Orderly Network:整合流动性、提升用户体验,改变DeFi世界

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-06-19Terakhir diperbarui pada 2024-06-19

Abstrak

Orderly Network 新一代交易基础设施利用机构级流动性提高DeFi效率。

原文:Resolving the Liquidity Dilemma: Orderly Network's Next-Gen Trading Infrastructure Elevates DeFi Efficiency with Institutional-Grade Liquidity

编译:Odaily 星球日报 Asher

Orderly Network:整合流动性、提升用户体验,改变DeFi世界

通过整合流动性、简化用户体验和支持多样化的交易解决方案,像 Orderly Network 这样的全链交易基础设施正在改变 DeFi 的格局,并为 DeFi 更广泛采用铺平道路。截至 2024 年 6 月,去中心化金融(DeFi)的总价值接近 1000 亿美元,分析师预测,到 2032 年,该市场将增长六倍。

尽管 DeFi 潜力巨大,但它也面临着一些挑战,比如去中心化交易所(DEX)的用户体验不佳,以及自动做市商(AMM)的局限性影响了效率。同时,限价订单功能缺失、资本效率低、滑点高和无常损失等问题阻碍了交易流畅度和可扩展性。

Orderly Network:整合流动性、提升用户体验,改变DeFi世界

预计到 2032 年,DeFi 市场规模将达到约 6015 亿美元(来源:Vision Research)

此外,交易延迟、使用复杂和较低的传送速度也是部分 DEX 的弱点。流动性分散和对跨链桥的严重依赖,进一步加剧了 DeFi 用户体验的问题。这种因素阻碍了普通用户转向 DeFi,因为难以获得更简单、更快捷的交易体验。

正因为意识到这些挑战,Orderly Network 的开发人员一直在努力创建一个更全面、更友好、更高效的 DeFi 生态系统。这包括综合流动性,以加强金融业务并推动广泛采用。

Orderly Network:实现无缝跨链交易的统一流动性

Orderly Network 是全链衍生品流动性层项目,整合全链衍生品流动性,为任何资产、任何公链、任何产品界面提供流动性和结算支持,以应对 DeFi 行业的挑战。Orderly Network 帮助不同的 Defi 用户,例如 DEX 和交易商更高效地运营,提升跨平台的交易体验。

为了促进这些功能,Orderly Network 利用 OP Stack 建立了 Orderly Chain,扮演主要结算层和分类账的功能,记录所有交易的相关数据,包括用户余额和交易数据。

Orderly Chain,利用 Celestia 的数据可用性(Data Availability)与 LayerZero 的跨链协议,让不同公链上的交易所都可以共用一个流动性的池子,目前已经支持 6 条公链,成为 LayerZero 上第二活跃的协议。通过这些创新,Orderly Network 确保即使在撮合引擎订单簿即使出现停机的情况下也能顺利运行。这种恢复能力使做市商能够从容灵活地管理交易头寸和用户余额,保持服务不中断。

Orderly Network 的系统创建了一个超越单个区块链的平台,提高了交易效率,扩大了流动性深度,缩小了价差,并实现了 DeFi 中的跨网络能力,发挥了传统金融中的芝加哥商品交易所(CME)作用,为系统内的用户提供统一整合的流动性和订单簿功能。

提高跨平台交易效率

钱包和托管机构接入 Orderly 后,为用户提供主要资产的最佳交易汇率和价格,并基于 Orderly Network 的生态系统创建自定义兑换小部件。交易平台和成熟的交易商可以使用 Orderly Network 的应用程序接口(API),获得媲美中心化交易所的低延迟订单执行体验。

现货聚合商可以利用 Orderly Network 广泛的流动性来获得最佳市场利率、推动交易量并赚取交易费。永续合约聚合商可以通过访问 Orderly Network 的共享订单簿和流动性,创建集成永续合约生态系统的前端,为 C 端用户提供交易和更好的服务体验。

Orderly Network:整合流动性、提升用户体验,改变DeFi世界

Orderly Network 在主要公链上部署 Omnichain 保险库(来源:Orderly Network)

