Internet Computer and Mpeppe: Two Cryptos That Have Proven How Bullish They Are In the Current Market

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-15Terakhir diperbarui pada 2024-09-15

Abstrak

As the crypto market experiences another wave of volatility, two cryptocurrencies have emerged as front-runners in the current bullish trend:...

As the crypto market experiences another wave of volatility, two cryptocurrencies have emerged as front-runners in the current bullish trend: Internet Computer (ICP) and Mpeppe (MPEPE). Each token has shown immense promise, albeit for different reasons, and together they highlight the diversity of opportunities available to investors in this thriving market.

The Rise of Internet Computer (ICP)

Internet Computer (ICP) is one of the most ambitious blockchain projects in the market today. Developed by the DFINITY Foundation, ICP aims to extend the functionality of the internet by enabling decentralized applications to run directly on the network. This move eliminates the need for centralized servers and cloud providers, offering a new layer of privacy and security to users and developers alike.

ICP’s price has been on a steady rise, trading at $8.65, which marks a 1.65% increase over the last 24 hours. In the past week alone, Internet Computer (ICP) has gained over 22%, making it one of the top-performing cryptocurrencies in the market. This upward trend has attracted significant attention from both retail and institutional investors, who see ICP as a long-term player in the decentralized internet space.

On a monthly basis, ICP’s value has increased by over 21%, demonstrating strong resilience and investor confidence despite broader market fluctuations. Analysts believe that this growth is tied to the platform’s ongoing technological developments and its potential to disrupt traditional cloud service models. The Internet Computer (ICP) project has positioned itself as a leading player in the blockchain space, and its recent price movements reflect this growing sentiment.

Mpeppe (MPEPE): The Gambling ICO Making a Big Splash

While Internet Computer (ICP) continues to build on its technological foundations, Mpeppe (MPEPE) has taken a different approach to market success. As a casino-focused ICO, Mpeppe is tapping into the rapidly expanding world of decentralized gambling, offering users a fair and transparent platform to engage in online betting. With a current price of $0.0021, Mpeppe (MPEPE) is still in its early stages but has already proven to be a promising opportunity for investors seeking high returns.

Mpeppe’s unique value proposition lies in its use of blockchain technology to ensure provably fair gaming outcomes. This has made it a standout in the crowded ICO space, attracting significant attention from both retail traders and larger whales. As gambling continues to grow as a major use case for blockchain, Mpeppe (MPEPE) is positioning itself as the go-to platform for decentralized gaming.

Comparing the Two: ICP vs. MPEPE

While Internet Computer (ICP) and Mpeppe (MPEPE) operate in entirely different sectors, both cryptocurrencies have proven themselves to be bullish in the current market. Internet Computer (ICP) appeals to investors looking for a long-term infrastructure play, with its focus on decentralized applications and internet functionality. On the other hand, Mpeppe (MPEPE) targets a more niche audience—gamblers and traders seeking short-term gains through its ICO.

Despite their differences, both tokens share one commonality: they are riding the bullish wave in the crypto market. Internet Computer (ICP) continues to see strong growth in adoption and price, while Mpeppe (MPEPE) has gained traction due to its innovative approach to decentralized gambling.

What’s Next for ICP and MPEPE?

As the bullish market continues, both Internet Computer (ICP) and Mpeppe (MPEPE) are poised for further growth. Analysts predict that ICP could continue its upward trajectory as more developers and businesses adopt its decentralized infrastructure. With its strong foundation and growing market capitalization, Internet Computer (ICP) is likely to remain a key player in the crypto space for years to come.

On the other hand, Mpeppe (MPEPE) could see explosive growth as it nears the end of its ICO. With increasing interest from investors and gamblers alike, Mpeppe (MPEPE) is expected to experience a significant price increase in the coming months. The decentralized gambling market is booming, and Mpeppe is well-positioned to capitalize on this trend.

Conclusion

In the fast-paced world of cryptocurrency, both Internet Computer (ICP) and Mpeppe (MPEPE) have demonstrated their ability to thrive in a bullish market. While ICP offers a long-term play in the decentralized internet space, Mpeppe (MPEPE) is a high-risk, high-reward opportunity in the booming gambling sector. Together, these two tokens represent the wide range of opportunities available to crypto investors, from infrastructure development to niche gaming platforms.

