Ledger объявила о партнерстве с Revolut

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-03-14Terakhir diperbarui pada 2024-08-14

  • Компания Ledger будет сотрудничать с необанком Revolut.
  • Пользователи сервиса Ledger Live смогут покупать криптовалюту, используя счета или карты Revolut.

Компания Ledger — производитель аппаратных кошельков для хранения цифровых активов — объявила о партнерстве с необанком Revolut.

We're excited to announce that @RevolutApp is now available as a buy provider through Ledger Live!

With your Revolut account or card, you can now buy your crypto and have it instantly secured with your Ledger wallet.

Read more at: https://t.co/0YFvrnm6yU pic.twitter.com/BUsqbPPsTA

— Ledger (@Ledger) August 14, 2024

В компании заявили, что сотрудничество направлено на реализацию миссии по обеспечению самостоятельного хранения финансовых активов среди пользователей. Кроме того, инициатива призвана сделать покупку криптовалюты проще и доступнее, чем когда-либо, отмечается в релизе.

«Ledger с радостью предоставляет доступ к криптовалютам клиентам Revolut. Наше партнерство демонстрирует продолжающийся рост транзакционного бизнеса Ledger», — сказал председатель и генеральный директор Ledger Паскаль Готье.

Согласно релизу, теперь пользователи в некоторых странах Европейской экономической зоны (ЕЭЗ) смогут приобретать криптовалюту через Ledger Live — программное обеспечение для отслеживания криптопортфеля. Услуга доступна всем постоянным клиентам Revolut, прошедшим проверку «Знай своего клиента» (KYC).

В сообщении говорится, что сочетание доступности, скорости и повышенной безопасности, которое стало возможным благодаря партнерству Ledger и Revolut, устанавливает новые стандарты управления криптовалютой. Подключившись к сервису через учетную запись Revolut, пользователи смогут конвертировать свою фиатную валюту в цифровые активы, заявили в компании.

Еще в марте 2024 года Revolut заключил партнерство с MetaMask, благодаря чему у пользователей появилась возможность пополнять свои криптокошельки со счета необанка.

Недавно Ledger представила криптокошелек Flex с сенсорным экраном и объединилась с Ripple Labs для тестирования нового стейблкоина RLUSD.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit1j yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片