游戏和去中心化应用程序(dApp)可以通过集成 Orderly Network 的游戏内交换小工具来实现无缝代币交换,从而提升用户体验。交易机器人可以使用止损和限价单、无 Gas 交易和可定制费用等功能,获得更理想现货和永续合约交易价格。

此外,Orderly Network 还提供对冲工具,通过其全面的订单簿保护其他交易所的头寸,确保有效的风险管理。

提升流动性并吸引大量投资者

Orderly Network 迅速成长,达成了重要的里程碑,包括累计交易量超过 500 亿美元,以及总锁定价值(TVL)增长了 100% ,在短短一个月内达到了 4000 万美元。

Orderly Network 已在 Near、Polygon、Arbitrum、Optimism、Base 和 Mantle 六大公链生态系统中部署了资金库,进一步巩固了整个生体的基础设施。目前,Orderly Network 也已在以太坊主网上线,允许用户直接从基础层进行交易,以获得无缝体验。现在,以太坊和任何支持链之间的存款和取款都已简化。

Orderly Network 支持超过 14 种 DEX,在数据聚合商 DeFiLlama 的排行榜上名列前五。

Orderly Network:整合流动性、提升用户体验,改变DeFi世界

通过高知名度的合作伙伴关系,Orderly Network 正在扩展其生态系统(来源:Orderly Network)

Orderly Network 联合创始人 Ran Li 强调了流动性在动态 DeFi 领域的重要性,他说:"作为推出全链生态系统的创新者,我们旨在为不同 DeFi 和 Crypto 用户提供了任何资产、任何链或任何界面的流动性和结算支持。他补充说:"期待下一阶段业务展开,并继续共同推动 DeFi 交易的发展。

Omnichain SDK、代币发布和未来计划

Orderly Network 推出了 Omnichain SDK,旨在为 EVM 开发人员简化永续合约协议和高级交易工具的开发。该工具包的功能类似于“即插即用”系统,允许开发人员快速、轻松地构建基于订单簿的永久 DEX,大大减少了 Web3 团队的开发时间和工作量。

为筹备代币发行,Orderly Network 推出了 "The Road to the Order" 活动。这项活动为活跃交易者的每笔交易提供相关积分奖励(包括 merits 等),这些积分奖励有机会在 TGE 后获得空投的份额。该活动目前已进入 10 阶段,每周已有超过 57, 000 名活跃交易者参与其中。用户可以通过专用网页跟踪自己的进度和奖励。

展望未来,Orderly Network 将在 2024 年下半年重点提升平台能力和用户体验。主要举措包括引入隔离保证金,以提高风险管理和交易灵活性。保证金允许交易者为单个仓位分配特定数额的保证金,从而有效地将潜在损失减少,限制在为每笔交易设定的保证金范围内。

Orderly Network:整合流动性、提升用户体验,改变DeFi世界

Orderly Network 对 2024 年下半年有宏伟目标(来源:Orderly Network)

