Trump Effect On Crypto: Bitwise CEO Anticipates Merger Boom

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-01-07Terakhir diperbarui pada 2025-01-07

Abstrak

A top executive of the largest cryptocurrency index fund firm expressed optimism about the impact on economic policies on the...

A top executive of the largest cryptocurrency index fund firm expressed optimism about the impact on economic policies on the digital asset sector upon the official return of Donald Trump to the White House this month.

Bitwise Asset Management CEO Hunter Horsley recently provided fascinating insights on how the Trump administration could transform the cryptocurrency industry.

Deregulation Of M&As

Horsley believes that the policies to be implemented by the incoming Trump administration could propel the cryptocurrency sector to new heights, especially liberalizing mergers and acquisitions, saying that it could allow major American companies to expand their business further through strategic acquisitions.

The Bitwise CEO thinks President-elect Trump might “unfreeze” mergers and acquisitions, a welcome development for the country’s major companies to enhance their business foothold.

“Large corporates — mag 7, etc — may finally be able to wield their market cap,” Horsley said.

He noted that for example, retail giant Amazon could acquire Instacart, or search engine powerhouse Google could purchase Uber, saying, “The big may get bigger, and the middle may shrink.”

Accelerating Cryptocurrency

Horsley suggested that allowing major US companies to make strategic acquisitions could fuel the adoption of decentralized systems, benefiting the cryptocurrency landscape.

“If that happens, I think it will accelerate crypto,” Horsley said in a post.

The crypto index fund executive believes if large corporations accumulate more control, the demand for cryptocurrencies might soar because digital assets serve as an alternative to these institutions.

“The conceptual premise of crypto is not trusting large institutions to do what’s in your best interest. The big getting bigger accentuates this,” he claimed in an X post.

BTC market cap currently at $2.02 trillion. Chart: TradingView.com

Industry Leaders Adopting Crypto

Many analysts observed that blockchain technology and digital assets are capturing the attention of industry giants like Amazon and Google who are finding opportunities to become part of the cryptocurrency markets.

For example, Amazon Web Services launched Amazon Managed Blockchain, the retail giant’s own blockchain-related service. It allows companies to create and manage scalable blockchain networks, turning Amazon into a major player in the blockchain market.

Strategic Partnerships

Meanwhile, Google has established strategic alliances with key blockchain initiatives and joined campaigns that push for the integration of blockchain technology into its cloud infrastructure, increasing the search engine’s footprint in the cryptocurrency sector.

On Google Cloud, businesses can now find blockchain-as-a-service which offers them the opportunity to create and implement decentralized apps.

Bitcoin price breaking the $100k level today. Source: CoinMarketCap

Horsley’s statement is timely since the cryptocurrency market is currently enjoying a positive outlook brought by Trump who is perceived to be pro-crypto.

Trump’s election victory fuels the growth of the digital asset market wherein investors saw Bitcoin surpass the $100,000 level in early December, from about $69,000 in early November.

Featured image from Fox News Screengrab/AsiaTimes, chart from TradingView

Christian Encila

Christian Encila

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit1j yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片