XEX市场观察报告:一度暴涨近100%!中国市场突迎“历史性时刻”

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-08-21Terakhir diperbarui pada 2024-08-21

Abstrak

随着《黑神话:悟空》的高人气,WUKONG迷因币也应声上涨。

中国历史上首款3A游戏《黑神话:悟空》在周二( 8 月 20 日)正式推出,全平台销量超 450 万份,销售额超 15 亿元人民币。利多消息传出后,WUKONG 迷因币(Black Myth WuKong)一度暴涨近 100% ,随后回吐涨幅报在 6.03 美元。

根据国游畅销榜统计,截至目前,《黑神话:悟空》在 Steam 上已售出超过 300 万份,加上 WeGame、Epic 和 PS 平台,目前总销量超过 450 万份,总销售额超过 15 亿元。当前,游戏 Steam 好评率维持在 95% 的水平,其中,中文评论占比约为 90% 。

XEX市场观察报告:一度暴涨近100%!中国市场突迎“历史性时刻”

《黑神话:悟空》是由中国游戏开发商“游戏科学”(Game Science)采用虚幻 5 引擎制作,以古典名著《西游记》为蓝本开发、打造充满仙佛妖怪神话世界的动作角色扮演游戏。周二开放预载导致 Steam 下载频宽飙升至 70 Tbps,打破了 2020 年底《Cyberpunk 2077 》创下的 50 Tbps 纪录。

该游戏凭借其高开发成本和较长的开发周期,将其誉为中国首款3A游戏大作,备受中国玩家期待,称其为“国产游戏之光”,号称如中国版《战神》、《艾尔登法环》,玩家将扮演中国神话小说人物孙悟空,击败肆虐人间的妖怪。

据悉,游戏科学成立于 2014 年 6 月,与腾讯有着千丝万缕的关系。公司创始团队全部来自腾讯,主创团队主要来自《御龙在天》《qq 华夏》《全民飞机大战》等腾讯端游、手游项目。比如,公司创始人冯骥,曾是腾讯《斗战神》项目的核心成员,这款游戏同样建立在孙悟空这个大 IP 上面。

腾讯是游戏科学的金主之一,在《黑神话:悟空》的演示视频发布后,腾讯第一时间组团调研,随后通过增资获得了游戏科学公司 5% 的股权。据估算,腾讯对游戏科学公司投资很有可能超过了 2 亿元人民币。

此次投资不像以往那样,腾讯承诺不干预经营决策的“三不”原则,游戏科学将继续保持独立经营,自主性上不会受到影响。除了获得来自腾讯的战略投资,在 2017 年 5 月,游戏科学获得了英雄互娱(现名为英雄游戏)的 6000 万元投资,使游戏科学公司估值升至 3 亿元。

中国网友普遍对《黑神话:悟空》抱持满意态度,更有网友推论,黑悟空线上人数破 140 万, 比 2077 最高峰还高 40 万,不是到周末晚上就上看线上 200 万了?唯一悬念就是能不能破绝地求生的 300 万记录。

但与此同时,游戏社群对《黑神话:悟空》也有质疑声浪,提出“黑神话的战斗没什么意思,就一根棍子从头打到尾,不知道后面会不会有什么变化?”、“体验主要靠探索捡的妖怪技”、“只狼也是从头到尾一把刀啊,说实话我比较喜欢其他魂那种试新武器的感觉,但一把武器做得好的话也不错”等。

随着《黑神话:悟空》的高人气,WUKONG 迷因币也应声上涨,一度触及 10.67 美元高位,涨幅逼近 100% ,但随后回落至 6.03 美元。

XEX市场观察报告:一度暴涨近100%!中国市场突迎“历史性时刻”

