Налоговая служба США дала отсрочку по учету криптоактивов до 2026 года

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-10-01Terakhir diperbarui pada 2025-01-01

Налоговая служба США (IRS) смягчила требования к учету криптовалютных операций на централизованных биржах. Новое решение отменяет автоматическое применение метода FIFO (First In, First Out) при отсутствии выбора способа учета со стороны инвестора.

При использовании метода FIFO предполагается, что первые купленные активы продаются в первую очередь. В условиях растущего рынка это может привести к максимизации налогооблагаемой базы, поскольку самые ранние покупки часто имеют наименьшую стоимость.

«Отказ от обязательного использования FIFO — это существенное облегчение для участников рынка», — отметил глава налогового отдела Cointracker Шехан Чандрасекера (Shehan Chandrasekera). По его словам, первоначальная версия правил могла привести к серьезным последствиям для налогоплательщиков во время роста рынка.

Аналитик Марк Томас (Mark Thomas) подчеркнул, что FIFO может быть выгоден только в особых случаях: «Этот метод приносит пользу, когда дата продажи отстоит более чем на год от первой покупки, но менее года от последней. В такой ситуации вы получаете преимущества долгосрочного владения активом».

Временное послабление действует до 31 декабря 2025 года. За это время биржи должны обеспечить поддержку различных методов учета, включая HIFO (Highest In, First Out, метод налогового учета, при котором для расчета налогооблагаемой базы первыми продаются криптоактивы, купленные по самой высокой цене) и Spec ID (метод учета криптовалютных активов, при котором инвестор точно идентифицирует конкретные единицы криптовалюты, которые продаются в каждой транзакции). До указанной даты инвесторы могут самостоятельно вести учет своих операций.

На фоне этих изменений Blockchain Association и Texas Blockchain Council подали иск против Налоговой службы США, оспаривая конституционность требований о раскрытии информации о криптовалютных транзакциях. Новые правила, вступающие в силу в 2027 году, обяжут брокеров, включая децентрализованные биржи, предоставлять данные об операциях и общей выручке от продажи цифровых активов.

Предоставленная отсрочка дает время как биржам для технической адаптации, так и инвесторам для выбора оптимальной стратегии налогового учета.

Bacaan Terkait

Denyut Pasar BTC: Minggu ke-27

Pulsa Pasar Bitcoin Minggu 27: Bitcoin melanjutkan penurunannya, sempat menembus di bawah level $60K sebelum menemukan dukungan di sekitar $58K dan stabil di kisaran $60K menjelang akhir pekan. Momentum penurunan telah mereda dibandingkan dengan aksi jual tajam awal bulan ini, namun pembeli belum menunjukkan keyakinan yang cukup untuk memulai pemulihan berkelanjutan, sehingga harga terikat dalam kisaran dekat level terendah lokal. Di bawah permukaan, pasar masih dalam fase penyesuaian struktural dengan likuiditas yang terus berkontraksi dan peserta yang lebih defensif. Pasar spot masih mengalami tekanan jual bersih meskipun aktivitas perdagangan meningkat, menunjukkan likuiditas digunakan lebih untuk mendistribusikan daripada mengakumulasi Bitcoin pada harga saat ini. Di pasar derivatif, leverage terus berkurang dengan minat terbuka yang menyusut dan para trader lebih memilih lindung nilai dari risiko turun. Sentimen institusional juga melunak, ditunjukkan oleh posisi rugi belum terealisasi agregat ETF Spot AS dan arus keluar bersih yang berlanjut. Secara on-chain, volume transfer yang disesuaikan entitas pulih, mengindikasikan pergerakan modal skala besar. Namun, peningkatan porsi modal 'panas' (hot capital) yang dipegang investor jangka pendek meningkatkan kerentanan pasar terhadap volatilitas. Meski Bitcoin tampak stabil di wilayah $60K, pemulihan berkelanjutan memerlukan kembalinya keyakinan pembeli, karena aliran pesanan spot, posisi derivatif, dan permintaan institusional semuanya masih bersifat defensif.

insights.glassnode2j yang lalu

Denyut Pasar BTC: Minggu ke-27

insights.glassnode2j yang lalu

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

"Strategy", yang sedang menghadapi krisis pelepasan STRC, telah merilis rencana penyelamatan diri baru yang disebut "Kerangka Modal Kredit Digital". Rencana ini terdiri dari lima poin utama: 1. **Cadangan Kas:** Perusahaan mengalokasikan sekitar $2.55 miliar sebagai cadangan dolar yang dikhususkan untuk pembayaran dividen dan bunga utang, cukup untuk sekitar 17.4 bulan. Ditambah dengan kuota pencairan BTC, likuiditas total mencapai $3.8 miliar (sekitar 25.9 bulan). 2. **Kebijakan Dividen STRC:** Mulai 1 Juli, dividen tahunan STRC dinaikkan menjadi 12%. Dividen akan ditinjau bulanan, tetapi Strategi menegaskan bahwa penurunan harga di bawah $100 tidak serta-merta berarti kenaikan dividen. 3. **Program Pembelian Kembali Saham Preferen:** Disetujui program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk sekuritas kredit digital (termasuk STRC), dengan STRC menjadi prioritas. Hal ini bertujuan menstabilkan harga dan mengurangi beban dividen. 4. **Program Pembelian Kembali Saham Biasa:** Disetujui pula program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk saham biasa (MSTR) saat dinilai undervalued, untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. 5. **Program Pencairan BTC:** Rencana untuk menjual sebagian BTC (dengan otorisasi hingga $1.25 miliar) sebagai alat manajemen likuiditas, guna mendukung cadangan kas, pembayaran dividen/bunga, atau pembelian kembali saham. Ini menandai pergeseran kebijakan dari "tidak pernah menjual". Pasar bereaksi positif, dengan harga MSTR dan STRC naik signifikan dalam perdagangan pra-pasar. Rencana ini bertujuan memulihkan kepercayaan, mengatasi keluhan STRC, dan membuka kembali siklus pendanaan Strategi.

Odaily星球日报4j yang lalu

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

Odaily星球日报4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片