СМИ предположили крупный переход The Trump Organization на криптовалюту

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-03-15Terakhir diperbarui pada 2024-08-15

Президент The Trump Organization Эрик Трамп назвал криптовалюту и децентрализованные финансы «цифровой недвижимостью» и потенциально мощными ускорителями экономики США. Об этом сообщает издание The Post.

По словам Трампа-младшего, более половины страны не получают банковское обслуживание и сталкиваются с отказом в кредитовании. Криптовалюты в этом смысле являются доступным залогом с мгновенным доступом «на основе математики, а не политики».

«Не знаю, понимают ли люди, какое это потрясение для мира банковского дела и финансов. Надеюсь, что мы сможем помочь это изменить», — заявил он.

Трамп-младший добавил, что за последние три десятилетия финансовый сектор погряз в бюрократии и нуждается в серьезных изменениях для поддержания экономики на плаву.

«Моя семья, безусловно, получила свою долю финансовой дискриминации. У меня есть уникальная точка зрения на то, как легко людей можно не пускать на определенные рынки. Это все замедляет. Это неправильно», — предупредил бизнесмен.

В ближайшие недели Trump Organization планирует анонсировать крупную инициативу, касающуюся криптовалют. В частности Эрик Трамп сообщил о готовности использовать их в портфеле семенной компании.

Издание подчеркнуло, что подробности объявления остаются тщательно охраняемым секретом и источником домыслов. Раскрыть детали бизнесмен обещал, «как только все будет готово к реализации».

«Думаю, в какой-то момент мы все захотим обрести финансовую независимость и жить в мире, где нам не придется играть по правилам крупного банка. Этот день скоро настанет», — заключил он.

Ранее сыновья Дональда Трампа анонсировали проект в сегменте DeFi. Позднее они уточнили, что это будет платформа для «вытеснения» банков.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit1j yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片