全球货币流动新标准?速览Circle跨境支付网络CPN

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2025-04-23Terakhir diperbarui pada 2025-04-23

Abstrak

Circle打破过时的银行业务模式,提供稳定币驱动的实时全球支付替代方案。

综编:Felix, PANews

USDC 稳定币发行商 Circle 于 4 月 21 日表示,预计于 5 月份推出由稳定币驱动的跨境支付网络 Circle Payments Network (CPN) 。

CPN 旨在通过利用 USDC、EURC 等稳定币和其他受监管的数字货币在银行、支付提供商、虚拟资产服务提供商和数字钱包等参与者之间进行全天候实时结算,实现更快、更低成本的国际汇款。

此次发布代表着 Circle 角色的战略扩展,从稳定币发行商转变为大规模转移这些资产的基础设施提供商。

搭建框架,消除障碍

据世界银行(World Bank)数据显示,目前跨境支付的结算时间仍可能超过一个工作日,成本超过 6% ,对新兴市场造成了一定影响,限制了全球竞争力。

尽管稳定币长期以来一直有望成为互联网支付和资金流动的新基础,但目前稳定币在主流支付中的采用仍存在许多障碍。这些障碍包括用户入门挑战、模糊的合规要求、技术复杂性以及对数字现金安全存储的担忧。

CPN 旨在消除这些障碍。通过将金融机构整合到一个合规、无缝且可编程的框架中,以协调法币、USDC 和其他支付稳定币的全球支付。这些金融机构的企业和个人客户可以享受比传统支付系统更快、更低的支付体验。参与该网络的金融机构必须满足严格的资格标准,包括许可、AML/CFT 合规性、财务风险管理和网络安全协议。

愿景与用例

全球货币流动新标准?速览Circle跨境支付网络CPN

借助 CPN,Circle 正构建一个全新的平台和网络生态系统,为企业、金融机构和个人提供广泛的跨境资金流动用例,包括供应商付款、汇款、工资单、资本市场结算、内部资金运营以及链上金融应用。其中:

企业

进口商、出口商、商户和大型企业可以利用支持 CPN 的金融机构消除重大成本和摩擦,强化全球供应链,优化资金运营,并减少对成本高昂的借入营运资金的依赖。

个人

汇款人和收款人、内容创作者以及其他倾向于发送或接收小额支付的个人将实现更多价值,使用 CPN 的金融机构将能更快、更低成本、更简化地提供这些改进的服务。

建设者

银行、支付公司和其他提供商可以利用 CPN 的平台服务开发创新的支付用例,利用稳定币、SDK 和智能合约的可编程性,构建生态系统。第三方开发者和企业可以引入增值服务,进一步扩展网络功能。

此外,CPN 由智能合约基础设施和模块化 API 提供支持,使第三方开发者能够直接在 CPN 上构建高级模块、应用服务和自动化财务工作流。

与此同时,为确保 CPN 的构建符合高标准的信任度和运营诚信度,桑坦德银行、德意志银行、法国兴业银行和渣打银行正以顾问身份,为该网络的设计提供咨询。

CPN 也已有 20 多家设计合作伙伴,包括 Alfred Pay、BCB Group、BVNK、CoinMENA 等。这表明该平台将重点关注在新兴市场和大宗汇款渠道运营的机构。

瞄准支付巨头

随着稳定币在全球范围内日益普及,监管框架也开始趋于统一,Circle 看到了实现全球货币流通现代化的机会。

Circle 的新平台旨在与 Visa 和 Mastercard 等老牌支付平台展开直接竞争。尽管 Circle 的影响力和监管力度不断增强,但 USDC 的市场份额仍落后于竞争对手 Tether (USDT)。

截至 2025 年第二季度,USDC 的市值为 601.7 亿美元,而 USDT 的市值为 1440.5 亿美元。尽管如此,Circle 仍致力于提升透明度、合规性和功能性,以缩小差距。

此外值得一提的是,Circle 并不是首家试图彻底改变跨境支付或取代 SWIFT 的公司,但目前还没有一家成功。Circle 未来能否打破魔咒,值得期待。

Bacaan Terkait

CIO Bitwsie: Penurunan Tajam STRC Adalah Sinyal Pasar Tumbuh, Bull Market Akan Dimulai Pada Musim Gugur

Artikel ini membahas penurunan drastis harga Bitcoin di bawah $60.000, yang dipicu oleh gejolak pada saham preferen STRATOS (STRC) dari perusahaan MicroStrategy. Penulis, Matt Hougan (CIO Bitwise), menjelaskan bahwa STRC adalah produk yang dirancang untuk memberikan dividen tinggi dan stabil pada harga $100. Namun, kekhawatiran atas kemampuan MicroStrategy membayar dividen saat harga Bitcoin turun menyebabkan STRC anjlok ke $75. MicroStrategy kemudian mengumumkan kerangka kerja baru: mereka mungkin menjual sebagian Bitcoin untuk membayar dividen, membiarkan harga STRC mengambang bebas, dan berpotensi membelinya kembali di pasar sekunder. Ini menandai perubahan peran perusahaan dari pembeli Bitcoin satu arah menjadi entitas yang akan membeli dan menjual secara dinamis berdasarkan kondisi pasar. Hougan berpendapat bahwa fluktuasi STRC mencerminkan fase akhir siklus pasar, di mana leverage berlebihan sedang dibersihkan. Dia meyakini bahwa lembaga keuangan global (bank, dana pensiun, dana kekayaan negara) akan menjadi pembeli utama Bitcoin berikutnya, menggantikan MicroStrategy. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun proses deleveraging ini menyakitkan, ini adalah tanda bahwa dasar pasar sedang terbentuk. Beberapa sinyal mendekati dasar termasuk harga MSTR diperdagangkan di bawah nilai aset bersih (NAV), indeks Fear & Greed yang sangat rendah, dan tingkat pendanaan futures Bitcoin yang negatif. Hougan percaya dasar pasar sudah dekat dan bull run baru kemungkinan akan dimulai pada musim gugur tahun ini.

