Правительство РФ предложило ввести уголовную ответственность для дропов

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-12-28Terakhir diperbarui pada 2025-04-28

Что произошло? Правительство РФ подготовило поправки о введении уголовной ответственности для дропов. Так, оформление и передача своих банковских карт, цифровых кошельков наличных мошенникам за вознаграждение или под влиянием злоумышленников грозит заключением на срок до шести лет и штрафом до 1 млн рублей.

Материал Ведомостей

Что еще известно? Инициатива предполагает внесение поправок в ст. 187 Уголовного кодекса «Неправомерный оборот средств платежей». 28 апреля Комиссия Правительства по законопроектной деятельности рассмотрит поправки для их последующего внесения в Госдуму.

Авторы инициативы уточняют, что деятельность дропов затрудняет отслеживание преступных средств. Представитель аппарата вице-премьера Дмитрия Григоренко уточнил, что поправки позволят создать серьезные препятствия для вывода мошенниками украденных средств, а уголовная ответственность сократит количество желающих поучаствовать в преступных схемах за вознаграждение.

Так, за передачу личной банковской карты с целью получения вознаграждения грозит штраф от 100 000 до 300 000 рублей или в размере дохода от трех месяцев до года, обязательные работы до 480 часов, исправительные работы до двух лет или ограничение свободы до двух лет.

Если участник схемы не был клиентом банка, но оформил карту специально с целью передачи мошенникам, наказание более строгое: штраф от 300 000 до 1 млн рублей, принудительные работы до четырех лет, лишение свободы на срок до шести лет с возможным штрафом от 10 000 до 500 000 рублей или в размере дохода за период от года до двух лет.

Те, кто используют чужие банковские карты или электронные кошельки, могут столкнуться с наказанием в виде принудительных работ до пяти лет и возможным штрафом от 300 000 до 1 млн рублей, либо лишением свободы до шести лет, возможным аналогичным штрафом и ограничением свободы до двух лет.

В марте глава ЦБ Эльвира Набиуллина допустила возможность введения ограничений количества банковских карт на человека с целью борьбы с дропами.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit53m yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit53m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片