Баффетт не торопится: когда «Оракул из Омахи» снова войдет в игру?

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-12-14Terakhir diperbarui pada 2025-04-14

Уоррен Баффетт, генеральный директор Berkshire Hathaway и, по сути, главный ветеран в игре на бирже, нынче не спешит раскидываться деньгами. А между тем, у него в закромах валяется ничем не занятых $334 миллиарда. И если верить прошлому опыту, то этот мешок средств он не пустит в ход, пока ФРС не вмешается и не подбросит рынку костыль.

Тот, кого зовут «Оракулом из Омахи«, в этом году вообще не лез в крупные сделки. Хотя рынок, казалось бы, еще недавно прямо кричал, что сейчас лучшая возможность.

И хотя Уоррен не из тех, кто таймит рынок, его прошлогодние решения теперь смотрятся особенно профессионально. Он скинул акции Apple и Bank of America — свои ключевые позиции — как раз перед тем, как рынок просел по полной программе.

Сейчас, когда индекс S&P 500 упал уже более чем на 20% от своих хаев — что технически зовется «медвежьим рынком» — Уоррен всё ещё не в деле.

Пока другие пытались заскочить в хайповый тех-ралли или делали ставку на стабильность процентных ставок, Баффетт вышел в фиат и не спешит покупать обратно. И теперь, когда Nasdaq улетел вниз на 10% всего за пару сессий, а Dow просел более чем на 1,500 пунктов два дня подряд — подушка из Berkshire выглядит особенно бодро.

Это, к слову, уже привычный почерк Баффетта. В 2021 году, когда ковид ударил по мировой экономике, у него тоже был запас прочности. Но он не ничего не делал. Ждал хода от Джерома Пауэлла и ФРС.

«Мы могли бы закинуть на рынок $50 или даже $75 миллиардов, и почти закинули… но дождались, когда ФРС включит режим «панцирь». Это изменило всю игру», — сказал Баффетт на собрании акционеров в 2021.

Вместо того чтобы скупать сторонние компании во время ковида, он занялся байбэком: Berkshire отхватила собственные акции на $24,7 млрд в 2020 и ещё $27 млрд в 2021.

«Мы не можем купить чужие компании так же дёшево, как можем купить самих себя», — заявил он тогда.

Эти байбэки стали самыми крупными в истории фирмы.

Единственный раз, когда Баффетт начал быстро откупать рынок, — это был кризис 2008 года. Ипотечный пузырь лопнул, система дымилась, и тогда Уоррен сделал свой ход: $5 миллиардов в Goldman Sachs после краха Lehman Brothers, ещё 5 ярдов в Bank of America и подстраховал General Electric.

Но и тогда, говорит он, это была не показуха.

«Мы не пытались послать сигнал миру. Просто сделки были вкусные. Никто другой не лез — и мы залезли», — рассказывал Баффетт в 2020.

Он мог провернуть это только потому, что у него были деньги под рукой и он мог двинуться в моменте, без лишних движений и сбора согласований.

«Когда рынок в аховой турбулентности, а кому-то срочно нужны миллиарды — если ты хочешь играть, ты должен быть готов скинуть эту сумму за пару часов», — вспоминал он в 2009.

Сегодня, когда рынок снова далеко не в лучшей форме — отчасти благодаря хаотичной экономической политике Трампа — Баффетт пока не делает хода. И это молчание — это не про тайминг. Это про терпеливую охоту на момент, когда ФРС снова включится в игру.

Bacaan Terkait

JP Morgan Menilai Kebijakan Penjualan Bitcoin Strategy Sebagai 'Risiko Dua Arah' – Detailnya!