Bacaan Terkait

Tencent Membeli Chip Baidu

Selama dua dekade, internet Tiongkok cenderung membangun perusahaan super yang memiliki segala kemampuan. Namun, tren ini tampaknya berubah, ditandai dengan beberapa perkembangan utama: **1. Chip Berubah dari Beban Menjadi Mesin Uang** Raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba awalnya mengembangkan chip (seperti Baidu's Kunlun Core) untuk mengurangi ketergantungan dan biaya perangkat keras (mis., dari Nvidia). Kini, dengan ledakan aplikasi AI dan Agent yang membutuhkan komputasi inferensi skala besar, chip ini telah menjadi bisnis yang menguntungkan. Kunlun Core tidak hanya digunakan internal Baidu, tetapi juga telah melayani klien eksternal seperti China Mobile, Geely, dan bahkan **Tencent**. **2. Tencent Membeli Chip Baidu: Pertanda Kematangan Industri** Fakta bahwa Tencent, pesaing tradisional Baidu, menjadi klien Kunlun Core adalah sinyal penting. Hal ini mengindikasikan dimulainya spesialisasi dan kolaborasi dalam ekosistem AI Tiongkok. Perusahaan mulai menyadari bahwa membangun segala sesuatu sendiri (closed-loop) tidak efisien dalam era AI yang membutuhkan infrastruktur mahal. Kerja sama kompetitif seperti ini mirip dengan hubungan Apple-Samsung di industri smartphone. **3. Valuasi Pasar Modal yang Berubah** Rencana Baidu untuk memisahkan Kunlun Core dengan valuasi IPO sekitar $50 miliar (bahkan lebih tinggi dari valuasi pasar Baidu sendiri) serta rencana serupa dari Alibaba (lewat Pingtouge) mencerminkan perubahan persepsi investor. Pasar kini menghargai perusahaan infrastruktur AI ("penjual sekop") yang memiliki model bisnis jelas, terutama dengan meledaknya kebutuhan inferensi. Banyak perusahaan chip AI Tiongkok lainnya juga sedang dalam proses IPO. **4. Perang Infrastruktur Global** Dinamika ini sejalan dengan tren global. Pemain AI utama seperti OpenAI, Google, Amazon, Microsoft, dan Meta juga mengembangkan chip mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mengontrol biaya inferensi (pengeluaran terbesar), mengoptimalkan perangkat lunak dan perangkat keras, serta mengurangi ketergantungan pada vendor tunggal seperti Nvidia. **Kesimpulan: Kompetisi Beralih ke Lapisan Dasar** Perkembangan ini menandai pergeseran logika industri. Jika sebelumnya persaingan berfokus pada model AI (2023) lalu aplikasi (2024), kini perang telah bergeser ke infrastruktur paling dasar (2025-2026): efisiensi biaya per Token, kinerja klaster inferensi, dan keamanan pasokan komputasi. Alih-alih membangun kerajaan tertutup, perusahaan-perusahaan besar mulai "melepaskan" kemampuan intinya (seperti chip) ke pasar, menciptakan ekosistem AI yang lebih terbuka dan terspesialisasi. Era di mana satu perusahaan super mencoba melakukan semuanya sendiri tampaknya akan berakhir.

