Биржа Upbit добавила в листинг 12 торговых пар

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-03-13Terakhir diperbarui pada 2024-11-13

Крупнейшая южнокорейская криптовалютная биржа Upbit объявила о листинге 12 новых цифровых активов на торговую платформу в паре с Tether (USDT). Они будут добавлены уже сегодня. В список вошли такие известные токены, как NEAR Protocol (NEAR), Stellar Lumens (XLM), Filecoin (FIL) и прочие, включая AHT, AGLD, ARPA, ASTR, BNT, EGLD, LWA, OXT и RAD. Торги стартуют с определенными ограничениями: в первые 5 минут будет запрещено размещать покупочные ордера, а продажи будут ограничены на 10% ниже последней цены.

Биржа Upbit отметила, что такие правила будут действовать в течение часа после начала торгов. После этого будут сняты запреты на рыночные и отложенные ордера. Такие меры введены, чтобы снизить вероятность ценовых манипуляций. Пресс-служба платформы также предупредила о необходимости тщательно проверять сеть перевода перед внесением активов для исключения ошибок и задержек.

Введение новых активов, таких как Filecoin (FIL) и Astar (ASTR), призвано привлечь внимание как розничных, так и институциональных инвесторов. Токены предназначены для решения специфических задач в блокчейне: от хранения данных до обеспечения анонимности и децентрализованных финансовых операций. Этот шаг свидетельствует о растущей популярности подобных активов в Южной Корее и их важности для глобального криптовалютного сообщества.

Некоторые из включенных токенов уже имеют широкую известность и поддержку на мировых биржах. Stellar Lumen (XLM) активно используется для международных переводов с низкими комиссиями, а NEAR Protocol (NEAR) позиционирует себя как платформа для масштабируемых и удобных децентрализованных приложений. Добавление таких активов на Upbit усиливает позиции биржи как крупного игрока на рынке криптовалют.

При этом Upbit предупредила инвесторов о необходимости соблюдения мер безопасности при торговле новыми токенами. Подчеркнуто, что не все из них обладают высокой ликвидностью, что может привести к повышенной волатильности в первые дни торгов. В частности, биржа указала на возможные риски при использовании малоизвестных активов, таких как LumiWave (LWA).

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit53m yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit53m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片