Selama ini, Model bisnis MicroStrategy selalu jelas: mengumpulkan modal melalui utang dan penawaran ekuitas, lalu menggunakan uangnya untuk membeli Bitcoin (BTC) tambahan, sehingga mengunci pasokan yang beredar. Namun, kebijakan barunya telah mengubah dinamika ini. MicroStrategy kini secara resmi mengizinkan dirinya untuk menjual Bitcoin dalam jumlah terbatas guna membayar dividen saham preferen atau komitmen keuangan lainnya. Meskipun perusahaan memiliki cadangan tunai sekitar $2,55 miliar—yang mencakup sekitar 17 bulan biaya dividen dan bunga—analis JP Morgan berpendapat bahwa ini masih belum cukup. Mereka menyarankan perlunya cakupan 24-36 bulan untuk benar-benar menghilangkan kekhawatiran tentang penjualan Bitcoin di masa depan. Masalah mendasarnya, menurut JP Morgan, adalah munculnya "risiko dua arah". Dulu, MicroStrategy hampir secara eksklusif berperan sebagai pembeli Bitcoin. Sekarang, di bawah kerangka baru, perusahaan bisa beralih antara membeli dan menjual tergantung pada kebutuhan kasnya. Hal ini menciptakan ketidakpastian di pasar, karena MicroStrategy tidak lagi dijamin akan terus mengeluarkan Bitcoin dari pasar; malah bisa menjadi sumber pasokan jika membutuhkan uang. Perubahan ini terjadi di saat yang menantang, ketika ETF Bitcoin Spot AS mengalami penarikan bersih dan harga Bitcoin sedang berjuang. Meskipun kapasitas penjualan resmi sebesar $1,25 miliar hanya bagian kecil dari total kepemilikan Bitcoin MicroStrategy (847.363 BTC), dampak psikologisnya di pasar bisa jauh lebih besar daripada volume penjualannya. Harapan saat ini terletak pada disetujuinya CLARITY Act, yang berpotensi memulihkan integritas pasar dan harga Bitcoin, sekaligus memperbaiki suasana di sekitar MicroStrategy.

ambcrypto10m yang lalu

JP Morgan Menilai Kebijakan Penjualan Bitcoin Strategy Sebagai 'Risiko Dua Arah' – Detailnya!

ambcrypto10m yang lalu

Stablecoin Adalah 'Kaum Loyalis' Dunia Kripto: Open USD Membuat Sistem Moneter Lama Turun Langsung

**Ringkasan: Stablecoin Adalah "Pro-Kerajaan" dalam Dunia Kripto: Open USD Menarik Sistem Moneter Lama Turun Langsung** Munculnya Open USD, stablecoin dolar yang didukung oleh aliansi lebih dari 140 institusi seperti Visa, Mastercard, BlackRock, Google, dan Coinbase, menandai pergeseran persaingan stablecoin. Menurut cendekiawan Hu Yilin, ini bukan sekadar persaingan produk, melainkan perebutan infrastruktur dasar yang melibatkan keuangan tradisional, jaringan pembayaran, dan ekosistem blockchain. Hu Yilin berargumen bahwa stablecoin bukanlah "kaum moderat" dalam revolusi kripto, melainkan lebih mirip "reformis pro-kerajaan" di dalam sistem moneter lama. Mereka mengadopsi efisiensi blockchain namun tetap mempertahankan posisi sentral dolar AS dan Federal Reserve. Dengan demikian, stablecoin seperti Open USD tidak menantang hegemoni dolar, melainkan memperkuatnya dengan "paket peningkatan blockchain", menjadikan sistem dolar lebih efisien dan global. Dengan keterlibatan langsung raksasa keuangan tradisional, narasi awal stablecoin tentang mendisrupsi sistem lama menjadi bermasalah. Jika misinya hanya meningkatkan efisiensi, maka ketika sistem lama mengadopsi stablecoin sendiri, proyek asli kripto seperti Circle (penerbit USDC) kehilangan keunggulan revolusionernya. Hu Yilin membedakan antara jalur "moderat" seperti Michael Saylor (yang mempertahankan inti revolusioner "bitcoin standard") dan jalur "pro-kerajaan" stablecoin. Ia menegaskan bahwa revolusi kripto sejati, seperti revolusi Copernican dalam astronomi, memerlukan pergeseran paradigma mendasar: keyakinan bahwa tatanan moneter dan aktivitas ekonomi pasar tidak memerlukan bank sentral sebagai pusat tetap. Sementara stablecoin berguna sebagai alat transisi, jika dunia *on-chain* akhirnya tetap menggunakan dolar sebagai patokan, maka "revolusi blockchain" hanyalah alat tambahan (*add-on*) untuk sistem dolar.

