DBS Bank запускает пилотный проект «казначейских токенов» совместно с Ant International

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-03-13Terakhir diperbarui pada 2024-08-13

DBS Bank, крупнейший банк Сингапура по размеру активов, совместно с Ant International инициировал пилотную программу «DBS Treasury Tokens» с целью улучшения управления казначейством и ликвидностью с помощью технологии блокчейн.

Пилотный проект работает на разрешенном блокчейне DBS, облегчая управление казначейством и ликвидностью в нескольких валютах для субъектов Ant International на различных рынках. Эта инициатива направлена ​​на сокращение времени расчетов внутригрупповых транзакций с дней до секунд, оптимизируя управление ликвидностью и оборотным капиталом.

Совместимость с EVM и концепция «разрешенной цепочки»

Разрешенный блокчейн DBS совместим с виртуальной машиной Ethereum (EVM) и интегрируется с основным платежным движком банка, улучшая расширяемость и взаимодействие с различными отраслевыми платежными инфраструктурами. Блокчейн также был интегрирован с платформой управления казначейством Ant International, что позволяет осуществлять бесшовное управление внутригрупповой ликвидностью.

Лим Сун Чонг, руководитель группы глобальных транзакционных услуг в DBS Bank, подчеркнул актуальность проекта для удовлетворения меняющихся потребностей казначейства на фоне роста электронной коммерции и услуг по запросу.

«DBS Treasury Tokens и наше партнерство с Ant International демонстрируют, как корпорации могут воспользоваться такими возможностями с полной уверенностью в том, что их возможности по управлению ликвидностью могут масштабироваться одновременно», — сказал Чонг.

Банк рассматривает свой контролируемый блокчейн как основу для повышения эффективности традиционных банковских услуг, включая программируемую, дробную и атомарную передачу ценностей.

Этот проект казначейских токенов возник в результате участия DBS Bank в Project Orchid и Project Guardian — инициативах, возглавляемых Денежно-кредитным управлением Сингапура, по изучению преимуществ токенизации. Используя технологию блокчейна вместе с платформой Whale на базе искусственного интеллекта Ant International, DBS стремится повысить прозрачность и эффективность переводов средств между банковскими счетами, позиционируя себя в авангарде финансовых инноваций в регионе.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit53m yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit53m yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片