CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-05-12Terakhir diperbarui pada 2024-05-13

Abstrak

Other election contracts show a 35% chance of a Republican sweep of the presidency and both houses of Congress and a 27% chance Democrats control the Senate after the election...

This week in prediction markets:

  • Polymarket is giving both Donald Trump and Joe Biden a 45% chance of winning the U.S. presidency – with former first lady Michelle Obama at 5% and wild card Robert F. Kennedy Jr. at 3%.
  • Bettors aren't decided on who is going to control the House and the Senate.

The Polymarket election contract for the U.S. general is giving a split decision on the chances of former President Trump and incumbent President Joe Biden getting elected, which puts it at odds with polls.

Currently, "yes" shares for Trump and Biden are both trading at 45 cents, indicating the market gives each candidate a 45% chance of winning. A share pays out $1 if the prediction turns out correct, and zilch if it doesn't.

Advertisement
Advertisement

Traders on the crypto-based prediction market have wagered a record-breaking $124.43 million on the election; of that, $28.25 million has been bet on or against the two leading candidates. Michelle Obama, wife of former President Barack Obama, is trading at 5%, while independent Robert F. Kennedy Jr. is at 3%.

Polymarket odds on May 13
Polymarket odds on May 13

This tie appears to come at Trump's expense, as the presence of longshot third-party contenders has helped Biden. Market data shows he's down one point in the last month while Biden is up three points.

With this tie, prediction markets are breaking away from national polls, which they had been tracking closely for a period (but not always), that give Trump campaign an edge over Biden.

Polls averaged by 538 show that Trump has a 0.7 percentage point lead over Biden – and Kennedy is coming in at 10% – whereas 270toWin gives Trump a 0.9 point margin.

At the same time, there's a wide range of leads that pollsters are giving Trump. Some, like polls conducted by Harris in association with Harvard, give Trump a seven-point lead (in a five-way race with Biden, RFK, and two outlier candidates). A late April poll from CNN gives Trump a nine-point lead. Others, like TIPP Insights, give Biden a slight lead. YouGov's poll for The Economist agrees with Polymarket on the tie.

Advertisement
Advertisement

The big change in the last few weeks has been a notable inflow of money into the Biden election contract – which has given the incumbent's odds a boost.

Months ago, when the contract was in its infancy, Trump led by a commanding margin: 53% compared to Biden's 33%, which was completely out of alignment with national polling. At the same time, more money was bet on or against Trump than Biden: $6.46 million to $4.6 million.

Polymarket odds on March 2, 2024
Polymarket odds on March 2, 2024

Perhaps the numbers will even out as the pool of participants becomes more inclusive.

On PredictIt, the popular U.S. election market platform, traders favor Biden, with 50% odds, over Trump at 48%. Unlike Polymarket, which was banished from the U.S. under a regulatory settlement, PredictIt takes bets from Americans (for now, at least – last week the Commodity Futures Trading Commission proposed to ban election contracts).

Then again, Polymarket's nine-figure volume on the presidential election dwarfs PredictIt's, which totals 13.9 million shares, meaning the dollar volume is less than $14 million.

Balance of power

On Nov. 5, voters aren't just going to elect a President, but also vote for their local Congressman and Senator, with all 435 House seats up for election and 33 Senate seats being contested.

Advertisement
Advertisement

Officially, the U.S. is a bicameral system, with the two legislative bodies working to craft bills that are sent to the president for signature. But the reality is the balance of power is a three-part affair, with the president able to reject what's sent to him, or bills dying from between the House and the Senate, or being substantially modified in the process.

Hence, the balance of power is key, and Polymarket bettors are sure that the Republicans will control the Senate, as two different contracts asking the same question are coming to similar conclusions.

In the first, which asks bettors about the balance of power post-2024 election, bettors are saying cumulatively between various options that they are approximately 77% sure Republicans will take the Senate.

Polymarket -- balance of power

A similar contract asks about Senate control specifically after the election, which gives Democrats a 27% chance and Republicans a 74% chance, slightly underplaying the odds of the other contract.

These two Senate-related contracts don't have a significant amount of money in them yet, so a more clear picture might emerge after they bulk up their treasuries. Regardless, with some pollsters reporting tight races and the possibility of ticket splitting it will be interesting to see how prediction markets shape up as election day gets closer.

Edited by Marc Hochstein and Nick Baker.

Bacaan Terkait

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit8m yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit8m yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片