Блокчейн TON масштабировался в связи с 11-летием Telegram

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-03-14Terakhir diperbarui pada 2024-08-14

Сегодня, 14 августа 2024 года, Telegram исполняется 11 лет. Блокчейн TON, тесно связанный и интегрированный с платформой обмена сообщениями, зафиксировал существенную финансовую активность. Это отражает сильные рыночные настроения пользователей. Toncoin значительно вырос в цене более чем на 14% за сутки, что привело к увеличению его рыночной капитализации до $17,98 млрд. Это указывает на растущий спрос для TON.

Объем торгов увеличился более чем на 19%, достигнув $500 млн за сутки. Этот рост указывает на возросшую активность рынка, сигнализируя об увеличении интереса как со стороны трейдеров, так и инвесторов. Активность часто коррелирует со значительными движениями рынка, которые могут привести к дальнейшему росту цен.

По данным DeFiLlama, общая заблокированная стоимость (TVL) в экосистеме децентрализованных финансов TON (DeFi) выросла до $614 млн по сравнению с $596 млн днем ранее. Это также отражает возросшую вовлеченность пользователей и их интерес к данному блокчейну.

Данные IntoTheBlock показывают 91%-й рост крупных транзакций, превышающих $100 тыс. Этот результат указывает на то, что крупные инвесторы или учреждения все более активны в экосистеме TON. Количество ежедневно активных адресов в сети также выросло на 25,7% за последние 24 часа. Это свидетельствует о расширении использования и принятия блокчейна.

Отрицательный чистый поток в 610% указывает на то, что большой объем TONcoin изымается с бирж, возможно, для долгосрочного хранения. Такое поведение обычно сигнализирует об уверенности в будущем росте котировок актива, поскольку инвесторы могут переводить свои токены в холодное хранилище или другие использовать другие безопасные варианты.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit1j yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片