marsbit6m yang lalu

Tencent Membeli Chip Baidu

marsbit6m yang lalu

Token itu Sendiri adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

**Tokenisasi Saham: Tiga Model, Mana yang Cocok untuk Anda?** Tokenisasi saham memungkinkan investasi dalam saham AS (seperti Nvidia atau SpaceX) melalui blockchain, tanpa perlu rekening broker tradisional. Namun, ada tiga model utama dengan hak dan risiko berbeda: 1. **Saham Asli di Rantai (contoh: Superstate):** Token mewakili kepemilikan sah dalam daftar pemegang saham perusahaan. Pemegang memiliki **hak penuh** (suara, dividen), tetapi kompatibilitas dengan DeFi mungkin terbatas. 2. **Token yang Didukung Aset (contoh: Backed, Ondo):** Token diterbitkan oleh entitas khusus (SPV) yang memegang saham asli 1:1. Investor mendapat **keuntungan harga dan dividen** (ditambahkan ke saldo token), tetapi **tidak memiliki hak suara**. Model ini sangat **dapat dikombinasikan dengan DeFi** (seperti pinjam-meminjam), namun membawa risiko jika SPV gagal. 3. **Kontrak Berjangka Perpetual (contoh: TradeXYZ, Ostium):** Produk derivatif murni untuk **berspekulasi pada harga** tanpa kepemilikan saham dasar sama sekali. Tidak ada hak suara atau dividen. Sangat likuid dan dapat diluncurkan cepat, tetapi merupakan instrumen berisiko tinggi dengan leverage. **Intinya:** Token saham tidak harus identik dengan saham asli. Pilihannya tergantung kebutuhan: * **Model 1:** Untuk kepemilikan penuh dan hak hukum. * **Model 2:** Untuk eksposur harga + utilitas di ekosistem DeFi. * **Model 3:** Untuk perdagangan spekulatif 24/7 dengan leverage. Pasar sedang berkembang, dengan lembaga tradisional seperti DTCC dan NYSE juga mulai bereksperimen dengan tokenisasi sekuritas.

marsbit6m yang lalu

Token itu Sendiri adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

marsbit6m yang lalu

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

AI Diberikan Peran sebagai CEO, 10 Perusahaan Hampir Bangkrut Sebuah eksperimen dari Princeton University, CEO-Bench, menguji kemampuan 14 model AI (termasuk GPT-5.5, Claude Opus, Gemini) untuk menjalankan perusahaan SaaS virtual dengan modal awal $1 juta selama 500 hari. Hasilnya dramatis: 10 model mengalami kegagalan, 5 di antaranya bangkrut sebelum simulasi berakhir. Hanya 3 model AI yang menghasilkan laba: Claude Fable 5 (juara dengan $47.15 juta), Claude Opus 4.8 ($27.8 juta), dan GPT-5.5 ($21.3 juta). Yang mengejutkan, peringkat keempat diraih oleh algoritma berbasis aturan (rule-based) sederhana yang meraup $15.76 juta, mengalahkan banyak model canggih. Kunci pembelajaran: 1. **Eksplorasi > Kehati-hatian:** Model yang sukses (seperti GPT-5.5 dan Opus 4.8) aktif mencoba strategi baru dan beradaptasi. Model yang terlalu konservatif hanya bisa bertahan, tidak untung. 2. **Kemampuan Krusial:** CEO AI yang baik perlu mampu menemukan informasi tersembunyi, memprediksi masa depan, beradaptasi cepat terhadap perubahan, dan merencanakan ke depan. 3. **Agent Pemrograman Bukan Solusi Ajaib:** Menggunakan agent pemrograman (seperti Claude Code) untuk peran CEO justru menurunkan performa. Tampaknya, dibutuhkan kerangka kerja (harness) yang spesifik untuk setiap bidang/industri. Eksperimen ini menyoroti bahwa meski AI unggul dalam eksekusi dalam parameter yang ditetapkan, "intuisi" untuk membuat kerangka strategis mendasar — seperti matriks legendaris Steve Jobs yang menyelamatkan Apple — masih menjadi domain manusia.

