Dogecoin Price Crash To $0.2: Analyst Warns Of Further Crash To $0.15

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-02-26Terakhir diperbarui pada 2025-02-26

Abstrak

The cryptocurrency market has been reeling from a broader sell-off, and Dogecoin has not been spared, with its price recently...

The cryptocurrency market has been reeling from a broader sell-off, and Dogecoin has not been spared, with its price recently dropping to a three-month low of $0.20. While there has been a slight recovery, concerns remain that the decline is not over yet. According to a crypto analyst known as David_Perk on TradingView, Dogecoin is still in a strong downtrend, with indicators pointing toward further losses that could see the meme coin crashing to $0.15.

Dogecoin’s Price Weakness And The Risks Of Further Decline

Dogecoin’s recent price crash was a very daunting move for bullish investors. However, the crash led to a rebound at the $0.2 level, and now seems to be stabilizing at this support level. While this is a temporary slowdown in the crash, technical analysis shows there’s still a risk of more downside moves. 

Crypto analyst David_Perk, who shared his outlook on TradingView using the 12-hour Dogecoin candlestick chart, maintains that the meme coin remains in a firm downtrend. According to the analysis, there are no clear signs of a bullish reversal at this stage, with price action continuing to reflect selling pressure.

David_Perk’s analysis suggests that DOGE is currently positioned within a strong descending channel and is approaching a critical daily trendline. Notably, this descending channel has been in formation since the beginning of this year. 

Dogecoin
A impending descent to $0.15 | Source: David Perk on Tradingview

The loss of multiple support levels further strengthens the argument that Dogecoin could be headed for another leg downward. Fibonacci retracement levels and historical price data reinforce this bearish outlook, with the analyst predicting a minimum 30% drop from the current levels.

Is A Further Crash To $0.15 Really Coming?

According to the analyst, Dogecoin could continue declining until it bottoms out at $0.15, based on historical data and Fibonnacci levels. Notably, the recent dip has erased a large portion of the gains Dogecoin holders had accumulated since October 2024, and if the decline extends to $0.15, it would mark a near-total retracement of the rally that began late last year. Particularly, such a move would mark a 68% loss from Dogecoin’s recent multi-year high in December last year.

At the time of writing, Dogecoin is trading at $0.21, up by about 4.5% in the past 24 hours, but still down 16.5% in a seven-day timeframe. The only way to avoid such a dip to $0.15 is if DOGE bulls can maintain a foothold above the support at $0.20 and break above $0.25. Failure to break above $0.25 would keep Dogecoin trapped in its descending channel. The next thing in this case would be the creation of a lower low, which would ultimately translate to a crash below $0.20. 

Fortunately, on-chain data shows that long-term DOGE holding addresses are still in “Denail,” which is still a positive signal.

Dogecoin
DOGE trading at $0.21 on the 1D chart | Source: DOGEUSDT on Tradingview.com
Featured image from Medium, chart from Tradingview.com
Scott Matherson

Scott Matherson

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Vitalik Tegaskan Ethereum Harus 'Mengesankan', Tapi Yayasan Bukanlah Pusatnya

Vitalik Buterin menanggapi kritik komunitas terhadap Yayasan Ethereum (EF) dengan menekankan bahwa Ethereum harus "menakjubkan" dan EF bukanlah pusat kendali, melainkan sebuah simpul dengan tujuan jelas dalam ekosistem yang terdesentralisasi. Dalam esainya, Vitalik mengakui kekhawatiran mengenai kinerja harga ETH dan peran EF. Dia menarik analogi dengan Google, menyatakan bahwa Ethereum harus menghindari jalur yang mengorbankan idealisme awal untuk keuntungan finansial semata. EF, yang hanya memegang sekitar 0.16% dari total pasokan ETH, akan beralih fokus pada tujuan jangka panjang yang krusial bagi keberhasilan Ethereum sebagai sistem yang terbuka, privat, aman, dan tahan sensor. Vitalik menegaskan bahwa "menakjubkan" bagi Ethereum bukan sekadar tentang kecepatan dan skalabilitas tinggi, melainkan keunggulan dalam dimensi CROPS: konsensus yang dapat dibuktikan bebas bug (didukung verifikasi formal berbasis AI), konsensus rantai dengan ketersediaan tinggi, dan minimalisasi perantara. Pendekatan teknis yang teguh ini dimaksudkan untuk membangun "kepastian" tertinggi yang pada akhirnya memberikan premium modal. Menanggapi kritik bahwa EF tidak sejalan dengan kepentingan ekonomi pemegang ETH, Vitalik menyatakan EF akan berhenti menjual ETH dalam jumlah besar dan berkonsentrasi pada area yang tanpanya kemajuan penting tidak akan terjadi. Namun, pertanyaan tentang siapa atau organisasi mana yang akan mengisi kekosongan untuk mewakili dan menyelaraskan kepentingan ekonomi pemegang ETH di ekosistem yang matang ini tetap terbuka dan dianggap kunci bagi pemulihan Ethereum.

