Crypto.com запускает кредитную карту в США вместе с Bread Financial

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-12-28Terakhir diperbarui pada 2025-04-28

Оформить новую кредитную карту от Crypto.com теперь можно прямо через приложение, весь процесс занимает всего пару минут.

После одобрения карту сразу добавляют в цифровой кошелёк, а за покупки можно получить токены CRO.

Многоуровневая система бонусов

Программа карт разделена на несколько уровней, от Midnight Blue до Obsidian. Каждый уровень предлагает разные условия начисления токенов CRO и дополнительные бонусы.

Для некоторых карт в течение первых 12 месяцев после оформления будут действовать повышенные ставки начисления CRO. Уровни повыше также дают возможность вернуть часть затрат на подписки вроде Spotify и Netflix через программу Crypto.com Level Up, которая поощряет активное использование карты и лояльность клиентов.

Карта полностью интегрируется с экосистемой Crypto.com. Награды в CRO сразу поступают в криптокошелёк пользователя прямо в приложении. CRO можно обменять на другие криптовалюты, застейкать или потратить на покупку NFT.

«Даже новички могут воспользоваться прозрачной системой бонусов этой карты. Это отличный способ начать с малого, зарабатывать стабильно и постепенно увеличивать свои криптоактивы», — говорит Вэл Грир, исполнительный вице-президент Bread Financial.

Кредитные карты и крипта

Криптовалюты постепенно становятся частью повседневной жизни. По данным Insider Intelligence, к 2025 году более 75 млн американцев будут пользоваться ими каждый день.

Пользователи Crypto.com могут выбрать один из пяти уровней карт Visa Signature и семь вариантов дизайна, а также кешбэк от 1,5% до 5% с каждой покупки, без ограничений по сумме. Бонусы начисляются в токенах CRO.

Пять уровней карт Visa Signature. Источник: Crypto.com

«Bread Financial — отличный технологический партнёр. Вместе мы делаем оплату покупок удобнее и даём пользователям больше возможностей распоряжаться своими деньгами», — Джо Анзурес, генеральный менеджер по Америке в Crypto.com.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit53m yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit53m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片