marsbit3j yang lalu

Stablecoin Adalah 'Kaum Loyalis' Dunia Kripto: Open USD Membuat Sistem Moneter Lama Turun Langsung

marsbit3j yang lalu

Stablecoin Adalah 'Pihak Pro-Kerajaan' di Dunia Kripto: Open USD Membuat Sistem Moneter Lama Turun Tangan Sendiri

Stabil Open USD muncul, persaingan stablecoin berkembang dari perebutan pasar oleh startup kripto menjadi perang infrastruktur yang melibatkan keuangan tradisional, jaringan pembayaran, platform teknologi, dan ekosistem blockchain. Menurut cendekiawan Hu Yilin, stablecoin bukanlah "faksi moderat" dalam revolusi kripto, melainkan lebih seperti "reformis loyalis" di dalam sistem moneter lama: warisi efisiensi blockchain, tetapi pertahankan status sentral dolar AS dan Federal Reserve. Open USD, diluncurkan oleh 140+ lembaga seperti Visa, Stripe, BlackRock, dan Google, mewakili pergeseran signifikan. Alih-alih menantang hegemoni dolar, stablecoin seperti ini justru memperkuat dan membuat sistem dolar lebih efisien dengan teknologi blockchain. Hu Yilin mengibaratkannya dengan sistem Tychonic dalam revolusi Copernican—mengadopsi keunggulan teknis baru tetapi menolak inti revolusi dengan menjaga "Bumi (dolar)" tetap tak bergerak di pusat. Hal ini menciptakan dilema bagi perusahaan stablecoin asli seperti Circle (penerbit USDC). Jika misi mereka hanya meningkatkan efisiensi sistem lama, maka ketika raksasa tradisional seperti Visa meluncurkan stablecoin mereka sendiri, pembenaran revolusioner perusahaan asli memudar. Untuk tetap relevan, inovator kripto perlu mempertahankan elemen "pembangkangan" yang sejati, seperti menjunjung standard kripto asli (seperti Bitcoin), desentralisasi, atau resistensi sensor. Kesuksesan stablecoin berbasis dolar justru dapat memperkuat hegemoni dolar, di mana aktivitas on-chain yang berkembang menguntungkan aset dolar off-chain. Bagi aset kripto seperti Ethereum yang bercita-cita tinggi, bergantung pada narasi "bahan bakar" atau biaya transaksi saja tidak cukup; mereka harus berani mengusung narasi revolusi moneter yang mendasar. Inti revolusi kripto, analog dengan momen Copernican, adalah meyakinkan pasar bahwa tatanan moneter yang stabil tidak memerlukan bank sentral tetap sebagai pusatnya. Stablecoin adalah alat transisi yang bermanfaat, tetapi revolusi sejati terjadi ketika pasar percaya bahwa uang dapat ditentukan secara desentralisasi oleh aktivitas pasar itu sendiri, bukan oleh otoritas pusat. Open USD mungkin merupakan langkah kooptasi oleh sistem lama, sementara revolusi sesungguhnya menuntut pergeseran paradigma yang lebih radikal.

链捕手3j yang lalu

Stablecoin Adalah 'Pihak Pro-Kerajaan' di Dunia Kripto: Open USD Membuat Sistem Moneter Lama Turun Tangan Sendiri

链捕手3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片