Lens推出基础设施Lens Network,支持去中心化社交网络的大规模采用

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2024-05-15Terakhir diperbarui pada 2024-05-15

Abstrak

Lens Network特性包括高扩展性、抗审查能力和低成本,下一代Lens Protocol将成为跨链中心。

原文作者 | Lens Protocol

编译 | Odaily星球日报南枳

Lens推出基础设施Lens Network,支持去中心化社交网络的大规模采用

Lens 宣布推出 Lens Network,旨在支持去中心化社交网络的大规模采用

Lens 的愿景是让社交空间更加开放和公平。开放意味着在协议层面没有任何限制——每个人都可以连接到网络并参与其中。公平意味着每个人都可以从社交空间中受益,不必担心审查,并通过更均衡的货币化机会获利。

为了为未来的社交空间奠定可扩展的基础,Lens 选择了 Lens 认为健全而具前瞻性的技术——zkSync 的 ZK Stack 来开发新一代的 Lens

Lens 希望数字社交空间将不再脆弱,不会再被社交媒体巨头所控制;以用户为中心的互联网将成为新常态。

链上网络

今天的社交媒体网络将用户困在由企业巨头控制的围墙中。这些公司将用户数据囤积在私人服务器上,限制了用户的控制权和所有权。在 Web2 中更换平台意味着从头开始,需要大量的时间来重建你的社交资本。这种缺乏数据所有权和控制权不仅对用户造成了高昂的转换成本,也阻碍了竞争和创新,这是不公平的。

链上网络颠覆了这种模式,使用户能够拥有他们的社交媒体身份和联系。在链上社交网络中,用户可以自由地在社交媒体应用之间移动他们的数据和联系。创造了一个更少审查和更多言论自由的环境。

扩展去中心化社交网络

过去,链上网络在支持主流应用所需的高吞吐量方面一直存在困难。构建去中心化、安全且可扩展的系统是一项挑战。为了实现这三者,通常需要进行权衡。为了人为地增加可扩展性,链上网络被迫做出妥协,削弱了安全性或去中心化。这被 Vitalik Buterin 称为区块链“三难困境”。

网络通常对所有交易收取相同的安全成本,是社交网络无法大规模利用链上安全性的原因。

因此,开发人员在可扩展性、安全性和成本之间进行了选择。对于社交网络,我们需要问自己,社交网络交易是否需要与金融交易相同的安全性和数据完整性。

尽管社交交易可能不需要与金融交易相同程度的安全性,但公平和开放的社交空间确实需要确保用户不受数据垄断和围墙的侵害。链上安全将权力从企业网络转移到用户手中。当用户拥有他们的社交资本时,他们成为“流动公民”,能够将他们的社交资本(身份、内容和关系)带到他们选择的任何社交空间。

解决社交空间的区块链“三难困境”

以太坊为 DApp 提供了基本的安全性,支持高度的可组合性和可编程性,这些特性来自 EVM。最近,Optimism Rollups 和 ZK Rollups 扩展了以太坊网络。与 Optimism Rollup 相比,ZK Rollup 具有多种优势,包括更先进的数据压缩技术,这些数据将发布并在 L1 上验证。

尽管 Rollup 提供了显著的交易成本优势,特别是在 EIP-4844 更新后,扩展社交互动仍然面临挑战。使用 Optimism Rollup 时,数据必须在一段时间内保持相关性和可访问性,以检查防欺诈证明。这在 L1 上较为昂贵。Rollup 在 DeFi 等金融应用中表现出色,正是因为它们继承了 L1 的强大安全性,确保了最终交易记录。即使 Rollup 被攻破,L1 数据也能揭示欺诈交易并启动从以太坊网络恢复资金的过程。虽然社交用例不需要以太坊提供的完整 Rollup 状态安全性,但某种程度上继承自以太坊的安全性对于确保数据完整性至关重要。

