Proven Dominance: Quant Provides A Massive 25% Uplift Whilst Mpeppe Secures QNT Whale Support

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-17Terakhir diperbarui pada 2024-09-17

Abstrak

The cryptocurrency market has been experiencing considerable fluctuations, with Quant (QNT) emerging as a dominant force in the altcoin space....

The cryptocurrency market has been experiencing considerable fluctuations, with Quant (QNT) emerging as a dominant force in the altcoin space. Over the past week, QNT saw a massive 25% price increase, driven by positive market sentiment surrounding Bitcoin’s upward momentum and new staking features introduced on the Quant (QNT) network. However, while Quant (QNT) has been making headlines, another emerging project, Mpeppe (MPEPE), has quietly been securing support from QNT whales, signaling a potential major run for this decentralized gambling coin.

Quant Leads the Altcoin Market

As Bitcoin continues to hold its ground above $58,000, the altcoin market has responded positively. Quant (QNT), alongside other key players such as Fantom (FTM) and Mantra (OM), led the charge with substantial gains. QNT, the native token of the Quant (QNT) network, surged by 25% in just a week, reaching a high of $77.59. This rise in price is attributed to the announcement of new staking features on Quant (QNT)’s Overledger network.

The revised terms and conditions, as announced by Quant (QNT) CEO Gilbert Verdian, introduced staking provisions aimed at increasing the token’s utility. These changes are expected to encourage long-term holding of QNT, ultimately limiting the circulating supply and increasing demand. Investors reacted positively to these developments, viewing them as a catalyst for future growth.

Mpeppe Attracts Quant Whales

While Quant (QNT) is making headlines for its impressive price action, Mpeppe (MPEPE) has quietly garnered the attention of several prominent Quant (QNT) whales. These whales have been diversifying their portfolios, investing in Mpeppe (MPEPE) ahead of its full platform launch. Mpeppe (MPEPE)’s innovative decentralized gambling platform, powered by AI, promises to revolutionize the online gaming industry with transparency and fairness as its core principles.

Mpeppe (MPEPE)’s presale, currently priced at $0.0021, has seen strong support from both retail and institutional investors, with QNT whales being particularly bullish on the project. These early investors are betting on Mpeppe (MPEPE)’s potential to disrupt the gambling industry while earning passive income through its staking and revenue-sharing models.

The Future of Quant and Mpeppe

As Quant (QNT) continues to strengthen its position in the altcoin market, the project’s long-term outlook remains highly positive. The combination of staking features and a limited token supply makes QNT a solid investment for those seeking long-term growth. However, for investors looking for the next big opportunity, Mpeppe (MPEPE) presents a unique chance to capitalize on a high-growth project in its early stages.

The involvement of QNT whales in Mpeppe (MPEPE)’s presale is a clear indication of the project’s potential. Experts predict that Mpeppe (MPEPE) could see massive gains—up to 150x—once its full platform is launched. As the decentralized gambling space continues to grow, Mpeppe (MPEPE) is positioned to be one of the standout projects in the coming months.

Conclusion

While Quant (QNT) continues to lead the altcoin rally with a massive 25% uplift, the future of Mpeppe (MPEPE) looks equally promising. With strong whale support from QNT investors, Mpeppe (MPEPE) is poised for explosive growth. As the cryptocurrency market evolves, savvy investors are keeping a close eye on these two projects, both of which offer significant potential for long-term gains.

For more information on the Mpeppe (MPEPPE) Presale: 

Visit Mpeppe (MPEPPE)

Join and become a community member: 

https://t.me/mpeppecoin

https://x.com/mpeppecommunity?s=11&t=hQv3guBuxfglZI-0YOTGuQ

 

Bitcoinist

Bitcoinist

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Bacaan Terkait

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

"Strategy", yang sedang menghadapi krisis pelepasan STRC, telah merilis rencana penyelamatan diri baru yang disebut "Kerangka Modal Kredit Digital". Rencana ini terdiri dari lima poin utama: 1. **Cadangan Kas:** Perusahaan mengalokasikan sekitar $2.55 miliar sebagai cadangan dolar yang dikhususkan untuk pembayaran dividen dan bunga utang, cukup untuk sekitar 17.4 bulan. Ditambah dengan kuota pencairan BTC, likuiditas total mencapai $3.8 miliar (sekitar 25.9 bulan). 2. **Kebijakan Dividen STRC:** Mulai 1 Juli, dividen tahunan STRC dinaikkan menjadi 12%. Dividen akan ditinjau bulanan, tetapi Strategi menegaskan bahwa penurunan harga di bawah $100 tidak serta-merta berarti kenaikan dividen. 3. **Program Pembelian Kembali Saham Preferen:** Disetujui program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk sekuritas kredit digital (termasuk STRC), dengan STRC menjadi prioritas. Hal ini bertujuan menstabilkan harga dan mengurangi beban dividen. 4. **Program Pembelian Kembali Saham Biasa:** Disetujui pula program pembelian kembali hingga $1 miliar untuk saham biasa (MSTR) saat dinilai undervalued, untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. 5. **Program Pencairan BTC:** Rencana untuk menjual sebagian BTC (dengan otorisasi hingga $1.25 miliar) sebagai alat manajemen likuiditas, guna mendukung cadangan kas, pembayaran dividen/bunga, atau pembelian kembali saham. Ini menandai pergeseran kebijakan dari "tidak pernah menjual". Pasar bereaksi positif, dengan harga MSTR dan STRC naik signifikan dalam perdagangan pra-pasar. Rencana ini bertujuan memulihkan kepercayaan, mengatasi keluhan STRC, dan membuka kembali siklus pendanaan Strategi.

