Брэд Гарлингхаус: «Мой банковский счет закрыли, потому что я гендиректор Ripple»

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2020-06-28Terakhir diperbarui pada 2024-10-28

Гендиректор Ripple Брэд Гарлингхаус (Brad Garlinghouse) рассказал, что некое крупное финансовое учреждение заблокировало его банковский счет из-за усиления контроля со стороны регулирующих органов.

В интервью каналу CNBC Гарлингхаус уточнил, что этот банк обслуживал его около 25 лет, и дал ему пять дней на перевод хранящихся там средств. При этом банк честно назвал причину закрытия счета. По словам позвонившего сотрудника, Гарлингхаус — известная личность в криптопространстве, а обслуживание людей из этого сектора означает более пристальное внимание со стороны федеральных регулирующих органов. Руководитель Ripple назвал действия банка незаконными, и что его будут обслуживать другие учреждения. Позднее он признался, что банком, о котором идет речь, оказался Citigroup Inc.

«Представьте, если бы я действительно был отрезан от банковской системы только потому, что я генеральный директор Ripple. Это дело рук враждебной к криптовалютам администрации. Я думаю, что независимо от результатов предстоящих выборов, в криптоиндустрии США скоро пройдет перезагрузка», — сказал Гарлингхаус.

Он надеется, что после проведения выборов президента, в США будет более благоприятная среда для развития криптоинноваций. Тем не менее, Гарлингхаус считает, что сейчас криптовалютным и финтех-компаниям лучше регистрироваться за рубежом, в юрисдикциях с более четкими правилами для крипторынка. Гарлингхаус выразил надежду, что США скоро осознают, какие стратегические возможности упускает страна из-за неспособности принять технологию блокчейна и криптовалюты как часть финансового сектора.

Недавно Гарлингхаус предположил, что, несмотря на судебное разбирательство с Комиссией по ценным бумагам и биржам США (SEC), криптовалюта XRP станет одним из лидеров криптоиндустрии благодаря ее использованию для платежей и переводов.

Bacaan Terkait

Moore Threads Baru Mengumpulkan 80 Miliar, Kini Berencana IPO di Bursa Hong Kong

Tanggal 9 Agustus, Moore Thread mengumumkan dua berita besar: rencana IPO di Hong Kong dan laporan kinerja semester pertama yang sangat baik. Perusahaan ini baru saja mengumpulkan dana 80 miliar yuan di pasar A-share pada Desember 2025, namun harga sahamnya telah turun 40% dari puncaknya. Saat ini, Moore Thread masih memiliki sekitar 27 miliar yuan dana hasil IPO di bank dan 29 miliar yuan dalam produk keuangan. Keputusan untuk menggunakan dana menganggur untuk investasi finansial konservatif sebelumnya telah menimbulkan kontroversi di pasar. Rencana IPO di Hong Kong bertujuan untuk memperdalam strategi internasionalisasi, menarik talenta global, dan meningkatkan tata kelola perusahaan. Ini adalah tren yang berkembang di kalangan perusahaan teknologi keras Tiongkok. Pada semester pertama, pendapatan Moore Thread mencapai 1,74 miliar yuan, meningkat 147,4% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui pendapatan seluruh tahun 2023. Namun, perusahaan masih mencatatkan kerugian bersih (non-GAAP) sebesar 150 juta yuan. Hampir semua pendapatannya saat ini berasal dari lini produk komputasi awan, seperti kartu AI dan kluster komputasi "Kua E". Biaya operasional tetap tinggi, terutama untuk R&D yang mencapai 770 juta yuan. Singkatnya, IPO Hong Kong adalah langkah strategis Moore Thread untuk perluasan masa depan. Meski pendapatan tumbuh pesat, tantangan untuk mencapai profitabilitas dan persaingan ketat di industri GPU tetap ada. Kinerja dan terobosan teknologi di masa depan akan menjadi kunci untuk menjawab keraguan pasar.

marsbit22m yang lalu

Moore Threads Baru Mengumpulkan 80 Miliar, Kini Berencana IPO di Bursa Hong Kong

marsbit22m yang lalu

Hassabis Ramalkan: "Langkah ke-37" AI di Matematika Tinggal Menunggu Waktu

Demis Hassabis, salah satu pendiri DeepMind yang berada di balik AlphaGo, memprediksi bahwa AI akan segera mencapai momen "Langkah ke-37" di bidang matematika. Langkah ke-37 merujuk pada langkah tak terduga AlphaGo yang mengalahkan legenda Go Lee Sedol pada 2016, mengubah persepsi manusia tentang kemampuan AI. Sekarang, kemajuan pesat AI dalam matematika menunjukkan pola serupa. Dari ChatGPT yang awalnya kesulitan dengan soal aritmatika dasar, sistem seperti AlphaProof dan Gemini Deep Think kini telah mencapai tingkat medali emas dalam Olimpiade Matematika Internasional (IMO). Lebih dari sekadar "menyelesaikan soal", AI mulai berkontribusi pada penelitian dengan memberikan ide kunci. Contohnya, pada 2025-2026, AI membantu memecahkan masalah Erdos, mendiskreditkan konjektur Jacobi, dan memecahkan masalah jarak satuan bidang yang telah terbuka selama 80 tahun. Alat seperti Aletheia dari DeepMind bahkan secara sistematis memindai ratusan konjektur matematika yang belum terpecahkan. Namun, sejarah Go juga menawarkan pelajaran lain: "Langkah ke-78" Lee Sedol, langkah kreatif yang tak terduga AI yang memberinya satu kemenangan. Hal ini melambangkan peran manusia yang tetap penting di era AI: mengajukan pertanyaan, menentukan arah, dan memilih jawaban yang bernilai untuk dikejar. Hassabis menyebut kita memasuki era "centaur" di bidang sains, di mana kolaborasi manusia dan AI akan mendorong kemajuan, terutama di bidang kompleks seperti biologi dan pengembangan obat. Tantangan ke depan bukan hanya menunggu "Langkah ke-37" AI berikutnya, tetapi juga kemampuan manusia untuk terus menemukan "Langkah ke-78" mereka sendiri—mempertahankan kreativitas, intuisi, dan penilaian dalam kemitraan dengan mesin yang semakin canggih.

marsbit23m yang lalu

Hassabis Ramalkan: "Langkah ke-37" AI di Matematika Tinggal Menunggu Waktu

marsbit23m yang lalu

Trading

Spot
活动图片