另一个重要的新增功能是多重抵押功能,它将大大提高平台的多功能性和灵活性。有了这项功能,投资者可以使用多种资产作为头寸抵押。

此外,Orderly Network 还计划将链上预言机整合到其生态系统中。这种整合将为定价提供持续、透明和多样化的数据来源,从而提高平台的可靠性和安全性。

随着 Orderly Network 不断推出新功能并扩大其覆盖范围,该平台有望促进更顺畅、更高效的交易,并重新定义 DeFi 的流动性和风险管理标准。

Bacaan Terkait

CTO Thinking Machines yang Dipecat, Kini Tinggalkan OpenAI dan Kembali ke Google

Beberapa jam yang lalu, Barret Zoph mengumumkan di X bahwa ia akan bergabung dengan Google DeepMind, menandai kepulangannya ke tempat ia memulai karir AI di program Residency Google Brain. Ia akan fokus pada penelitian pembelajaran penguatan (RL) dan pasca-pelatihan (Post-Training). Pernyataan ini adalah bab terbaru dari perjalanan karirnya yang berliku dalam 1,5 tahun terakhir, melibatkan tiga perusahaan berbeda: OpenAI, Thinking Machines Lab (TML), dan kini kembali ke Google. Zoph, lulusan USC 2016, menghabiskan enam tahun di Google Brain dengan kontribusi penting di bidang Neural Architecture Search (NAS) dan model Transformer. Pada 2022, ia pindah ke OpenAI, menjadi Wakil Presiden Riset dan berperan dalam membangun sistem pasca-pelatihan untuk ChatGPT. Pada September 2024, ia keluar dari OpenAI dan pada Februari 2025 bersama Mira Murati mendirikan TML sebagai CTO. Namun, pada Januari 2026, Murati mengumumkan pemecatannya dari TML. Hanya 58 menit kemudian, OpenAI mengumumkan kembalinya Zoph untuk memimpin bisnis enterprise. Namun, lima bulan kemudian (Juni 2026), ia kembali meninggalkan OpenAI. Alasan pemecatannya dari TML masih simpang siur dengan beberapa versi: pelanggaran etik, berbagi informasi rahasia, hubungan romantis dengan rekan kerja, atau karena rencananya untuk keluar. Zoph sendiri membantah diberhentikan karena alasan kinerja atau ketidaketisan. Kepindahannya ke DeepMind terjadi di tengah gelombang kepergian ilmuwan top DeepMind (seperti Noam Shazeer ke OpenAI dan John Jumper ke Anthropic) serta restrukturisasi internal yang menempatkan Koray Kavukcuoglu sebagai pemimpin operasional. Keputusan ini dilihat sebagai upaya DeepMind untuk memperkuat tim inti, khususnya di bidang RL dan pasca-pelatihan, di bawah tekanan untuk memenuhi peta jalan Gemini. Narasi perpindahan Zoph mencerminkan dinamika fluks tinggi talenta AI papan atas, di mana loyalitas terhadap satu perusahaan atau bahkan status "pendiri bersama" semakin longgar. Yang menjadi daya tarik utama adalah keahlian langka dalam mengelola eksperimen berskala miliaran dolar dan kemampuan merekrut talenta langka lainnya.

marsbit6m yang lalu

CTO Thinking Machines yang Dipecat, Kini Tinggalkan OpenAI dan Kembali ke Google

marsbit6m yang lalu

Suku Bunga Jepang Kembali ke Level 1996, Bisakah Bitcoin Bertahan Melawan Kenaikan Suku Bunga September?

Tingkat suku bunga Jepang telah mencapai level tertinggi sejak 1996, dengan imbal hasil obligasi 30 tahun di 4,185%. Perubahan besar ini terjadi di tengah kenaikan harga Bitcoin sebesar 22% ke level US$80.000, menciptakan ketegangan antara gejolak pasar obligasi Jepang dan ketahanan pasar kripto. Inti dari dinamika ini adalah perdagangan carry yen, di mana investor meminjam yen dengan biaya rendah untuk membeli aset berisiko tinggi. Peningkatan suku bunga Bank Jepang (BoJ) hingga 1,0% pada Juni dan ekspektasi kenaikan lagi pada September mengancam profitabilitas perdagangan ini. Apresiasi yen dapat memicu likuidasi besar-besaran, seperti yang terjadi Agustus lalu saat Bitcoin dan pasar saham Jepang anjlok. Namun, yen yang melemah saat ini justru mendukung perdagangan carry dan aset seperti Bitcoin. Jepang juga menghadapi dilema: butuh suku bunga lebih tinggi untuk menstabilkan yen dan mengendalikan inflasi, namun hal itu memperberat beban utang nasional yang sudah sangat besar (mencapai 1.346 triliun yen). BoJ tampaknya memprioritaskan stabilitas pasar dengan rencana pelambatan pengurangan pembelian obligasi mulai 2027. Bitcoin menunjukkan ketahanan, didukung adopsi kelembagaan di Jepang (contohnya izin baru untuk Laser Digital) dan perubahan regulasi yang membuka jalan untuk ETF spot di masa depan. Namun, hubungannya dengan risiko global tetap ada, seperti terlihat pada korelasi dengan pasar saham Jepang selama penjualan Agustus. Pertemuan kebijakan BoJ pada 17-18 September akan menjadi kunci. Jika bank sentral mengisyaratkan sikap hawkish (lebih ketat) yang mendorong yen menguat, perdagangan carry bisa bubar dan menekan aset berisiko. Sebaliknya, kekhawatiran atas utang yang membatasi kenaikan suku bunga dapat melemahkan yen lebih lanjut, yang mungkin menguntungkan Bitcoin. Arah pergerakan yen, bukan level suku bunga spesifik, yang akan menjadi penentu utama. Investor Bitcoin saat ini bertaruh pada skenario yen lemah dan masuknya modal institusional, namun kewaspadaan tetap diperlukan mengingat dampak historis dari level yield obligasi Jepang saat ini.

