Кристофер Уоллер: «Банки не нуждаются в ускорения трансграничных платежей»

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-09-02Terakhir diperbarui pada 2024-09-02

Кристофер Уоллер (Christopher Waller) на конференции Global Fintech Fest в индийском городе Мумбаи объявил, что стандартные скорости клиринга и расчетов по банковским платежам полностью отвечают требованиям рынка. Они позволяют кредитным учреждениям заблаговременно противодействовать финансированию терроризма, выявлять мошенничество или неправильно оформленные платежи.

При этом возможность применения оптовых валют центральных банков (CBDC), которые, как предполагается, способствуют ускорению трансграничных платежей через банки-корреспонденты, должна рассматриваться «исключительно для исследований и экспериментов».

«Не существует волшебного средства, которое увеличило бы скорость и эффективность банковских операций без компромиссов. Если не будут найдены новые решения, взаимосвязь трансграничных платежных систем в CBDC может увеличить бремя управления рисками для банков, которые в них участвуют», — считает Уоллер.

Представитель ФРС добавил, что, по его мнению, не все стороны трансграничной транзакции хотят более быстрых платежей. Например, главная проблема любой финансовой операции заключается в том, что продавец хочет получить свои деньги как можно быстрее, а покупатель объекта или посредник покупателя обычно имеет стимул ждать как можно дольше, чтобы оттянуть момент оплаты за то, что он уже купил.

Чиновник обратил внимание слушателей, что согласно экономической теории, все глобально взаимосвязанные платежные системы основаны на выгоде местных систем. Из этого следует, что прежде чем обращаться к ускорению трансграничных платежей, банковскому рынку необходимо сосредоточиться на развитии внутренних систем расчетов в CBDC, а также реализовать на практике эффективные механизмы управления, надзора и конфиденциальности цифровых инструментов. Если эти условия не выполняется, то ускорение трансграничных платежей и создание глобальных сетей, использующих CBDC, может оказаться дорогой в никуда, резюмирует Кристофер Уоллер.

Накануне Валютное управление Гонконга (HKMA) анонсировало запуск песочницы Ensemble Sandbox для изучения возможности проведения межбанковских расчетов с использованием оптовой цифровой валюты центрального банка (wCBDC).

Читайте оригинальную статью на сайте Bits.media

Bacaan Terkait

Yayasan Ethereum Sudah Mati, Era Organisasi Diversifikasi Ethereum Harus Bangkit

Yayasan Ethereum (EF) menghadapi masa transformasi dan tantangan besar. Baru-baru ini, tim dukungan protokol EF secara resmi dibubarkan, menyusul pengunduran diri setidaknya 8 staf senior tahun ini, termasuk direktur eksekutif bersama Aya Wang. Restrukturisasi internal ini, yang disebut sebagai PHK terbesar sejak EF berdiri, memangkas 20% anggotanya. Perubahan organisasi ini bertepatan dengan munculnya lembaga independen baru seperti Ethlabs dan Ethereum Institutional, yang didirikan oleh mantan anggota EF. Lembaga-lembaga ini bertujuan mengambil alih beberapa fungsi EF, seperti penelitian, pengembangan, dan adopsi kelembagaan, menandai pergeseran menuju ekosistem Ethereum yang lebih terdesentralisasi. Sementara itu, tim keamanan EF mulai menggunakan agen AI untuk menguji dan menemukan kerentanan dalam protokol Ethereum, menunjukkan evolusi dalam metode keamanan, meskipun AI belum sepenuhnya menggantikan peran peneliti manusia. Tonggak transformasi ini memunculkan pertanyaan tentang peran masa depan EF. Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, sebelumnya menyatakan bahwa EF seharusnya tidak menjadi pusat ekosistem dan beralih ke pendekatan yang lebih kecil dan berjangka panjang. Dengan ETH yang kesulitan menembus level harga tertentu, banyak yang mempertanyakan kemampuan EF dalam memimpin pertumbuhan ekosistem ke depan. Beberapa pengamat berspekulasi bahwa peran EF mungkin akan berkurang menjadi simbol atau "maskot" bagi ekosistem, sementara organisasi baru yang lebih gesit memimpin inovasi dan adopsi skala besar.

Odaily星球日报3m yang lalu

Yayasan Ethereum Sudah Mati, Era Organisasi Diversifikasi Ethereum Harus Bangkit

Odaily星球日报3m yang lalu

IP Token Anjlok 98%, Restrukturisasi DATA adalah Upaya Terakhir? Mengurai Transformasi Story Protocol

**Story Protocol Berubah Jadi DATA Foundation: Upaya Terakhir atau Rekayasa Strategis?** Token IP dari Story Protocol telah anjlok 98% dari puncaknya. Pada 25 Juni, proyek ini mengumumkan rebranding menjadi DATA Foundation dan akan mengubah token menjadi DATA, beralih dari fokus IP ke infrastruktur data pelatihan AI. Artikel ini menganalisis bahwa rebranding seringkali adalah pengakuan kegagalan strategi lama, bukan sinyal pemulihan. Banyak contoh seperti MultiversX (Elrond) dan Golem gagal karena setelah rebranding tidak diikuti peningkatan produk, pengguna, atau likuiditas yang nyata. Namun, menilai hanya dari harga token bisa menyesatkan. Contoh seperti Kaia dan Polygon menunjukkan bahwa meski harga turun, eksekusi bisnis di lapangan bisa tetap kuat. Kesuksesan sejati ditunjukkan oleh Aave (dulu ETHLend), di mana pertumbuhan pengguna dan TVL mendahului kenaikan harga. Untuk Story/DATA, rebranding diumumkan dua minggu setelah token mencapai rekor terendah, sehingga diragukan sebagai langkah strategis jangka panjang. Pergantian CEO di yayasan juga menandai babak baru. Keberhasilan transformasi ini akan diuji oleh tiga hal: kekuatan relatif token vs pasar, likuiditas on-chain pasca-pertukaran, dan pertumbuhan nyata pengguna/pendapatan dari narasi data AI baru. Tanpa hasil nyata di ketiga aspek tersebut, rebranding ini berisiko hanya menjadi upaya marketing terakhir sebelum terlupakan.

Foresight News51m yang lalu

IP Token Anjlok 98%, Restrukturisasi DATA adalah Upaya Terakhir? Mengurai Transformasi Story Protocol

Foresight News51m yang lalu

Trading

Spot
活动图片