Henley & Partners опубликовала рейтинг стран по уровню принятия обществом криптовалют

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-09-01Terakhir diperbarui pada 2024-09-01

Самую высокую оценку, 45,7 баллов из 60 возможных, получил Сингапур, — «благодаря содействию органов власти и доступу к цифровым технологиям среди населения».

«Сингапур способствует принятию криптовалют посредством банковской системы, значительных инвестиций и всеобъемлющего регулирования», — отмечено в документе.

Второе место с оценкой 42,1 досталось Гонконгу, с его развитой инфраструктурой и либеральным налогообложением. Тройку лидеров замыкают Объединенные Арабские Эмираты (ОАЭ) с оценкой 41,8.

Исследование Henley & Partners охватило 28 стран, где действуют программы инвестиционной миграции для иностранных граждан. При составлении рейтинга баллы выдавались за такие показатели как уровень инноваций, нормативная среда, инфраструктура, налоги и так далее.

В топ-20 не оказалось ни одной из стран СНГ, включая вышедшие из блока Украину и Грузию.

Ранее в отчете аудиторской компании Ernst&Young (EY) было указано, что большинство крупных компаний верят в потенциал блокчейна, токенизации и криптовалют, и готовы инвестировать в них средства.

Читайте оригинальную статью на сайте Bits.media

Bacaan Terkait

Kapitalisasi Pasar USDT Menyusul Ethereum, Apa Sinyal yang Dikirimkan?

USDT, stablecoin yang diterbitkan oleh Tether, telah mencapai kapitalisasi pasar yang hampir menyamai Ethereum. Fenomena ini tidak menandakan bahwa Ethereum memiliki kelemahan keamanan atau nilai fundamental yang menurun. Sebaliknya, hal ini menggarisbawahi bahwa kebutuhan inti pengguna di ruang crypto adalah akses ke *dolar tanpa izin* untuk transfer yang mudah dan cepat, bukan kompleksitas teknologi blockchain yang mendasarinya. USDT beroperasi pada banyak blockchain (seperti Ethereum, Tron, Arbitrum) dengan persyaratan teknis minimal. Keamanannya terutama bergantung pada cadangan dolar dan tindakan perusahaan penerbit, Tether, bukan pada nilai atau keamanan blockchain tempatnya beredar. Kenaikan kapitalisasi pasar USDT mencerminkan pertumbuhan permintaan akan aset dolar digital yang stabil dan dapat diakses secara global, terlepas dari siapa penerbitnya atau blockchain mana yang menjadi tuan rumahnya. Data menunjukkan bahwa meskipun total nilai stablecoin (dipimpin USDT) terus berkembang pesat, kapitalisasi pasar token asli dari berbagai blockchain pintar cenderung stagnan. Ini memperkuat narasi bahwa mayoritas pengguna hanya peduli pada utilitas transfer dolar yang tanpa izin. Dominasi USDT, meskipun memiliki latar belakang lepas pantai dan kontroversi transparansi, dibandingkan dengan pesaing seperti USDC atau produk dari raksasa keuangan tradisional seperti BlackRock, membuktikan bahwa penerimaan pengguna didorong oleh likuiditas dan kemudahan penggunaan, bukan oleh merek atau struktur tata kelola yang mendasarinya. Pada intinya, fenomena USDT melampaui Ethereum menyoroti pemisahan antara nilai utilitas (transfer dolar tanpa izin) dan nilai platform teknologi blockchain. Selama kebutuhan untuk aset dolar digital yang dapat diakses secara global ada, pasar stablecoin dapat terus tumbuh, terlepas dari kinerja token asli dari blockchain individual.

Foresight News14m yang lalu

Kapitalisasi Pasar USDT Menyusul Ethereum, Apa Sinyal yang Dikirimkan?

Foresight News14m yang lalu

Crypto Observasi Pasar Saham AS: CRCL, HOOD, COIN & MSTR, Apa yang Sedang Diperdagangkan Belakangan Ini?

**Ringkasan: Perusahaan Terkait Crypto di Pasar Saham AS (CRCL, HOOD, COIN, MSTR)** Artikel ini membahas tiga perkembangan utama pada perusahaan di persimpangan pasar saham AS dan crypto dalam beberapa pekan terakhir. **1. Circle (CRCL):** Harga saham CRCL kini kembali berhubungan erat dengan sirkulasi stablecoin USDC-nya. Setelah fase koreksi valuasi pasca-IPO, kinerja fundamental Circle kembali ditentukan oleh volume USDC dan aktivitas di ekosistem DeFi. Penurunan aktivitas DeFi, seperti pasca-insiden KelpDAO, bertepatan dengan kontraksi USDC dan pelemahan harga saham CRCL. Pemulihan berkelanjutan dalam TVL DeFi dan pertumbuhan bersih USDC yang konsisten dapat menjadi sinyal titik balik positif untuk CRCL. **2. Robinhood (HOOD) vs. Coinbase (COIN):** Peluncuran *mainnet* Robinhood Chain, sebuah L2 Ethereum, mengancam narasi kelangkaan Coinbase sebagai infrastruktur crypto terintegrasi. Meski Base milik Coinbase masih lebih unggul dalam hal ekosistem developer dan distribusi stablecoin (USDC), Robinhood Chain menawarkan jalur berbeda: membawa aset tradisional (saham/ETF) dan jutaan pengguna ritelnya ke dalam keuangan *on-chain*. Kompetisi kini meluas dari sekadar platform perdagangan menjadi perebutan pintu masuk keuangan lintas aset di masa depan. **3. MicroStrategy (MSTR):** Perusahaan mulai secara aktif menjual sebagian kecil dari kepemilikan Bitcoin (BTC)-nya untuk membayar dividen saham preferen dan menjaga cadangan kas. Ini menandai pergeseran dari strategi "hanya membeli" menjadi manajemen modal yang lebih aktif. Meski penjualan saat ini skala kecil, hal ini memperkenalkan kompleksitas baru dalam penilaian MSTR, di mana investor tidak hanya mengekspos diri pada harga BTC tetapi juga pada biaya modal (bunga, dividen) dan kebijakan likuiditas perusahaan.

marsbit24m yang lalu

Crypto Observasi Pasar Saham AS: CRCL, HOOD, COIN & MSTR, Apa yang Sedang Diperdagangkan Belakangan Ini?

marsbit24m yang lalu

Trading

Spot
活动图片