Брайан Брукс: «Не обращайте внимание на волатильность криптовалют»

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-01-27Terakhir diperbarui pada 2024-08-27

Бывший гендиректор Bitfury Брайан Брукс призвал инвесторов не обращать внимание на волатильность криптоактивов, сравнив колебания их курса с ранней волатильностью акций компании Google.

Во время дискуссии в Aspen Institute, Брайан Брукс (Brian Brooks) заявил, что настоящая ценность криптовалют, таких как XRP, заключается в их способности заменить централизованные финансовые системы. На место банков, которые контролируются генеральными директорами, должны прийти децентрализованные сети, отдающие приоритет самостоятельному контролю пользователей за их деньгами. Брукс подчеркнул, что большинство людей неправильно понимают криптовалюты, полагая, что их успех зависит от способности заменить фиатные валюты.

«Самое большое заблуждение — это думать, что если криптовалюта еще не заменила доллар США, то она не справляется со своей миссией», — пояснил Брукс.

Бывший руководитель Bitfury отметил, что криптовалюты больше похожи на акции интернет-компаний. Сосредоточенность на краткосрочных движениях криптовалют лишь отвлекает внимание от более дальновидной миссии — массовом использовании децентрализованных сетей. Если кто-то инвестирует в Google в ожидании роста интернет-трафика, то покупая криптовалюты, инвесторы должны делать ставку на растущее принятие децентрализованных финансовых систем обществом.

«Для меня колебания курса не так уж важны — не более, чем волатильность Google. В первое время акции Google тоже подвергались резким скачкам», — заметил Брукс.

Старший вице-президент Ripple Брукс Энтвистл (Brooks Entwistle), тоже принявший участие в дискуссии с Брайаном Бруксом, заявил, что периоды волатильности крипторынка полезны для отрасли в долгосрочной перспективе. По мнению Энтвистла, медвежий тренд на рынке — прекрасное время для определения наиболее подходящих вариантов использования цифровых активов.

Ранее Брукс заявил, что Комиссия по ценным бумагам и биржам США (SEC) не должна запрещать торговлю XRP в Соединенных Штатах, так как со временем классификация криптоактивов может изменяться, в зависимости от их полезности или децентрализации.

Bacaan Terkait

CIO Bitwsie: Penurunan Tajam STRC Adalah Sinyal Pasar Tumbuh, Bull Market Akan Dimulai Pada Musim Gugur

Artikel ini membahas penurunan drastis harga Bitcoin di bawah $60.000, yang dipicu oleh gejolak pada saham preferen STRATOS (STRC) dari perusahaan MicroStrategy. Penulis, Matt Hougan (CIO Bitwise), menjelaskan bahwa STRC adalah produk yang dirancang untuk memberikan dividen tinggi dan stabil pada harga $100. Namun, kekhawatiran atas kemampuan MicroStrategy membayar dividen saat harga Bitcoin turun menyebabkan STRC anjlok ke $75. MicroStrategy kemudian mengumumkan kerangka kerja baru: mereka mungkin menjual sebagian Bitcoin untuk membayar dividen, membiarkan harga STRC mengambang bebas, dan berpotensi membelinya kembali di pasar sekunder. Ini menandai perubahan peran perusahaan dari pembeli Bitcoin satu arah menjadi entitas yang akan membeli dan menjual secara dinamis berdasarkan kondisi pasar. Hougan berpendapat bahwa fluktuasi STRC mencerminkan fase akhir siklus pasar, di mana leverage berlebihan sedang dibersihkan. Dia meyakini bahwa lembaga keuangan global (bank, dana pensiun, dana kekayaan negara) akan menjadi pembeli utama Bitcoin berikutnya, menggantikan MicroStrategy. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun proses deleveraging ini menyakitkan, ini adalah tanda bahwa dasar pasar sedang terbentuk. Beberapa sinyal mendekati dasar termasuk harga MSTR diperdagangkan di bawah nilai aset bersih (NAV), indeks Fear & Greed yang sangat rendah, dan tingkat pendanaan futures Bitcoin yang negatif. Hougan percaya dasar pasar sudah dekat dan bull run baru kemungkinan akan dimulai pada musim gugur tahun ini.