marsbit16m yang lalu

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

marsbit16m yang lalu

Token itu Sendiri Adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

Judul asli: "Token Itu Sendiri Adalah Aset: Tiga Jenis Token Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?" Untuk investor di luar AS yang ingin membeli saham seperti SpaceX atau Nvidia, prosesnya rumit. Tokenisasi saham di blockchain menawarkan alternatif dengan tiga model berbeda, masing-masing dengan hak kepemilikan dan profil risiko yang berbeda. **Model 1: Kepemilikan Saham Penuh.** Contohnya adalah Superstate yang mendaftarkan saham langsung di blockchain Solana. Pemegang token dicatat di daftar pemegang saham resmi perusahaan, memiliki hak suara, dividen, dan status pemegang saah resmi. **Model 2: Token dengan Dukungan Aset 1:1 (tanpa hak suara).** Dikeluarkan oleh entitas khusus (SPV) seperti yang dilakukan Backed (xStocks) dan Ondo. Token ini didukung 1:1 oleh saham nyata yang dipegang SPV. Investor mendapat manfaat dari kenaikan harga dan dividen (ditambahkan ke saldo token), tetapi tidak memiliki saham langsung atau hak suara. Risikonya termasuk kegagalan SPV, seperti yang terjadi pada PreStocks. Keunggulannya adalah komposabilitas tinggi di ekosistem DeFi (misalnya, untuk collateral pinjaman). **Model 3: Kontrak Berjangka Abadi (Tanpa Aset Dasar).** Platform seperti TradeXYZ (di Hyperliquid) dan Ostium menawarkan kontrak berjangka abadi yang hanya melacak harga saham, tanpa kepemilikan saham sama sekali. Produk ini populer karena volume perdagangan tinggi, likuiditas, dan kemudahan pembuatan pasar (hanya membutuhkan oracle harga). Ini murni instrumen spekulatif untuk mendapat keuntungan dari pergerakan harga. **Intinya:** Ketiga model tersebut melayani kebutuhan berbeda: pemegang jangka panjang yang menginginkan hak penuh, pengguna DeFi yang mengutamakan komposabilitas, dan pedagang spekulatif yang mencari leverage dan perdagangan 24/7. Nilai inti token tidak harus identik dengan saham asli; token adalah kelas aset baru yang beradaptasi dengan beragam preferensi investor.

Foresight News17m yang lalu

Token itu Sendiri Adalah Aset: Tiga Jenis Tokenisasi Saham, Mana yang Cocok untuk Anda?

Foresight News17m yang lalu

Belum Ada Guncangan Pasokan – Mengapa Titik Terendah Harga Bitcoin Mungkin Harus Menunggu

Pasar biasanya melihat setiap pelarian "lemah" sebagai sinyal bullish. Logikanya sederhana: selama fase bear, pemegang jangka pendek (STH) mulai menjual dengan kerugian, menambah pasokan segar ke pasar. Dengan turunnya Bitcoin dari sekitar $80k ke $59k, tidak mengherankan jika pemegang ini kini tertekan dan mengunci kerugian. Data menunjukkan sekitar 50.000 BTC dikirim ke bursa dengan kerugian dalam 24 jam terakhir. Indeks Fear & Greed juga kembali ke wilayah 'ketakutan ekstrem'. Sinyal lain datang dari penambang: biaya produksi Bitcoin telah naik ke sekitar $78k, jauh di atas harga spot saat ini sekitar $60k, memberikan tekanan pada operasi penambangan. Semua faktor ini menunjukkan BTC mungkin sedang membentuk dasar. Namun, satu bagian kritis masih hilang: permintaan. Meskipun ada sinyal kapitulasi, data on-chain menunjukkan saldo di bursa sentralisasi (CEX) justru meningkat, dengan cadangan bertambah bersih 85k BTC sejak awal 2026. Aliran institusional juga negatif, dengan ETF spot Bitcoin mengalami outflow bersih 71,6k BTC dalam sebulan terakhir. Ini menunjukkan pembeli belum menyerap kelebihan pasokan. Kesimpulannya, meskipun sentimen lemah, tekanan penambang, dan kapitulasi STH menunjukkan dasar potensial, tidak akan ada guncangan pasokan (supply shock) yang berarti hingga saldo bursa mulai tren turun dan permintaan nyata muncul. Narasi pembentukan dasar Bitcoin terlihat prematur tanpa peningkatan permintaan ini.

ambcrypto23m yang lalu

Belum Ada Guncangan Pasokan – Mengapa Titik Terendah Harga Bitcoin Mungkin Harus Menunggu

ambcrypto23m yang lalu

Trading

Spot
活动图片