ETH’s Bearish Sentiment: Mpeppe Pulls Investment From STRX Holders & ETH Whales

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-15Terakhir diperbarui pada 2024-09-15

Abstrak

As Ethereum (ETH) experiences a bearish sentiment, investors are increasingly looking for alternative assets to diversify their portfolios. Among these...

As Ethereum (ETH) experiences a bearish sentiment, investors are increasingly looking for alternative assets to diversify their portfolios. Among these assets, Mpeppe (MPEPE) has emerged as a top contender, especially attracting investors from the Starknet (STRX) community and large ETH whales. Mpeppe’s appeal lies in its potential for high returns and the growing interest in decentralized gambling tokens. In this article, we explore how the bearish outlook for ETH is pushing holders to shift their capital into Mpeppe and what this means for the Starknet (STRX) ecosystem.

Starknet’s New Staking Mechanism: A Mixed Bag for Investors

Earlier this month, Starknet (STRX) made headlines by approving a new staking mechanism that utilizes a dynamic minting curve. The community overwhelmingly supported the proposal, with 98.94% of voters in favor. This staking mechanism is designed to balance rewards with inflation, incentivizing participation without diluting the token’s value.

The minting curve adjusts the supply of STRK tokens based on how many users are staking, with the minting rate decreasing as staking participation rises. This ensures that token inflation remains in check while providing ample rewards to those who choose to participate in staking.

However, despite the excitement around this new staking feature, Starknet (STRX) has been unable to avoid the broader bearish sentiment surrounding Ethereum (ETH). As ETH faces challenges, including high transaction fees and a congested network, some investors are re-evaluating their positions in related Layer 2 solutions like Starknet.

Mpeppe (MPEPE): A High-Reward Alternative for ETH Whales

While Starknet (STRX) remains an attractive option for long-term investors, the recent downturn in ETH prices has led many ETH whales and STRX holders to look for alternative investments that offer higher returns in the short term. This is where Mpeppe (MPEPE) comes into the picture.

Mpeppe is a decentralized gambling token that has garnered significant attention due to its potential for explosive growth. With its current price hovering around $0.0021, many investors see this as an opportunity to get in early on a token that could provide 150x returns in the near future. Unlike Starknet, which focuses on scaling solutions for Ethereum, Mpeppe is part of the booming online gambling sector, offering a high-risk, high-reward investment option.

Why STRX Holders Are Moving to Mpeppe

One of the primary reasons why Starknet (STRX) holders are shifting to Mpeppe (MPEPE) is the promise of quick, high returns. While STRX offers stability and long-term potential, the current bearish sentiment around Ethereum has many investors seeking more immediate opportunities. With Mpeppe’s presale nearing its conclusion, the window to invest at its current low price is closing fast, making it an attractive option for those willing to take on more risk.

Additionally, the decentralized gambling market is expected to see significant growth in the coming years, further increasing the potential for Mpeppe to appreciate in value. As more ETH whales and STRX holders move into this space, the price of Mpeppe (MPEPE) is likely to see a sharp increase.

The Future of Starknet (STRX) and Mpeppe

While Starknet’s new staking mechanism has been a success, it may not be enough to keep investors from diversifying into more speculative assets like Mpeppe (MPEPE). The promise of 150x returns in a burgeoning market is hard to ignore, especially when compared to the slower, steadier growth expected from Starknet.

That said, Starknet remains a strong contender in the Layer 2 space, and its dynamic minting curve is expected to provide stability and long-term growth for the STRX token. As the Ethereum network continues to struggle with congestion and high fees, Starknet will likely play an increasingly important role in helping to scale the network.

In conclusion, while the current bearish sentiment around ETH has pushed some investors to seek higher returns in Mpeppe, both Starknet and Mpeppe (MPEPE) offer unique value propositions. Starknet provides a stable, scalable solution for Ethereum, while Mpeppe offers the potential for explosive growth in the decentralized gambling space. For investors looking to diversify, holding both STRX and Mpeppe could provide a balanced approach to navigating the current market conditions.