Foresight News15m yang lalu

CIO Bitwsie: Penurunan Tajam STRC Adalah Sinyal Pasar Tumbuh, Bull Market Akan Dimulai Pada Musim Gugur

Foresight News15m yang lalu

Pendiri ENS Ingin 'Merebut Kekuasaan' dari Tangan DAO

Pada 29 Juni, proposal perpanjangan kewenangan veto Komite Keamanan ENS DAO selama dua tahun memasuki tahap voting on-chain. Pendiri ENS, Nick Johnson, menggunakan kepemilikan ENS-nya yang besar untuk memberikan suara menentang, meningkatkan suara penolakan menjadi 3,55 juta. Komite Keamanan, dibentuk Juli 2024 dengan kewenangan veto 4/8, bertujuan melindungi perbendaharaan DAO sebesar $350 juta dari proposal berbahaya. Tindakan Nick Johnson ini dipandang sebagai langkah awal dalam upayanya mereformasi tata kelola ENS DAO. Pada November 2025, ia menyatakan keprihatinan bahwa DAO penuh dengan politik internal, menyebabkan orang-orang berkompetensi pergi. Sebelumnya, pada 19 Juni, COO ENS Katherine Wu mengajukan proposal untuk memperkuat Yayasan ENS, menyerahkan pengelolaan operasional sehari-hari dan perbendaharaan kepada yayasan yang direstrukturisasi, sementara DAO mempertahankan kekuasaan inti seperti upgrade protokol. Proposal ini menuai kontroversi, terutama terkait kontrol atas perbendaharaan. Nick menjelaskan bahwa penolakannya terhadap perpanjangan komite didasari kekhawatiran kurangnya checks and balances, serta potensi penyalahgunaan veto untuk tujuan politik. Menanggapi hal ini, Katherine mengajukan proposal revisi yang meningkatkan ambang eksekusi veto dari 4/8 menjadi 5/8 dan menambahkan mekanisme pembatasan. Langkah ini terjadi di tengah penurunan pendapatan ENS, dari lebih dari $10 juta (2023) menjadi kurang dari $2 juta (2025). Dengan kepemilikan token yang signifikan, Nick memiliki kemampuan untuk mendorong perubahan. Tekanannya kini adalah memastikan yayasan baru berkinerja lebih baik daripada tata kelola DAO sebelumnya.

Foresight News45m yang lalu

Pendiri ENS Ingin 'Merebut Kekuasaan' dari Tangan DAO

Foresight News45m yang lalu

Memprediksi Babak Gugur Piala Dunia, Seberapa Besar Perbedaan Level AI?

**Ringkasan: Prediksi Piala Dunia oleh AI, Seberapa Akuratkah Mereka?** Odaily Planet Daily menguji akurasi prediksi berbagai model AI (ChatGPT, Grok, Qwen, DeepSeek, Gemini, Claude) untuk babak knockout Piala Dunia dengan membandingkannya dengan hasil aktual. **DeepSeek dan Gemini** menonjol dengan prediksi brilian mereka untuk pertandingan Belanda vs Maroko. Keduanya tidak hanya meramal hasil seri 1-1 di waktu normal, tetapi juga memprediksi kemenangan Maroko melalui adu penalti, yang ternyata sangat akurat. **Grok dan Qwen** menunjukkan konsistensi dalam memprediksi skor tepat untuk pertandingan dengan tim favorit yang jelas, seperti Kanada 1-0 atas Afrika Selatan dan Brasil 2-1 atas Jepang. Mereka pandai memperkirakan seberapa sulit tim unggul akan menang. **ChatGPT** lebih kuat dalam menganalisis dinamika dan kesulitan pertandingan. Misalnya, ia memperkirakan Jepang dan Pantai Gading akan memberikan perlawanan sengit meski kalah, yang terbukti benar. Namun, ChatGPT cenderung ragu untuk memprediksi kejutan besar. Kegagalan kolektif terjadi pada pertandingan Jerman vs Paraguay. Semua model AI meramalkan kemenangan mudah Jerman, tetapi Paraguay berhasil membawa pertandingan ke adu penalti dan mengeliminasi Jerman. **Kesimpulan:** Setiap model AI memiliki keunggulannya masing-masing. DeepSeek dan Gemini paling berani dan akurat dalam memprediksi kejutan. Grok dan Qwen stabil untuk prediksi skor pada pertandingan favorit. ChatGPT unggul dalam analisis proses pertandingan. Pemilihan model bergantung pada kebutuhan: apakah untuk prediksi skor/kejutan atau untuk memahami alur pertandingan.

Odaily星球日报1j yang lalu

Memprediksi Babak Gugur Piala Dunia, Seberapa Besar Perbedaan Level AI?

Odaily星球日报1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片