dengan kalibrasi di dunia nyata. Berdasarkan analisis ini, tim mengusulkan arsitektur **GIC (Goal-Identity-Configurator)** yang mengintegrasikan enam komponen: encoder kepercayaan, dekomposer tujuan, evolusi identitas, konfigurator (Sistem III), perencana simulasi (Sistem II), dan pelaksana (Sistem I). Arsitektur ini menekankan pelatihan bertahap—seperti pilot—dari simulator ke dunia nyata, dengan keamanan yang dapat diaudit karena modul-modulnya eksplisit. Kesimpulannya, makalah ini menyerukan standar yang lebih ketat untuk istilah "agen". Otonomi sejati bukan tentang menyelesaikan tugas kompleks, tetapi tentang menginternalisasi tujuan, identitas, dan penilaian ke dalam struktur keputusan sistem itu sendiri.

marsbit57m yang lalu

Xing Bo Kembali Beraksi: Setelah ‘Mengkritik’ World Model, Kini Giliran Agent

marsbit57m yang lalu

Collector Crypt Bagaimana "Pembelian Kembali Berputar" Menciptakan Ilusi Pertumbuhan

**Ringkasan Artikel: Bagaimana Collector Crypt Menciptakan Ilusi Pertumbuhan dengan "Buyback Berulang"** Data menunjukkan bahwa pertumbuhan GMV Collector Crypt (CC) yang pesat terutama didorong oleh paket kartu bernilai tinggi ($250, $1.000, $2.500), yang memiliki tingkat retensi platform per dolar yang lebih rendah dibanding paket murah. Paket $2.500 "Mythic" menyumbang 36,7% GMV Juni hanya dalam 13 hari. Pertumbuhan ini didukung oleh sejumlah kecil pengguna dengan dompet besar dan frekuensi tinggi, bukan perluasan basis pengguna yang luas. Tingkat laba bersih CC turun dari 11,2% (Q3 2025) menjadi 5,6% (Q2 2026), meski GMV naik 4,7 kali. Penebusan kartu fisik menguras 41,6% dari pendapatan bersih pra-pembakaran Mei, menciptakan kebutuhan untuk mengisi ulang inventaris. Pada Juni, hanya 75 dari ~6.000 dompet yang melakukan penebusan fisik, dengan empat pengguna teratas menyumbang 47,1% dari total kartu yang ditebus pengguna. Model ekonomi CC rentan. Jika dua dari tiga tekanan berikut terjadi bersamaan, modelnya bisa menjadi negatif: biaya penggantian inventaris mendekati harga pasar, tingkat penebusan melebihi 9%, dan tingkat buyback paket tinggi tetap sekitar 93%. Pendapatan mitra kumulatif hanya $1,83 juta, sebagian besar terkait Moonbirds. Strategi API dan distribusi B2B belum membuktikan dapat menghasilkan pendapatan berulang yang ringan inventarisnya, karena integrasi yang terverifikasi masih sangat bergantung pada CC untuk penyediaan kartu, penyimpanan, pemenuhan, dan layanan buyback. Pertumbuhan CC saat ini bergantung pada siklus modal berulang oleh pengguna besar, bukan kedalaman pasar kolektor yang sebenarnya. Untuk berkelanjutan, CC perlu membuktikan partisipasi kolektor yang lebih luas, perdagangan sekunder yang lebih dalam, dan nilai kepemilikan on-chain, serta menghasilkan GMV tambahan tanpa terus menekan margin atau beban inventaris.

Foresight News1j yang lalu

Collector Crypt Bagaimana "Pembelian Kembali Berputar" Menciptakan Ilusi Pertumbuhan

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片