For more information on the Mpeppe (MPEPPE) Presale: 

Visit Mpeppe (MPEPPE)

Join and become a community member: 

https://t.me/mpeppecoin

https://x.com/mpeppecommunity?s=11&t=hQv3guBuxfglZI-0YOTGuQ

 

Bitcoinist

Bitcoinist

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

IBIT Alami Outflow Rp 185 Triliun dalam Seminggu, ETF Bitcoin Terbesar Berubah Menjadi Tembok Tekanan Jual yang Harus Ditembus Bull

IBIT, ETF Bitcoin terbesar dari BlackRock, menyumbang 73% dari total aliran keluar bersih ETF Bitcoin spot AS pekan lalu, dengan penarikan dana sebesar $1,3 miliar dalam satu minggu. Hal ini mengubah narasi ETF yang sebelumnya menjadi saluran masuk utama modal institusional menjadi sumber tekanan jual potensial. Aliran keluar yang terkonsentrasi di produk terbesar dan paling likuid ini menguji ketahanan Bitcoin di level kritis sekitar $60.000. Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada sesi perdagangan 26 Juni, seluruh aliran keluar bersih harian sebesar $444,5 juta berasal dari IBIT. Tekanan ini muncul saat harga Bitcoin sudah tertekan, memperumit upaya pemulihan. Mekanisme ETF memungkinkan penebusan dilakukan baik secara tunai maupun dalam bentuk Bitcoin fisik, sehingga aliran keluar tidak selalu sama dengan penjualan spot langsung. Namun, ini menciptakan risiko transmisi dan pertanyaan tentang siapa yang akan menyerap likuiditas jika pemegang ETF terus keluar. Skenario ke depan terbagi dua: Jika aliran keluar IBIT melambat dan Bitcoin berhasil bertahan di atas $59.000-$62.000, tekanan pekan ini dapat dilihat sebagai proses pembersihan. Namun, jika IBit terus mendominasi aliran keluar dan Bitcoin gagal reclaim level $60.000, narasi "dinding tekanan jual" akan menguat, mengharuskan pembeli di luar ekosistem ETF untuk menopang pasar tanpa bantuan narasi permintaan institusional yang sebelumnya didorong oleh ETF. Hari-hari perdagangan mendatang akan menentukan jalurnya.

marsbit20m yang lalu

IBIT Alami Outflow Rp 185 Triliun dalam Seminggu, ETF Bitcoin Terbesar Berubah Menjadi Tembok Tekanan Jual yang Harus Ditembus Bull

marsbit20m yang lalu

‘Raja Panggilan’ Hayes Kembali Bertindak, Kali Ini Dia Incar Deribit

Pada 29 Juni, alamat terkait Arthur Hayes, pendiri BitMEX, membeli sekitar 6,16 juta token SYN senilai $2,2 juta melalui platform OTC Flowdesk dengan harga rata-rata $0,3573. Hayes kemudian memposting di X bahwa SYN adalah salah satu investasi paling asimetris yang dia lihat sejak HYPE, dan menyatakan bahwa Hypercall adalah penantang untuk menggoyang dominasi Deribit di pasar opsi. Harga SYN melonjak lebih dari 40% dalam 24 jam, dengan kenaikan 10x pada Juni 2026, meningkatkan FDV-nya menjadi sekitar $110 juta. Synapse Protocol, diluncurkan pada 2021, awalnya adalah infrastruktur lintas rantai. Kini, timnya mengembangkan Hypercall, protokol opsi on-chain di ekosistem Hyperliquid, yang menawarkan perdagangan opsi 24/7 untuk berbagai aset tanpa risiko likuidasi bertingkat. Meski masih dalam tahap Alpha, Hypercall diklaim telah mencatat volume perdagangan kumulatif lebih dari $55 miliar. Deribit, platform opsi terpusat yang berdiri sejak 2016, masih mendominasi sekitar 85% pasar opsi crypto dengan aset total $3,588 miliar. Keunggulannya terletak pada likuiditas yang dalam dan alat profesional, namun memiliki keterbatasan seperti risiko custodial dan persyaratan KYC. Hayes melihat peluang bagi platform opsi on-chain seperti Hypercall untuk bersaing, khususnya di segmen aset DeFi-native dan aset baru seperti RWA. Namun, menggeser Deribit yang telah mapan akan menjadi tantangan besar. Aksi 'call' Hayes baru-baru ini menuai kontroversi. Dia sebelumnya mempromosikan HYPE, lalu menjualnya, sebelum membeli kembali. Laporan penelitian Maelstrom tentang CARDS yang memprediksi harga $4 juga diikuti penurunan harga aset tersebut. Kritik muncul, menuduhnya menciptakan 'likuiditas keluar' bagi pengikutnya, meski Hayes membalas bahwa itu hanyalah aktivitas trading biasa.