As the market continues to evolve, both Internet Computer (ICP) and Mpeppe (MPEPE) are cryptos to watch, each with the potential to deliver substantial returns to their holders

For more information on the Mpeppe (MPEPPE) Presale: 

Visit Mpeppe (MPEPPE)

Join and become a community member: 

https://t.me/mpeppecoin

https://x.com/mpeppecommunity?s=11&t=hQv3guBuxfglZI-0YOTGuQ

 

Bitcoinist

Bitcoinist

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Bacaan Terkait

Tencent Membeli Chip Baidu

Selama dua dekade, internet Tiongkok cenderung membangun perusahaan super yang memiliki segala kemampuan. Namun, tren ini tampaknya berubah, ditandai dengan beberapa perkembangan utama: **1. Chip Berubah dari Beban Menjadi Mesin Uang** Raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba awalnya mengembangkan chip (seperti Baidu's Kunlun Core) untuk mengurangi ketergantungan dan biaya perangkat keras (mis., dari Nvidia). Kini, dengan ledakan aplikasi AI dan Agent yang membutuhkan komputasi inferensi skala besar, chip ini telah menjadi bisnis yang menguntungkan. Kunlun Core tidak hanya digunakan internal Baidu, tetapi juga telah melayani klien eksternal seperti China Mobile, Geely, dan bahkan **Tencent**. **2. Tencent Membeli Chip Baidu: Pertanda Kematangan Industri** Fakta bahwa Tencent, pesaing tradisional Baidu, menjadi klien Kunlun Core adalah sinyal penting. Hal ini mengindikasikan dimulainya spesialisasi dan kolaborasi dalam ekosistem AI Tiongkok. Perusahaan mulai menyadari bahwa membangun segala sesuatu sendiri (closed-loop) tidak efisien dalam era AI yang membutuhkan infrastruktur mahal. Kerja sama kompetitif seperti ini mirip dengan hubungan Apple-Samsung di industri smartphone. **3. Valuasi Pasar Modal yang Berubah** Rencana Baidu untuk memisahkan Kunlun Core dengan valuasi IPO sekitar $50 miliar (bahkan lebih tinggi dari valuasi pasar Baidu sendiri) serta rencana serupa dari Alibaba (lewat Pingtouge) mencerminkan perubahan persepsi investor. Pasar kini menghargai perusahaan infrastruktur AI ("penjual sekop") yang memiliki model bisnis jelas, terutama dengan meledaknya kebutuhan inferensi. Banyak perusahaan chip AI Tiongkok lainnya juga sedang dalam proses IPO. **4. Perang Infrastruktur Global** Dinamika ini sejalan dengan tren global. Pemain AI utama seperti OpenAI, Google, Amazon, Microsoft, dan Meta juga mengembangkan chip mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mengontrol biaya inferensi (pengeluaran terbesar), mengoptimalkan perangkat lunak dan perangkat keras, serta mengurangi ketergantungan pada vendor tunggal seperti Nvidia. **Kesimpulan: Kompetisi Beralih ke Lapisan Dasar** Perkembangan ini menandai pergeseran logika industri. Jika sebelumnya persaingan berfokus pada model AI (2023) lalu aplikasi (2024), kini perang telah bergeser ke infrastruktur paling dasar (2025-2026): efisiensi biaya per Token, kinerja klaster inferensi, dan keamanan pasokan komputasi. Alih-alih membangun kerajaan tertutup, perusahaan-perusahaan besar mulai "melepaskan" kemampuan intinya (seperti chip) ke pasar, menciptakan ekosistem AI yang lebih terbuka dan terspesialisasi. Era di mana satu perusahaan super mencoba melakukan semuanya sendiri tampaknya akan berakhir.