Odaily星球日报1j yang lalu

Sambaran Petir Lima Serangan! Rencana Penyelamatan Strategy Resmi Dirilis

Odaily星球日报1j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

Penulis asli: Zhang Yaqi Sumber asli: Wall Street News Pasar saham global terus mencetak rekor tertinggi didorong oleh gelombang AI, tetapi bahan bakar yang mendukung kenaikan ini semakin berbahaya—dari AS hingga Korea Selatan, saldo pembiayaan dan skala ETF berleveraj telah mencapai batas sejarah. Sifat pro-siklus dari leveraj itu sendiri memperbesar risiko ekor volatilitas pasar secara berlipat ganda. Saldo utang margin di AS melonjak 54% pada Mei, menyentuh puncak sejarah $1,4 triliun. Sementara itu, total aset ETF berleveraj hampir menggandakan dalam kurang dari 70 hari, mencapai lebih dari $220 miliar pada awal Juni. Risiko dari kegilaan penambahan leveraj ini pertama kali terlihat di pasar Korea: Indeks KOSPI anjlok 10% pekan lalu, memicu circuit breaker, kemudian rebound dengan cepat, dan kembali terhenti, menyebabkan volatilitas yang parah dan melemahkan saham terkait AI di AS. Barclays memperingatkan bahwa dana berleveraj telah membeli sekitar $300 miliar dalam produk turunan terkait saham dan indeks sejak akhir Maret. Jika perlu ditutup secara terpusat dalam waktu singkat, dampaknya akan "mengerikan". Morgan Stanley juga mengingatkan bahwa ketergantungan pembeli marginal pada pembiayaan leveraj belum pernah terjadi sebelumnya, dan pembiayaan ini menjadi lebih mahal dan langka. Charles Schwab telah memperketat persyaratan margin. Leveraj ETF tidak hanya memperbesar keuntungan dan kerugian, tetapi juga dapat mendistorsi harga saham yang dilacaknya—efek "ekor yang mengibaskan anjing". Peningkatan dana memaksa pembelian derivatif, yang di-lindung nilai dengan membeli saham fisik, mendorong kenaikan harga lebih lanjut. Mekanisme ini juga bekerja secara terbalik saat tren berbalik, menciptakan spiral negatif yang memperkuat diri sendiri. Pasar Korea berfungsi sebagai contoh peringatan: KOSPI naik 87% tahun ini, didorong oleh raksasa chip memori seperti Samsung dan SK Hynix. Namun, konsentrasi kepemilikan yang tinggi ditambah dengan leveraj ekstrem meningkatkan kerapuhan pasar. Leveraj di pasar Korea diperkirakan antara 2x hingga 5x, dengan penurunan 16-36% berpotensi memicu margin call. Otoritas Korea menyatakan penyesalan karena tidak menghentikan penerbitan dana saham berleveraj tunggal yang berisiko tinggi, yang 92% dipegang oleh investor ritel. Biaya pembiayaan saham juga meroket. Spread antara tingkat pembiayaan tersirat untuk berjangka S&P 500 dan suku bunga acuan SOFR (diukur oleh kontrak AXW) mencapai level tertinggi sejak Desember 2020, menunjukkan tekanan. Sementara itu, eksposur aset ekuitas yang dipegang oleh dealer utama AS melalui pembiayaan sekuritas mencapai rekor $223 miliar. Kenaikan pasar sangat terkonsentrasi di sektor teknologi informasi, yang berarti kenaikan didukung oleh dana berleveraj di segelintir saham. Morgan Stanley memperingatkan tentang risiko non-linier: biaya pembiayaan yang tinggi menghentikan pembeli berleveraj, menghilangkan pembeli marginal dan momentum naik. Koreksi harga kemudian memicu deleveraj, yang memperbesar tekanan jual. Indeks kondisi keuangan telah mengencar, tetapi kenaikan pasar saham menutupi tekanan ini. Jika deleveraj memicu penurunan pasar, investor harus menilai ulang kondisi keuangan dan jalur kebijakan Fed. Kekuatan teknis yang sebelumnya memperbesar momentum naik melalui ekspansi leveraj mungkin mulai memotong ke arah sebaliknya.

marsbit1j yang lalu

Pedang Terhunus di Atas Pasar Bull AI: Tak Hanya Korea, Leverage Saham AS Juga Mencemaskan

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片