Foresight News32m yang lalu

‘Raja Panggilan’ Hayes Kembali Bertindak, Kali Ini Dia Incar Deribit

Foresight News32m yang lalu

Setahun Setelah Runtuhnya Perusahaan Vault Kripto, Para Peniru Telah Kembali

Penulis: Rasheed Saleuddin | Disusun oleh: Deep Tide TechFlow Setahun setelah kebangkrutan perusahaan perbendaharaan aset digital (DAT) yang merugikan investor awal hingga 99%, skema serupa telah kembali. Kali ini, mereka membungkus saham SpaceX dan token HYPE. Kelompok Triller mengumumkan diri sebagai "perusahaan perbendaharaan SpaceX" pertama, mendorong kapitalisasi pasarnya melonjak. Sementara itu, perusahaan lama LGHL beralih dari memegang aset kripto seperti SOL ke token HYPE. Fenomena ini mengulangi siklus "Bitcoin yield" yang dipelopori MicroStrategy (MSTR), di mana saham perusahaan diperdagangkan dengan premi besar di atas nilai aset Bitcoin yang mereka pegang. Namun, banyak peniru seperti TwentyOne, Metaplanet, dan Nakamoto mengalami kerugian dahsyat hingga 95% atau lebih dari puncaknya, menghancurkan kekayaan investor. Skema ini tidak memiliki dasar fundamental karena investor dapat membeli Bitcoin langsung atau melalui ETF yang murah. Premi DAT didorong oleh teori "greater fool", spekulasi, dan perasaan bahwa sistem tradisional tidak adil, sehingga menarik spekulan yang mencari keuntungan cepat. Sayangnya, penawaran manipulatif "pump and dump" ini terus ada karena ada permintaan dari spekulan. Sejarah terulang, dan seperti gelembung tulip pada 1637, kegilaan ini berakhir dengan kerugian besar bagi investor biasa, sementara pihak dalam mengambil keuntungan. Pesan intinya: skema "pump and dump" bukan celah, melainkan produk itu sendiri bagi pelakunya.

marsbit42m yang lalu

Setahun Setelah Runtuhnya Perusahaan Vault Kripto, Para Peniru Telah Kembali

marsbit42m yang lalu

Sore Ini, Korea Selatan Akan Menggadaikan Nasib Bangsa Sepuluh Tahun ke Depan

Kantor Presiden Korea Selatan mengumumkan bahwa Samsung dan SK Group akan mengungkap rencana investasi besar dalam pertemuan yang dipimpin Presiden Lee Jae-myung pada Senin sore. Menurut laporan media, kedua konglomerat tersebut berencana menginvestasikan total sekitar 1,3 triliun dolar AS (2000 triliun won) selama dekade mendatang untuk memperkuat industri semikonduktor domestik, terutama di bidang manufaktur chip dan fasilitas pengemasan. Investasi masif ini, yang setara dengan hampir 70% PDB Korea Selatan tahun 2025, dipandang sebagai langkah strategis pemerintah untuk mempertahankan posisi kunci negara itu dalam rantai pasokan infrastruktur AI global. Fokusnya adalah pada produksi memori kinerja tinggi, seperti High-Bandwidth Memory (HBM), yang permintaannya melonjak drastis akibat perkembangan pesat model AI besar dan pusat data. Artikel ini membahas bagaimana AI telah mengubah memori dari komoditas bersiklus menjadi komponen penting yang membatasi ekspansi daya komputasi. Sementara Samsung dan SK Hynix (anak perusahaan SK Group) sudah berencana memperluas produksi HBM untuk memenuhi pesanan yang telah dijadwalkan beberapa tahun ke depan, keterlibatan langsung pemerintah menandakan keyakinan bahwa lonjakan permintaan AI bukan fenomena sementara, melainkan gelombang industri yang berlangsung lama. Namun, pertanyaan tetap ada apakah industri memori benar-benar dapat lepas dari sifat siklusnya yang historis. AI mungkin memperpanjang siklus saat ini, tetapi investasi skala besar selama satu dekade ini tetap merupakan taruhan besar Korea Selatan terhadap masa depan permintaan semikonduktor yang didorong oleh AI.

Odaily星球日报1j yang lalu

Sore Ini, Korea Selatan Akan Menggadaikan Nasib Bangsa Sepuluh Tahun ke Depan

Odaily星球日报1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli STRX

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Staked TRX (STRX) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Staked TRX (STRX) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Staked TRX (STRX) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Staked TRX (STRX) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Staked TRX (STRX)Lakukan trading Staked TRX (STRX) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

127 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli STRX

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga STRX (STRX) disajikan di bawah ini.

活动图片