Tim Pembangkit Data Tiongkok Pertama Kali Naik Jurnal Nature
Sebuah tim startup dari Hong Kong, Wena Intelligence, menjadi perusahaan teknologi data generatif pertama di China yang berhasil mempublikasikan penelitian di jurnal utama Nature (dengan Impact Factor >10 dalam tiga tahun terakhir). Pendirinya, Profesor Liu Qifeng, sebelumnya membangun kluster superkomputer H800 pertama di dunia di HKUST dan melatih model bahasa besar (LLM) miliaran parameter ketiga di China.
Makalah di *Nature Communications* tersebut berfokus pada pengambilan keputusan operasi kanker ginjal yang dibantu AI. Kolaborasi dengan rumah sakit menghasilkan model RDPM yang mengintegrasikan citra 3D dan data klinis, berhasil memprediksi risiko penurunan fungsi ginjang jangka panjang pada pasien dan memberikan dukungan kuantitatif untuk keputusan bedah.
Berdasarkan pengalaman ini, Wena Intelligent berfokus pada tahap berikutnya dalam pengembangan AI: generasi data tanya-jawab dan penalaran (*reasoning Q&A*) berkualitas tinggi. Perusahaan bertujuan membuat AI tidak hanya pandai "menjawab" tetapi juga pandai "bertanya", menciptakan siklus umpan balik tertutup "Data → Model → Token → Data" untuk memungkinkan pembelajaran mandiri AI.
Metodenya, disebut cQrA (*context, Question, reasoning, Answer*), melibatkan AI dalam menghasilkan pertanyaan, proses penalaran, dan jawaban yang telah diverifikasi dalam konteks spesifik suatu industri. Pendekatan ini mengatasi keterbatasan penskalaan dan biaya tinggi dari anotasi data manual tradisional.
Perusahaan, yang didanai oleh Lenovo Capital, telah memvalidasi teknologinya di empat industri yang berbeda dan menuntut akurasi tinggi (keamanan nilai, pemerintahan, asuransi, balap kuda) dengan klien terkemuka, membuktikan kemampuan replikasi lintas industri tanpa ketergantungan pada ahli skala besar.
Visinya adalah membangun "siklus tertutup besar" di mana data generasi dan pelatihan model saling mendorong, yang dianggap sebagai inti masa depan AI. Logika ini juga meluas ke kecerdasan berbentuk (*embodied AI*), di mana data interaksi yang dihasilkan secara mandiri sangat penting untuk pelatihan.
marsbit19m yang lalu