Bulletproof No More? Russian Zservers Sanctioned For Alleged LockBit Crypto Crimes

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-02-13Terakhir diperbarui pada 2025-02-13

Abstrak

International authorities are ramping up their efforts to stop groups and individuals using the LockBit ransomware to target unsuspecting users....

International authorities are ramping up their efforts to stop groups and individuals using the LockBit ransomware to target unsuspecting users. The latest was the crackdown on the Russia-based Zservers, a bulletproof hosting service provider that allegedly had links with the LockBit cryptocurrency ransomware group.

In a media statement, the Australian Federal Police (AFP) shared that they have worked with the US and the UK to freeze the assets that belong to Zservers and its affiliate company, XHOST Internet Solutions LP, and ban international travel for six persons.

According to the AFP report, over 200 crypto accounts allegedly owned by the group have been frozen by the authorities, cutting the group’s source of funding and profits.

Zservers Hit With Sanctions

Zservers, a bulletproof hosting (BPH) service provider based in Russia, is now facing sanctions for its links with the LockBit gang. LockBit is a Russian group known for deploying one of the most dangerous ransomware attacks in recent years.

In November 2023, the group targeted the Industrial Commercial Bank of China. Multiple reports show that China’s biggest lender paid ransom after the hacking. The hackers were successful, and the bank’s corporate emails stopped working, forcing employees to use Gmail.

A Bulletproof hosting (BPH) service provider, like Zservers, offers access to specialised servers and infrastructure designed to cloak operators, evade detection, and skirt the law.

Total crypto market cap currently at $3.07 trillion. Chart: TradingView

According to the US Treasury Department, this type of company often sells tools for bad actors that can hide identities, locations, and online identities. Bradley Smith of the US Treasury explained that companies like Zservers enable criminals to attack the US and other countries’ online infrastructure.

What Is The LockBit Ransomware And How Does It Work?

LockBit works as a “ransomware-as-a-service” product, which means that any individual or group, even without tech skills, can buy and use its ready-made ransomware program and target unsuspecting users.

Ransomware is a malicious software that can attack devices and networks and encrypt files and data, making them worthless.

Traditionally, hackers and cybercriminals use ransomware to demand payments from victims in exchange for recovering lost or encrypted data. Often, victims will pay the ransom in cryptocurrency.

Crypto Addresses Owned By Zservers Administrators Now Sanctioned

As part of the authorities’ crackdown, the assets of Zservers’ administrators are currently on hold. According to reports, six individuals were targeted, including two Zserver administrators, Aleksandr Sergeyevich Bolshakov and Alexander Igorevich Mishin, who are involved in LockBit’s crypto transactions.

According to Chainanalysis, a crypto address associated with Minchin and three other wallets owned by the company are now under the control of the US Treasury’s Office of Foreign Assets Control (OFAC), meaning they’re subject to sanctions.

The office also shared that the group have laundered around $7 billion worth of crypto using 44 Tordano Cash addresses.

Featured image from Gemini Imagen, chart from TradingView

Christian Encila

Christian Encila

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Pendapat: Sebagian Besar Aset Tokenisasi, Masih Hanya Bungkus On-Chain dari Keuangan Tradisional

**Ringkasan: Sebagian Besar Aset Tokenisasi Masih Sekadar "Pembungkus" Tradisional di On-Chain** Pasar aset tokenisasi (RWA) berkembang pesat, namun kematangannya tertinggal. Survei tahun 2026 terhadap 593 aset menunjukkan bahwa 77.6% (460 aset) masih merupakan aset "tipe kemasan". Dalam model ini, token memang ada di blockchain, tetapi siklus hidup aset—seperti penerbitan, penebusan, penitipan, kontrol akses investor—masih sangat bergantung pada sistem off-chain tradisional. Ini hanyalah distribusi on-chain dari proses lama. Hanya 11.1% (66 aset) yang dikategorikan sebagai "hibrida", di mana beberapa bagian siklus hidup—seperti logika transfer, penyelesaian, atau akumulasi hasil—mulai berpindah ke on-chain. Kategori inilah yang menandai transisi nyata, bukan sekadar pembungkus digital. Aset "asli" yang sepenuhnya beroperasi di on-chain masih langka (2.7%), karena memerlukan migrasi penuh model operasional. Ini menjelaskan mengapa stablecoin terasa lebih maju secara struktural dibandingkan kebanyakan RWA lainnya: mereka lebih mendekati primitif keuangan on-chain yang sejati. Pertanyaan kunci ke depan bukan lagi *apakah* aset dapat di-tokenisasi, tetapi *bagian mana* dari siklus hidupnya yang benar-benar bermigrasi ke on-chain. Perbedaan nyata akan terjadi antara aset yang hanya didistribusikan di chain dan aset yang mulai beroperasi di chain.

marsbit16m yang lalu

Pendapat: Sebagian Besar Aset Tokenisasi, Masih Hanya Bungkus On-Chain dari Keuangan Tradisional

marsbit16m yang lalu

Impian Eksplorasi Mars SuperEx: Mata Uang Digital adalah Kunci untuk Membuka Perdagangan Ekonomi di Era Antariksa