marsbit11m yang lalu

Tencent Membeli Chip Baidu

marsbit11m yang lalu

Token itu Sendiri adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

**Tokenisasi Saham: Tiga Model, Mana yang Cocok untuk Anda?** Tokenisasi saham memungkinkan investasi dalam saham AS (seperti Nvidia atau SpaceX) melalui blockchain, tanpa perlu rekening broker tradisional. Namun, ada tiga model utama dengan hak dan risiko berbeda: 1. **Saham Asli di Rantai (contoh: Superstate):** Token mewakili kepemilikan sah dalam daftar pemegang saham perusahaan. Pemegang memiliki **hak penuh** (suara, dividen), tetapi kompatibilitas dengan DeFi mungkin terbatas. 2. **Token yang Didukung Aset (contoh: Backed, Ondo):** Token diterbitkan oleh entitas khusus (SPV) yang memegang saham asli 1:1. Investor mendapat **keuntungan harga dan dividen** (ditambahkan ke saldo token), tetapi **tidak memiliki hak suara**. Model ini sangat **dapat dikombinasikan dengan DeFi** (seperti pinjam-meminjam), namun membawa risiko jika SPV gagal. 3. **Kontrak Berjangka Perpetual (contoh: TradeXYZ, Ostium):** Produk derivatif murni untuk **berspekulasi pada harga** tanpa kepemilikan saham dasar sama sekali. Tidak ada hak suara atau dividen. Sangat likuid dan dapat diluncurkan cepat, tetapi merupakan instrumen berisiko tinggi dengan leverage. **Intinya:** Token saham tidak harus identik dengan saham asli. Pilihannya tergantung kebutuhan: * **Model 1:** Untuk kepemilikan penuh dan hak hukum. * **Model 2:** Untuk eksposur harga + utilitas di ekosistem DeFi. * **Model 3:** Untuk perdagangan spekulatif 24/7 dengan leverage. Pasar sedang berkembang, dengan lembaga tradisional seperti DTCC dan NYSE juga mulai bereksperimen dengan tokenisasi sekuritas.

marsbit12m yang lalu

Token itu Sendiri adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

marsbit12m yang lalu

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

AI Diberikan Peran sebagai CEO, 10 Perusahaan Hampir Bangkrut Sebuah eksperimen dari Princeton University, CEO-Bench, menguji kemampuan 14 model AI (termasuk GPT-5.5, Claude Opus, Gemini) untuk menjalankan perusahaan SaaS virtual dengan modal awal $1 juta selama 500 hari. Hasilnya dramatis: 10 model mengalami kegagalan, 5 di antaranya bangkrut sebelum simulasi berakhir. Hanya 3 model AI yang menghasilkan laba: Claude Fable 5 (juara dengan $47.15 juta), Claude Opus 4.8 ($27.8 juta), dan GPT-5.5 ($21.3 juta). Yang mengejutkan, peringkat keempat diraih oleh algoritma berbasis aturan (rule-based) sederhana yang meraup $15.76 juta, mengalahkan banyak model canggih. Kunci pembelajaran: 1. **Eksplorasi > Kehati-hatian:** Model yang sukses (seperti GPT-5.5 dan Opus 4.8) aktif mencoba strategi baru dan beradaptasi. Model yang terlalu konservatif hanya bisa bertahan, tidak untung. 2. **Kemampuan Krusial:** CEO AI yang baik perlu mampu menemukan informasi tersembunyi, memprediksi masa depan, beradaptasi cepat terhadap perubahan, dan merencanakan ke depan. 3. **Agent Pemrograman Bukan Solusi Ajaib:** Menggunakan agent pemrograman (seperti Claude Code) untuk peran CEO justru menurunkan performa. Tampaknya, dibutuhkan kerangka kerja (harness) yang spesifik untuk setiap bidang/industri. Eksperimen ini menyoroti bahwa meski AI unggul dalam eksekusi dalam parameter yang ditetapkan, "intuisi" untuk membuat kerangka strategis mendasar — seperti matriks legendaris Steve Jobs yang menyelamatkan Apple — masih menjadi domain manusia.