通过 zkSync 的超链(hyperchains)等解决方案可以实现进一步的横向可扩展性,这些超链使用 ZK 证明进行无缝通信,同时独立处理彼此的状态和交易。它们连接到以太坊上的一个公共桥,既实现了安全性,又保持了去中心化和低成本,达到了每秒数百万次安全交易的规模。这一突破为链上社交网络的大规模采用铺平了道路,解决了“区块链三难困境”。

Validiums 和 Volitions

Validium 是一种扩展解决方案,它使用 ZK 压缩技术计算并将状态转换压缩和批处理后发布到以太坊,同时将状态本身发布到一个单独的 DA。通过降低成本,Validium 非常适合对价格敏感的社交网络。

Validium 的模块化方法,将安全性和数据可用性分离,并结合 ZK 压缩技术,确保社交交易在适当的安全性下保持数据完整性,同时保持可扩展性。

金融交易对于日常社交网络也至关重要,上链的好处在于它提供了可编程的金融途径。这些金融途径可以支持更公平地重新分配经济利益,为创作者、用户和开发者创造一个更好的链上经济引擎。

Volition 是一种扩展设置,使得在同一扩展基础设施上实现两种不同的交易策略成为可能。Validium 用于将状态转换发布到以太坊,同时将状态存储在 DA 提供者上,而 Rollup 可在保持同步互操作性的同时,在以太坊上完成金融交易结算。

基于混合架构的 Lens Network

Lens 正式公布 Lens Network 扩展基础设施,旨在支持去中心化社交网络的大规模采用。基于 ZK Stack,Lens Network 将能够处理并发的即时交易,同时确保数据完整性。Lens Network 最初将作为以太坊保护的 EVM 兼容 Validium 链启动,并在第三阶段转变为基于 zkSync 的 ZK Stack 的 Volition 网络。

阶段 1 :种子 - 以太坊上的 Validium

阶段 1 建立实现可扩展性的初始基础设施。Lens Network 使用 Validium 确保用户的社交活动始终可验证。同时启用社交网络必需的各种功能,包括私人互动(例如电子邮件)和公共社交互动(例如帖子),以及公共金融交易。

Validium 将所有交易批处理并生成一个 ZK 证明,证明所有状态更改都是有效的。然后这个证明提交给以太坊,确保网络的完整性。

阶段 2 :增长 - 引入 DA 提供者

在阶段 2 ,Lens Network 将创建独立和同步的公共和私人 Validium 链,以支持各种社交网络用例(use cases),具有不同级别的私人和公共互动。公共 Validium 链使用 DA 提供者来保证公共状态数据的安全性。私人交易在私人 Validium 内依赖于一个自我保护系统,这些交易通过准备批次证明提交给以太坊区块链进行验证,但无需公开披露数据。

阶段 3 :盛开 - 完整的 Volition

阶段 3 通过结合 ZK Rollup 和 Validium 技术来提高交易的安全性和用户控制。主要变化是以太坊将保护公共 Rollup 组件内的金融交易。用户可以选择使用以太坊 DA 更安全地保护金融交易,同时选择 Validium 保护社交交易,并将其结算至单独的 DA。私人用例的私人交易在单独的实例中处理。

下一代 Lens Protocol:跨链中心

新的 Lens 协议版本将在 Lens Network 上开发和推出,作为整个 Lens 用户群的社交网络中心。新版本的 Lens 协议不仅将成为共享的社交网络,还将作为跨链协议运行,其主要中心位于 Lens Network 和 zkSync 上。Lens 协议的新版本也可以部署在其他 EVM 和非 EVM 网络上。我们的目标是让开发者在任何受支持的网络上构建他们的社交应用,并通过 CCIP 等技术连接到 Lens 用户群。

用户体验改进

Lens Network 旨在提供 Web2 相当的流畅用户体验,同时提供下一代所有权和货币化能力。Lens 将利用账户抽象实现无需支付 Gas 和签名的交易,并支持嵌入式钱包。各网络的跨链也将变得更为简易,计划实现亚秒级的交易时间。以创建更开放和公平的社交空间,让每个人都能参与和享受。

Bacaan Terkait

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit8m yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit8m yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片