Фишинговые атаки на пользователей GMGN через Google Ads

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-07-06Terakhir diperbarui pada 2024-12-06

Эксперты Scam Sniffer обнаружили фишинговые объявления на Google Ads, направленные на пользователей платформы GMGN. Мошенники используют поддельные ссылки, чтобы обманом заставить жертв подключить свои криптокошельки и подписать вредоносные транзакции. Такая схема может привести к краже виртуальных активов пользователей.

Платформа GMGN специализируется на оптимизации и автоматизации криптовалютных операций. Она предлагает своим клиентам безопасные и удобные инструменты для работы с цифровыми, включая управление кошельками, мультисиг-функции и интеграцию с различными DeFi-приложениями. Данная площадка широко используется для оценки рисков мем-токенов, которые стали крайне востребованы в последнее время. Именно высокая популярность GMGN делает ее привлекательной целью для мошенников.

В Scam Sniffer подчеркивают, что злоумышленники размещают рекламные объявления в Google, которые перенаправляют пользователей на поддельные сайты. Они визуально копируют оригинальный интерфейс GMGN, создавая иллюзию безопасности. Однако при попытке подключить кошелек или подписать транзакцию, жертвы передают контроль над своими активами мошенникам.

Чтобы избежать подобной угрозы, эксперты рекомендуют следовать простым правилам безопасности. Во-первых, избегать переходов по рекламным объявлениям в поисковых системах. Во-вторых, использовать только закладки для доступа к проверенным платформам. И, наконец, никогда не подписывать транзакции, если нет уверенности в надежности источника.

Рост фишинговых атак в криптопространстве показывает, насколько важно повышать осведомленность пользователей о современных угрозах. Платформы, такие как GMGN, активно работают над усилением защиты своих клиентов, но и пользователям необходимо проявлять осторожность и не доверять подозрительным ссылкам.

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

**Ringkasan: Mengungkap Aliran Modal Melalui Jaringan Mitra Open USD** Open USD diluncurkan dengan lebih dari 140 mitra pendiri dari berbagai sektor, membentuk aliansi luas yang justru lebih penting daripada teknologi tokennya sendiri. Kehadiran mereka mengindikasikan pergeseran paradigma: stablecoin tidak lagi dilihat sebagai produk proprietary, tetapi sebagai infrastruktur keuangan bersama yang kritis. **Motivasi Beragam di Balik Partisipasi:** * **Manajer Aset (BlackRock):** Mengincar hak mengelola cadangan (reserve) senilai miliaran dolar yang akan diinvestasikan dalam instrumen pasar uang, sumber pendapatan fee yang besar dan stabil. * **Merchant & Platform (Shopify):** Mencari solusi untuk mengurangi biaya transaksi (seperti interchange fee) sekaligus mendapatkan imbal hasil dari saldo tunai yang menganggur. * **Bank (Bank of New York Mellon, dll):** Bergerak defensif. Daripada kehilangan deposit ke stablecoin eksternal, lebih baik bergabung untuk mempertahankan peran dalam penitipan aset, penyelesaian transaksi, dan mendapatkan bagian dari pendapatan cadangan. * **Perusahaan Teknologi (Google, IBM):** Memperkirakan masa depan di mana pembayaran otomatis mesin-ke-mesin membutuhkan dolar yang dapat diprogram dan dikelola oleh aliansi terbuka, bukan satu perusahaan pesaing. * **Perusahaan Kripto (Ripple, Aave, MetaMask):** Menyediakan likuiditas lintas batas, pasar pinjaman, distribusi pengguna, dan penjagaan kepatuhan. Bergabung dengan aliansi arus utama ini adalah jalur legitimasi yang telah lama mereka kejar. * **Jaringan Pembayaran (Visa, Mastercard):** Meski stablecoin mengancam model biaya transaksi tradisional mereka, bergabung memungkinkan mereka tetap relevan dengan menawarkan layanan baru seperti penyelesaian dan anti-penipuan di "rel" baru ini. **Pesan Utama dari Daftar Mitra:** Daftar ini menunjukkan bahwa ketakutan untuk ditinggalkan dalam infrastruktur stablecoin masa depan mengalahkan keengganan untuk berbagi dengan pesaing. Ini adalah sinyal ancaman serius bagi pemain stablecoin independen seperti Circle dan Tether, karena calon klien utama mereka justru bersatu membangun alternatif bersama. Aliansi ini mencerminkan konsensus bahwa kepemilikan bersama atas infrastruktur stablecoin lebih menguntungkan daripada menyewanya dari pihak lain atau tidak memilikinya sama sekali.

Foresight News7m yang lalu

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

Foresight News7m yang lalu

IOSG: Hitung Mundur Q-Day, Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

"Kripto vs. Komputasi Kuantum: Skenario dan Langkah Antisipasi" Komputasi kuantum merupakan ancaman sistematis terhadap kriptografi kunci publik yang menjadi dasar blockchain. Algoritma Shor berpotensi memecah enkripsi berbasis kurva elips (ECC/RSA) yang melindungi aset kripto. Titik kritis (Q-Day), saat komputer kuantum toleran kesalahan (CRQC) dapat melakukan serangan praktis, diperkirakan antara 2030-2045. Ini menciptakan "utang keamanan" yang harus diselesaikan. Risiko terbesar ada pada aset dengan kunci publik yang sudah terekspos di rantai (misal, beberapa UTXO Bitcoin awal atau alamat yang telah digunakan). Algoritma kuantum lain, Grover, hanya mengurangi margin keamanan hash secara gradual, sehingga tidak separah ancaman Shor. Solusinya terletak pada migrasi ke Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC) seperti algoritma berbasis kisi (ML-DSA) atau berbasis hash (SLH-DSA). Tantangan utamanya bukan teknis semata, melainkan koordinasi ekosistem dan konsensus sosial. - **Bitcoin**: Risiko tertinggi pada UTXO warisan. Migrasi memerlukan soft-fork, tetapi terkendala oleh pembengkakan ukuran tanda tangan PQC (hingga 49KB) dan dilema tata kelola: membiarkan aset warisan terekspos atau memaksa pembekuan yang melanggar prinsip "tidak dapat diubah". - **Ethereum**: Mengembangkan "ketangkasan kriptografi" melalui jalur paralel: akun abstrak untuk pengguna, mengganti tanda tangan konsensus BLS dengan leanXMSS, dan merekonstruksi lapisan data. Lapisan-2 (L2) menjadi lahan uji coba. Jalur lain termasuk blockchain native-PQC seperti QRL. Namun, ekosistem utama (BTC/ETH) menghadapi kompleksitas migrasi menyeluruh yang memerlukan koordinasi node, dompet, bursa, dan penyimpanan aset. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukan akhir dari kripto, tetapi ujian berat. Jendela waktu untuk migrasi terkoordinasi diperkirakan 5-8 tahun. Kegagalan mencapai konsensus dapat memicu krisis kepercayaan dan penilaian ulang risiko aset blockchain sebelum Q-Day benar-benar tiba.

marsbit33m yang lalu

IOSG: Hitung Mundur Q-Day, Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit33m yang lalu

Trading

Spot
活动图片