链捕手6j yang lalu

Vitalik Tegaskan Ethereum Harus 'Mengesankan', Tapi Yayasan Bukanlah Pusatnya

链捕手6j yang lalu

Galxe: Bagaimana Sebuah Platform Quest Berevolusi Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Web3

**Ringkasan: Galxe – Dari Platform Quest Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Web3** Awalnya dikenal sebagai Project Galaxy pada 2021, Galxe sering disalahpahami hanya sebagai platform *quest* Web3 biasa tempat pengguna menyelesaikan tugas untuk mendapatkan NFT atau imbalan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, platform ini telah berkembang menjadi infrastruktur pertumbuhan inti bagi banyak ekosistem besar seperti Optimism, Arbitrum, dan Linea. Inti nilai Galxe bukanlah pada mekanisme tugasnya, tetapi pada kemampuannya mengubah perilaku pengguna yang terfragmentasi dan sekali pakai menjadi data identitas jangka panjang yang dapat dicatat, diverifikasi, dan digunakan kembali. Melalui *credential*, OAT, Passport, dan sistem skor, setiap tindakan pengguna—dari interaksi media sosial hingga transaksi on-chain—menjadi aset yang terakumulasi dalam *wallet* mereka. Ini menciptakan perubahan psikologis: pengguna tidak hanya mencari imbalan instan, tetapi juga membangun riwayat partisipasi yang dapat meningkatkan peluang mereka mendapatkan akses atau manfaat di masa depan. Bagi proyek, Galxe menyediakan kumpulan pengguna yang dapat disaring berdasarkan riwayat perilaku mereka, memungkinkan kampanye pertumbuhan yang lebih tepat sasaran. Galxe menerapkan jalur pertumbuhan bergaya *gamifikasi*, memandu pengguna secara bertahap dari tugas sederhana (seperti *follow* Twitter) ke interaksi on-chain yang lebih kompleks (seperti *swap* atau *staking*). Pendekatan ini mendidik pengguna, menyaring kualitas mereka, dan pada akhirnya membangun hubungan jangka panjang antara proyek dan komunitas. Dengan meluncurkan produk seperti Passport (verifikasi identitas), Starboard (analitik komunitas), dan Earndrop (distribusi imbalan), Galxe bercita-cita menjadi sistem operasi pertumbuhan yang lengkap untuk Web3. Jaringannya menciptakan *flywheel effect*: semakin banyak proyek yang bergabung, semakin kaya data pengguna; data yang lebih kaya menghasilkan penyaringan yang lebih tepat, yang menarik lebih banyak proyek. Singkatnya, Galxe tidak sekadar menjual lalu lintas pengguna, tetapi membangun tatanan pertumbuhan baru berbasis identitas di Web3, di mana perilaku pengguna bernilai akumulatif dan pertumbuhan berkembang menjadi jaringan hubungan jangka panjang.

marsbit6j yang lalu

Galxe: Bagaimana Sebuah Platform Quest Berevolusi Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Web3

marsbit6j yang lalu

Pulsa Pasar BTC: Minggu ke-22

Pulsa Pasar BTC: Pekan 22 Harga Bitcoin turun selama seminggu terakhir, dari $79K ke rendah lokal dekat $74K sebelum pulih ke arah $77K. Momentum harga turun 21,7%, mencerminkan aksi harga yang lebih lembut dan tekanan jual yang meningkat. Namun, indikator Spot CVD dan Perpetual CVD naik tajam (masing-masing 77,2% dan 35,5%), menunjukkan tekanan jual mulai mereda dan sentimen pasar menjadi lebih seimbang. Aktivitas pasar mendingin dengan volume spot turun 10% dan minat terbuka futures turun 3,5%, mengindikasikan berkurangnya nafsu spekulatif. Di sisi lain, ada tanda-tanda nafsu risiko baru. Pembiayaan sisi long melonjak 135,4%, menyoroti permintaan kuat untuk eksposur long. Di pasar opsi, 25-Delta Skew naik sedikit, sinyal permintaan yang sedikit lebih besar untuk proteksi downside. Di pasar TradFi, arus bersih ETF AS membaik 28,9%, menunjukkan arus keluar modal mereda dan sentimen stabil, meski volume perdagangan ETF turun. Dari perspektif aktivitas jaringan, jumlah alamat aktif harian dan volume transfer yang disesuaikan entitas menurun sedikit, mengisyaratkan fase konsolidasi. Metrik likuiditas menunjukkan profil yang lebih stabil dengan aktivitas spekulatif lebih rendah. Namun, metrik profitabilitas menandakan potensi peningkatan tekanan pasar. Rasio laba belum terealisasi bersih turun signifikan, sementara rasio laba terealisasi menunjukkan peningkatan realisasi kerugian dibandingkan ambil untung, mengindikasikan sentimen hati-hati dan berpotensi bearish. Kesimpulannya, pasar menunjukkan tanda-tanda moderasi dan konsolidasi, dengan aktivitas berkurang, sentimen hati-hati, dan campuran nafsu risiko. Gambaran ini menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap dinamika pasar.

insights.glassnode7j yang lalu

Pulsa Pasar BTC: Minggu ke-22

insights.glassnode7j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片