Биткоин падает ниже $80 000: что стоит за обвалом криптовалюты?

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-12-28Terakhir diperbarui pada 2025-02-28

Цена биткоина впервые с ноября упала ниже $80 000, что привело к ликвидации крупных лонговых позиций и росту панических настроений на рынке. Главной причиной снижения аналитики называют макроэкономическую неопределенность, связанную с новыми тарифными инициативами президента США Дональда Трампа.

27 февраля цена BTC обрушилась до $79 752, по данным TradingView. Согласно данным CoinGlass, падение на 2,65% всего за час вызвало ликвидацию позиций на сумму $100,01 млн.

В последний раз биткоин торговался на этом уровне 11 ноября — всего через несколько дней после победы Трампа на президентских выборах. Тогда трейдеры надеялись, что его лояльная позиция в отношении криптовалют и ослабление давления регуляторов приведут к новому ралли BTC в 2025 году.

Однако на фоне неопределенности, связанной с экономической политикой Трампа, многие участники рынка теперь опасаются дальнейшего падения.

За последние дни уровень $82 000 рассматривался как потенциальное дно для биткоина, но текущее снижение заставило рынок пересмотреть прогнозы.

Трейдер dmac в посте на X (Twitter) 27 февраля заявил: «Те, кто откупает просадки, потом будут фиксировать убытки. Я по-прежнему вижу $70 000 в качестве цели».

Биткоин не торговался на этом уровне с 5 ноября, когда предварительные результаты выборов указывали на лидерство Трампа.

Другой трейдер, известный под псевдонимом Mandrik, добавил: «Если Вам нравился биткоин по $80 000, то по $70 000 он точно понравится еще больше».

В то же время трейдер Rager, имеющий 201 500 подписчиков в X (Twitter), сохраняет спокойствие:

«Падение до середины или нижней границы $70 000 — вполне нормальное явление. В предыдущих циклах, даже во время бычьего рынка, биткоин падал на 30-40%».

Аналитическая платформа Polymarket показывает, что мнения в сообществе разделились. По данным сервиса, вероятность дальнейшего падения BTC ниже $70 000 оценивается примерно в 50%.

Эксперты связывают снижение биткоина с экономической неопределенностью, вызванной планами Дональда Трампа ввести новые пошлины. С момента его инаугурации 20 января, когда BTC достиг исторического максимума в $109 000, актив потерял около 26% стоимости.

Несмотря на нестабильность, институциональные инвесторы сохраняют оптимизм. 27 февраля глава отдела исследований цифровых активов в Standard Chartered Джеффри Кендрик заявил, что ожидает роста биткоина до $200 000 в этом году, а затем — до $500 000 до окончания второго президентского срока Трампа.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit1j yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片