Разногласия в кабинете Трампа обострили путаницу вокруг торговых переговоров с Китаем

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-12-28Terakhir diperbarui pada 2025-04-28

В Белом доме всё накаляется на этой неделе из-за торговых переговоров с Китаем. Проблема в том, что ключевые люди Трампа не могут разобраться, идут ли на самом деле эти переговоры. Сам Трамп уже не первый день говорит, что обсуждения в полном разгаре, и что он якобы говорил с Си Цзиньпином. Но китайцы тут же отреклись, сказав, что никакие разговоры не ведутся. И вот эта путаница в заявлениях порождает новые вопросы: насколько вообще эти переговоры могут куда-то двигаться?

Даже внутри Белого дома каждый рассказывает своё. Например, министр финансов США Скотт Бессент на днях в интервью заявил, что встречался с китайцами, но на самом деле не касался вопроса тарифов, а говорил о чём-то более абстрактном. А вот секретарь по сельскому хозяйству Брук Роллинс в интервью заявляет, что с Китаем ведутся постоянные переговоры и «обсуждают всё подряд».

Эти несостыковки внутри команды Трампа только разжигают недовольство и заставляют людей сомневаться в реальности прогресса. Бессент сам сказал, что достижение соглашения с Китаем – это борьба в долгую. Но при этом отметил, что простое прекращение повышения тарифов можно организовать довольно быстро.

Пока американцы не могут решить, как двигаться дальше, Китай не сидит сложа руки. Они вовсю вводят меры поддержки для бизнеса, который страдает от этих торговых войн. На днях прошёл важный съезд Политбюро, где китайские лидеры заявили, что сделают всё возможное, чтобы помочь бизнесу в условиях внешней экономической нестабильности.

А пока в мировых рынках царит нервозность, ведь последствия этих тарифов уже бьют по экономике. Например, Вейкфилдская компания Wall Street снизила прогноз по росту китайского ВВП из-за новых тарифов. Китай, в свою очередь, нацелен на 5% роста в этом году и готов идти на более агрессивные финансовые шаги, если ситуация не улучшится.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit50m yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit50m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手57m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手57m yang lalu

Trading

Spot
活动图片