Майкл Барр уходит с поста заместителя председателя ФРС

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-07-06Terakhir diperbarui pada 2025-01-06

Пресс-служба Федеральной резервной системы США (ФРС) сообщила, что Майкл Барр покинет пост заместителя председателя по вопросам надзора в феврале 2025 года. Несмотря на это, он продолжит работать в составе совета управляющих. Барр занимал свою должность с июля 2022 года, активно работая над укреплением финансовой стабильности США.

В письме к президенту Джо Байдену он отметил, что решение уйти связано с желанием избежать разногласий вокруг его позиции. Барр подчеркнул, что намерен сосредоточиться на роли члена совета, чтобы эффективнее служить американским гражданам.

Многие считают Барра ключевой фигурой, сдерживавшей участие банков в криптовалютных операциях. Его поддержка сенатора Элизабет Уоррен, известной своей жесткой позицией в отношении цифровых активов, привела к более строгому регулированию рынка цифровых активов. По мнению специалистов, уход Барра с должности может открыть новые возможности для пересмотра политики в этой области.

ФРС уже заявила, что не планирует запускать новых крупных инициатив до назначения нового заместителя председателя. Это создает неопределенность для банковского сектора, который ждет более четких сигналов о возможной либерализации подхода к криптовалютам.

Барр также занимал важные роли в Министерстве финансов США и академической среде. Его опыт и знания помогли ему внедрять ключевые реформы после мирового финансового кризиса. Однако его уход может ослабить текущую стратегию ФРС по регулированию финансовых рынков.

Эксперты предполагают, что на замену Барру может прийти кандидат с более мягкой позицией в отношении цифровых валют. Это может привести к новой волне роста интереса банков к криптовалютам и развитию индустрии блокчейнов в США.

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

**Ringkasan: Mengungkap Aliran Modal Melalui Jaringan Mitra Open USD** Open USD diluncurkan dengan lebih dari 140 mitra pendiri dari berbagai sektor, membentuk aliansi luas yang justru lebih penting daripada teknologi tokennya sendiri. Kehadiran mereka mengindikasikan pergeseran paradigma: stablecoin tidak lagi dilihat sebagai produk proprietary, tetapi sebagai infrastruktur keuangan bersama yang kritis. **Motivasi Beragam di Balik Partisipasi:** * **Manajer Aset (BlackRock):** Mengincar hak mengelola cadangan (reserve) senilai miliaran dolar yang akan diinvestasikan dalam instrumen pasar uang, sumber pendapatan fee yang besar dan stabil. * **Merchant & Platform (Shopify):** Mencari solusi untuk mengurangi biaya transaksi (seperti interchange fee) sekaligus mendapatkan imbal hasil dari saldo tunai yang menganggur. * **Bank (Bank of New York Mellon, dll):** Bergerak defensif. Daripada kehilangan deposit ke stablecoin eksternal, lebih baik bergabung untuk mempertahankan peran dalam penitipan aset, penyelesaian transaksi, dan mendapatkan bagian dari pendapatan cadangan. * **Perusahaan Teknologi (Google, IBM):** Memperkirakan masa depan di mana pembayaran otomatis mesin-ke-mesin membutuhkan dolar yang dapat diprogram dan dikelola oleh aliansi terbuka, bukan satu perusahaan pesaing. * **Perusahaan Kripto (Ripple, Aave, MetaMask):** Menyediakan likuiditas lintas batas, pasar pinjaman, distribusi pengguna, dan penjagaan kepatuhan. Bergabung dengan aliansi arus utama ini adalah jalur legitimasi yang telah lama mereka kejar. * **Jaringan Pembayaran (Visa, Mastercard):** Meski stablecoin mengancam model biaya transaksi tradisional mereka, bergabung memungkinkan mereka tetap relevan dengan menawarkan layanan baru seperti penyelesaian dan anti-penipuan di "rel" baru ini. **Pesan Utama dari Daftar Mitra:** Daftar ini menunjukkan bahwa ketakutan untuk ditinggalkan dalam infrastruktur stablecoin masa depan mengalahkan keengganan untuk berbagi dengan pesaing. Ini adalah sinyal ancaman serius bagi pemain stablecoin independen seperti Circle dan Tether, karena calon klien utama mereka justru bersatu membangun alternatif bersama. Aliansi ini mencerminkan konsensus bahwa kepemilikan bersama atas infrastruktur stablecoin lebih menguntungkan daripada menyewanya dari pihak lain atau tidak memilikinya sama sekali.

Foresight News8m yang lalu

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

Foresight News8m yang lalu

IOSG: Hitung Mundur Q-Day, Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

"Kripto vs. Komputasi Kuantum: Skenario dan Langkah Antisipasi" Komputasi kuantum merupakan ancaman sistematis terhadap kriptografi kunci publik yang menjadi dasar blockchain. Algoritma Shor berpotensi memecah enkripsi berbasis kurva elips (ECC/RSA) yang melindungi aset kripto. Titik kritis (Q-Day), saat komputer kuantum toleran kesalahan (CRQC) dapat melakukan serangan praktis, diperkirakan antara 2030-2045. Ini menciptakan "utang keamanan" yang harus diselesaikan. Risiko terbesar ada pada aset dengan kunci publik yang sudah terekspos di rantai (misal, beberapa UTXO Bitcoin awal atau alamat yang telah digunakan). Algoritma kuantum lain, Grover, hanya mengurangi margin keamanan hash secara gradual, sehingga tidak separah ancaman Shor. Solusinya terletak pada migrasi ke Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC) seperti algoritma berbasis kisi (ML-DSA) atau berbasis hash (SLH-DSA). Tantangan utamanya bukan teknis semata, melainkan koordinasi ekosistem dan konsensus sosial. - **Bitcoin**: Risiko tertinggi pada UTXO warisan. Migrasi memerlukan soft-fork, tetapi terkendala oleh pembengkakan ukuran tanda tangan PQC (hingga 49KB) dan dilema tata kelola: membiarkan aset warisan terekspos atau memaksa pembekuan yang melanggar prinsip "tidak dapat diubah". - **Ethereum**: Mengembangkan "ketangkasan kriptografi" melalui jalur paralel: akun abstrak untuk pengguna, mengganti tanda tangan konsensus BLS dengan leanXMSS, dan merekonstruksi lapisan data. Lapisan-2 (L2) menjadi lahan uji coba. Jalur lain termasuk blockchain native-PQC seperti QRL. Namun, ekosistem utama (BTC/ETH) menghadapi kompleksitas migrasi menyeluruh yang memerlukan koordinasi node, dompet, bursa, dan penyimpanan aset. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukan akhir dari kripto, tetapi ujian berat. Jendela waktu untuk migrasi terkoordinasi diperkirakan 5-8 tahun. Kegagalan mencapai konsensus dapat memicu krisis kepercayaan dan penilaian ulang risiko aset blockchain sebelum Q-Day benar-benar tiba.

marsbit34m yang lalu

IOSG: Hitung Mundur Q-Day, Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit34m yang lalu

Trading

Spot
活动图片