marsbit10m yang lalu

Suku Bunga Jepang Kembali ke Level 1996, Bisakah Bitcoin Bertahan Melawan Kenaikan Suku Bunga September?

marsbit10m yang lalu

Bagaimana Bitcoin Menghadapi Komputer Kuantum? Perbandingan Tiga Skema Tanda Tangan Berbasis Lattice

Blockstream Research merilis laporan komprehensif tentang penandatanganan berbasis kisi (lattice-based signatures) untuk Bitcoin, mengevaluasi tiga skema utama: Dilithium, Falcon, dan Hawk. Penandatanganan digital saat ini (Schnorr/ECDSA) rentan terhadap serangan komputer kuantum. Skema berbasis kisi menjadi kandidat pasca-kuantum yang menjanjikan. Laporan ini menilai kandidat berdasarkan biaya on-chain (ukuran total kunci publik dan tanda tangan), kompleksitas implementasi, risiko penerapan, dan potensi pengembangan (misalnya, dukungan untuk turunan kunci BIP-32). Level keamanan minimal yang disarankan untuk Bitcoin adalah Level 3 (NIST), mengingat aset dapat terkunci selama puluhan tahun. **Dilithium** (standar NIST ML-DSA) sederhana, menggunakan hanya operasi integer, dan paling mudah diimplementasikan dengan aman. Namun, ukurannya besar (5.261 byte untuk Level 3). Ini adalah satu-satunya skema dengan penelitian awal untuk turunan kunci BIP-32, tetapi implementasinya belum siap untuk produksi. **Falcon** (standar NIST FN-DSA) paling ringkas. Falcon-1024 (Level 5) hanya 3.073 byte, lebih kecil dari Dilithium Level 3. Kelemahannya adalah proses penandatanganan memerlukan perhitungan floating-point, yang dapat menyebabkan hasil yang tidak konsisten di berbagai platform. Solusi deterministik menggunakan integer tersedia, meski memperlambat penandatanganan 15x. Verifikasi tetap cepat dan deterministik. Falcon saat ini tidak memiliki skema turunan kunci BIP-32 yang layak. **Hawk** awalnya menjanjikan ukuran sangat kecil dan operasi integer, tetapi ditarik dari proses NIST setelah serangan kriptanalitik menemukan kelemahan struktural yang mengurangi tingkat keamanannya secara signifikan. Kesimpulannya, Falcon-1024 adalah pilihan terbaik di antara kandidat berbasis kisi untuk Bitcoin, menawarkan ukuran kecil, verifikasi cepat, dan asumsi keamanan yang matang. Kelemahan floating-point dapat diatasi secara teknis. Namun, standar FN-DSA perlu difinalisasi terlebih dahulu. Untuk jangka pendek, penandatanganan berbasis hash (seperti SPHINCS+) tetap menjadi pilihan transisi yang paling konservatif dan berisiko rendah sebelum Falcon siap untuk diterapkan, atau keduanya dapat digunakan dalam mode hybrid.

marsbit12m yang lalu

Bagaimana Bitcoin Menghadapi Komputer Kuantum? Perbandingan Tiga Skema Tanda Tangan Berbasis Lattice

marsbit12m yang lalu

Trading

Spot
活动图片