Foresight News15m yang lalu

CIO Bitwsie: Penurunan Tajam STRC Adalah Sinyal Pasar Tumbuh, Bull Market Akan Dimulai Pada Musim Gugur

Foresight News15m yang lalu

Pendiri ENS Ingin 'Merebut Kekuasaan' dari Tangan DAO

Pada 29 Juni, proposal perpanjangan kewenangan veto Komite Keamanan ENS DAO selama dua tahun memasuki tahap voting on-chain. Pendiri ENS, Nick Johnson, menggunakan kepemilikan ENS-nya yang besar untuk memberikan suara menentang, meningkatkan suara penolakan menjadi 3,55 juta. Komite Keamanan, dibentuk Juli 2024 dengan kewenangan veto 4/8, bertujuan melindungi perbendaharaan DAO sebesar $350 juta dari proposal berbahaya. Tindakan Nick Johnson ini dipandang sebagai langkah awal dalam upayanya mereformasi tata kelola ENS DAO. Pada November 2025, ia menyatakan keprihatinan bahwa DAO penuh dengan politik internal, menyebabkan orang-orang berkompetensi pergi. Sebelumnya, pada 19 Juni, COO ENS Katherine Wu mengajukan proposal untuk memperkuat Yayasan ENS, menyerahkan pengelolaan operasional sehari-hari dan perbendaharaan kepada yayasan yang direstrukturisasi, sementara DAO mempertahankan kekuasaan inti seperti upgrade protokol. Proposal ini menuai kontroversi, terutama terkait kontrol atas perbendaharaan. Nick menjelaskan bahwa penolakannya terhadap perpanjangan komite didasari kekhawatiran kurangnya checks and balances, serta potensi penyalahgunaan veto untuk tujuan politik. Menanggapi hal ini, Katherine mengajukan proposal revisi yang meningkatkan ambang eksekusi veto dari 4/8 menjadi 5/8 dan menambahkan mekanisme pembatasan. Langkah ini terjadi di tengah penurunan pendapatan ENS, dari lebih dari $10 juta (2023) menjadi kurang dari $2 juta (2025). Dengan kepemilikan token yang signifikan, Nick memiliki kemampuan untuk mendorong perubahan. Tekanannya kini adalah memastikan yayasan baru berkinerja lebih baik daripada tata kelola DAO sebelumnya.

Foresight News45m yang lalu

Pendiri ENS Ingin 'Merebut Kekuasaan' dari Tangan DAO

Foresight News45m yang lalu

Memprediksi Babak Gugur Piala Dunia, Seberapa Besar Perbedaan Level AI?

**Ringkasan: Prediksi Piala Dunia oleh AI, Seberapa Akuratkah Mereka?** Odaily Planet Daily menguji akurasi prediksi berbagai model AI (ChatGPT, Grok, Qwen, DeepSeek, Gemini, Claude) untuk babak knockout Piala Dunia dengan membandingkannya dengan hasil aktual. **DeepSeek dan Gemini** menonjol dengan prediksi brilian mereka untuk pertandingan Belanda vs Maroko. Keduanya tidak hanya meramal hasil seri 1-1 di waktu normal, tetapi juga memprediksi kemenangan Maroko melalui adu penalti, yang ternyata sangat akurat. **Grok dan Qwen** menunjukkan konsistensi dalam memprediksi skor tepat untuk pertandingan dengan tim favorit yang jelas, seperti Kanada 1-0 atas Afrika Selatan dan Brasil 2-1 atas Jepang. Mereka pandai memperkirakan seberapa sulit tim unggul akan menang. **ChatGPT** lebih kuat dalam menganalisis dinamika dan kesulitan pertandingan. Misalnya, ia memperkirakan Jepang dan Pantai Gading akan memberikan perlawanan sengit meski kalah, yang terbukti benar. Namun, ChatGPT cenderung ragu untuk memprediksi kejutan besar. Kegagalan kolektif terjadi pada pertandingan Jerman vs Paraguay. Semua model AI meramalkan kemenangan mudah Jerman, tetapi Paraguay berhasil membawa pertandingan ke adu penalti dan mengeliminasi Jerman. **Kesimpulan:** Setiap model AI memiliki keunggulannya masing-masing. DeepSeek dan Gemini paling berani dan akurat dalam memprediksi kejutan. Grok dan Qwen stabil untuk prediksi skor pada pertandingan favorit. ChatGPT unggul dalam analisis proses pertandingan. Pemilihan model bergantung pada kebutuhan: apakah untuk prediksi skor/kejutan atau untuk memahami alur pertandingan.

Odaily星球日报1j yang lalu

Memprediksi Babak Gugur Piala Dunia, Seberapa Besar Perbedaan Level AI?

Odaily星球日报1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片