Mimpi Eksplorasi Mars SuperEx: Mata Uang Digital adalah Kunci untuk Membuka Hubungan Ekonomi Antar Bintang Sejak dahulu, eksplorasi manusia terhadap alam semesta tidak pernah berhenti. Pada 2016, Elon Musk mengumumkan rencana kolonisasi Mars, sementara pada 2017, Pemerintah Dubai meluncurkan "Proyek Kota Sains Mars". Terinspirasi oleh semangat eksplorasi ini, SuperEx mendirikan Dana Luar Angkasa untuk mendukung lembaga atau individu yang berkontribusi besar bagi eksplorasi antariksa manusia, seperti rencana Musk dan Dubai. Setiap transaksi di SuperEx bukan hanya aliran aset digital, tetapi juga merupakan komitmen mendalam terhadap masa depan manusia, di mana keuntungan platform digunakan sebagai pendorong ambisi manusia untuk mencapai Mars. Untuk mencapai kolonisasi antarbintang, dibutuhkan tidak hanya terobosan teknologi tetapi juga sistem ekonomi yang adaptif. Di era antarbintang, mata uang kedaulatan diperkirakan akan kehilangan relevansinya dalam pertukaran nilai antarplanet. Hanya mata uang digital, dengan sifatnya yang tanpa batas, tanpa negara, dan terdesentralisasi yang dapat membuka hubungan ekonomi antarbintang. Web3.0, dengan karakteristik seperti desentralisasi, buku besar terdistribusi, dan kontrak pintar, menyediakan fondasi yang kuat bagi perkembangan mata uang digital ini. Bukti adopsi mata uang digital semakin nyata: pengembangan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) seperti SuperEx DAO, regulasi yang semakin jelas dari lembaga seperti SEC dan CFTC di AS, masuknya bank investasi besar seperti Goldman Sachs, serta penerimaan pembayaran kripto oleh merek seperti Ferrari dan retailer besar. Ini semua menunjukkan pengaruh sistem ekonomi digital yang tak terhindarkan. SuperEx membangun platform perdagangan mata uang digital pertama di dunia berbasis Web3.0, bertujuan untuk meletakkan fondasi sistem ekonomi era antarbintang. Dengan lebih dari 10 juta pengguna dan mencakup 166 negara, SuperEx menggabungkan efisiensi CEX dengan keamanan aset DEX melalui Super Wallet. Tujuan akhir SuperEx adalah membangun otonomi DAO yang sepenuhnya terdesentralisasi dan ekosistem Web3.0 yang matang. Visinya adalah menciptakan dunia keuangan yang bebas dan tanpa batas, mendorong perkembangan mata uang digital bersama-sama, dan akhirnya memberdayakan setiap individu untuk memiliki nilai dan kebebasannya sendiri melalui teknologi blockchain yang terdesentralisasi.

链捕手1j yang lalu

Impian Eksplorasi Mars SuperEx: Mata Uang Digital adalah Kunci untuk Membuka Perdagangan Ekonomi di Era Antariksa

链捕手1j yang lalu

Berita Pagi | Michael Saylor Ungkap Membeli Obligasi, Bukan Bitcoin Minggu Ini; StablR Diretas Rugi Sekitar USD 2.8 Juta; Kongres AS Kembali Ajukan RUU Cadangan Bitcoin

Berikut adalah ringkasan berita utama seputar cryptocurrency hari ini: **Berita Penting:** * FTX: Mantan firma hukum dan auditor FTX setuju membayar $66 juta untuk menyelesaikan tuduhan penipuan. * Keamanan: Stablecoin StablR diserang, menyebabkan depegging dan kerugian sekitar $2,8 juta bagi penyerang. * Ethereum: Yayasan Ethereum dikritik, namun seorang peneliti membela misinya untuk membangun protokol, bukan mendongkrak harga ETH. * Regulasi AS: Beberapa pejabat CFTC yang mempertanyakan pengawasan pasar prediksi diberhentikan dan dipaksa keluar. * Kebijakan AS: Kongres AS kembali mengajukan RUU cadangan Bitcoin, dengan Partai Republik berencana mengakumulasi 5% Bitcoin global. * Michael Saylor: Mengklarifikasi bahwa pembelian minggu ini adalah obligasi, bukan Bitcoin. **Pasar Meme Coin (24 Jam Terakhir):** * **Ethereum:** HEX, SHIB, LINK, PEPE, mUSD. * **Solana:** TROLL, neet, WORLDCUP, HANTA, Buttcoin. * **Base:** TOSHI, KEYCAT, BRETT, CLANKER, LUNA. **Artikel Pilihan:** 1. **a16z: Tokenisasi Mengubah Aset:** Pasar aset tokenisasi (RWA) telah melampaui $34 miliar, tumbuh 10x dalam dua tahun berkat kerangka regulasi yang lebih jelas, infrastruktur blockchain institusional, dan adopsi keuangan tradisional. Tokenisasi mengubah bentuk, likuiditas, dan cara sistem keuangan dibangun. 2. **Rahasia Kesuksesan Hyperliquid:** Kesuksesan Hyperliquid sebagai infrastruktur keuangan berawal dari pendekatan bertingkat yang solid, dimulai dari lapisan penyelesaian (clearing layer) yang tangguh sebelum membangun produk yang lebih kompleks di atasnya, mirip dengan evolusi bursa tradisional seperti NYSE dan CME.

链捕手2j yang lalu

Berita Pagi | Michael Saylor Ungkap Membeli Obligasi, Bukan Bitcoin Minggu Ini; StablR Diretas Rugi Sekitar USD 2.8 Juta; Kongres AS Kembali Ajukan RUU Cadangan Bitcoin

链捕手2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片