marsbit22m yang lalu

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

marsbit22m yang lalu

Token itu Sendiri Adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

Judul asli: "Token Itu Sendiri Adalah Aset: Tiga Jenis Token Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?" Untuk investor di luar AS yang ingin membeli saham seperti SpaceX atau Nvidia, prosesnya rumit. Tokenisasi saham di blockchain menawarkan alternatif dengan tiga model berbeda, masing-masing dengan hak kepemilikan dan profil risiko yang berbeda. **Model 1: Kepemilikan Saham Penuh.** Contohnya adalah Superstate yang mendaftarkan saham langsung di blockchain Solana. Pemegang token dicatat di daftar pemegang saham resmi perusahaan, memiliki hak suara, dividen, dan status pemegang saah resmi. **Model 2: Token dengan Dukungan Aset 1:1 (tanpa hak suara).** Dikeluarkan oleh entitas khusus (SPV) seperti yang dilakukan Backed (xStocks) dan Ondo. Token ini didukung 1:1 oleh saham nyata yang dipegang SPV. Investor mendapat manfaat dari kenaikan harga dan dividen (ditambahkan ke saldo token), tetapi tidak memiliki saham langsung atau hak suara. Risikonya termasuk kegagalan SPV, seperti yang terjadi pada PreStocks. Keunggulannya adalah komposabilitas tinggi di ekosistem DeFi (misalnya, untuk collateral pinjaman). **Model 3: Kontrak Berjangka Abadi (Tanpa Aset Dasar).** Platform seperti TradeXYZ (di Hyperliquid) dan Ostium menawarkan kontrak berjangka abadi yang hanya melacak harga saham, tanpa kepemilikan saham sama sekali. Produk ini populer karena volume perdagangan tinggi, likuiditas, dan kemudahan pembuatan pasar (hanya membutuhkan oracle harga). Ini murni instrumen spekulatif untuk mendapat keuntungan dari pergerakan harga. **Intinya:** Ketiga model tersebut melayani kebutuhan berbeda: pemegang jangka panjang yang menginginkan hak penuh, pengguna DeFi yang mengutamakan komposabilitas, dan pedagang spekulatif yang mencari leverage dan perdagangan 24/7. Nilai inti token tidak harus identik dengan saham asli; token adalah kelas aset baru yang beradaptasi dengan beragam preferensi investor.

Foresight News23m yang lalu

Token itu Sendiri Adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

Foresight News23m yang lalu

Belum Ada Guncangan Pasokan – Mengapa Titik Terendah Harga Bitcoin Mungkin Harus Menunggu

Pasar biasanya melihat setiap pelarian "lemah" sebagai sinyal bullish. Logikanya sederhana: selama fase bear, pemegang jangka pendek (STH) mulai menjual dengan kerugian, menambah pasokan segar ke pasar. Dengan turunnya Bitcoin dari sekitar $80k ke $59k, tidak mengherankan jika pemegang ini kini tertekan dan mengunci kerugian. Data menunjukkan sekitar 50.000 BTC dikirim ke bursa dengan kerugian dalam 24 jam terakhir. Indeks Fear & Greed juga kembali ke wilayah 'ketakutan ekstrem'. Sinyal lain datang dari penambang: biaya produksi Bitcoin telah naik ke sekitar $78k, jauh di atas harga spot saat ini sekitar $60k, memberikan tekanan pada operasi penambangan. Semua faktor ini menunjukkan BTC mungkin sedang membentuk dasar. Namun, satu bagian kritis masih hilang: permintaan. Meskipun ada sinyal kapitulasi, data on-chain menunjukkan saldo di bursa sentralisasi (CEX) justru meningkat, dengan cadangan bertambah bersih 85k BTC sejak awal 2026. Aliran institusional juga negatif, dengan ETF spot Bitcoin mengalami outflow bersih 71,6k BTC dalam sebulan terakhir. Ini menunjukkan pembeli belum menyerap kelebihan pasokan. Kesimpulannya, meskipun sentimen lemah, tekanan penambang, dan kapitulasi STH menunjukkan dasar potensial, tidak akan ada guncangan pasokan (supply shock) yang berarti hingga saldo bursa mulai tren turun dan permintaan nyata muncul. Narasi pembentukan dasar Bitcoin terlihat prematur tanpa peningkatan permintaan ini.

ambcrypto28m yang lalu

Belum Ada Guncangan Pasokan – Mengapa Titik Terendah Harga Bitcoin Mungkin Harus Menunggu

ambcrypto28m yang lalu

Trading

Spot
活动图片