数据解读KOL喊单效应:加密资产相关回报表现如何?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-05-16Terakhir diperbarui pada 2024-05-16

Abstrak

论文中的集体证据表明,投资者应该谨慎遵循加密货币KOL的投资建议,因为大多数收益在推文发布后不久就消失了。

原文作者:深潮 TechFlow

对韭菜来说,关注各类 KOL 博主的喊单,是获取财富密码的重要来源。

那么 KOL 喊单,是永赚的常胜将军,还是一次次偶然的巧合?

对于这个问题,关注不同的博主有着截然不同的答案。一次 100 倍的的喊单正确,或者一次归零的错误推荐,都可能成为非常主观的幸存者偏差。

从整个行业来看,KOL 们带单最后的战绩如何?

2 月,来自哈佛大学商学院、印第安纳大学商学院和德克萨斯农工大学的几位研究者,共同发表了一篇名为《加密货币影响者》的论文。

文章对截至 2022 年 12 月的两年期间, 180 名最著名的加密货币社交媒体影响者(KOL)发布的约 36, 000 条推文中所提到的加密资产相关回报表现进行研究,涵盖超过 1, 600 种代币。

数据解读KOL喊单效应:加密资产相关回报表现如何?

关键结果

在使用机器学习对推文进行归类,通过多种统计性描述和检验对推文中所提到的代币和之后价格表现进行跟踪后,得到的关键结果如下:

1.加密货币影响者的推文最初与正回报。但这些推文之后出现了显著的长期负回报,这表明它们产生的长期投资价值微乎其微。

2.当具备小币、拥有大量推特粉丝和自称专家这几个要素时,这些推文所产生的上述影响最为明显。

3.论文用机器学习方法对推文进行分类,发现当推文具有更积极的情绪或与「购买」推荐相关时,上述结果模式更强。

数据例证

加密货币影响者的推文呈现积极的短期回报效应:

发推喊单某个币,平均一天(两天)回报率为 1.83% (1.57% )。

市值前 100 名之外的加密货币项目,喊单一天后的回报率为 3.86% 

收益最早开始大幅下降是在推文发布五天后。第二天到第五天的平均回报率为-1.02% ,这表明超过一半的初始涨幅在五个交易日内被消除。

数据解读KOL喊单效应:加密资产相关回报表现如何?

从更长远的角度来看,推文发布后 10 天和 30 天结束的平均累积回报分别为-2.24% 和-6.53%。我们进一步记录了这些负面的事后回报,对于低市值加密货币来说更加负面(其中信息和流动性问题是最严重的)。

粗略估计表明,个人投资 1,000 美元购买在推文日期非前 100 名加密代币并持有投资三十天将产生 79 美元 (7.9%) 的损失,年化损失为 62.8%。

所谓专家:当影响者自称为专家时,事件后的回报率会更加负面;而当这些专家拥有更多的追随者时,回报率会更差。

整体来看,研究结果表明加密货币影响者平均提供的长期投资建议是无利可图的。只有在推文发布后立即退出仓位,才能从中获利,但这种策略可能因为市场流动性不足而不总是可行。此外,这种立即卖出的行为与加密货币社区中「永不卖出」的文化相悖。

思考

论文中的集体证据表明,投资者应该谨慎遵循加密货币 KOL 的投资建议,因为大多数收益在推文发布后不久就消失了。

但文章作者也承认,证据还不是决定性的。加密货币 KOL 可能只是追逐趋势或推广将为他们赢得最大知名度和粉丝的代币,从而使他们在经济上受益。

此外,一种更无害的替代解释是,加密货币影响者确实相信加密资产最终将经历高水平的增长。有影响力的人也可能只是关注建议短期购买并假设投资者知道立即出售。

尽管如此,论文的结果仍然提供了丰富的信息,因为它们提供了明确的证据,表明如果一个人持有的代币超过了几个月甚至几年,那么投资建议就不太可能有用。

同时论文还建议,监管机构和商业媒体可能会促使对此类行为进行更多审查,以确定这些活动是否与更多相关的利益冲突有关。

附录:论文所提及的 TOP 25 推特账号(受论文研究时间影响,表格是 2 年前的排名)

数据解读KOL喊单效应:加密资产相关回报表现如何?

Bacaan Terkait

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit3m yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit3m yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片