HSBC’s Gold Token Goes Live for Retail Investors in Hong Kong

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-03-26Terakhir diperbarui pada 2024-03-27

Abstrak

The bank is claiming bragging rights for being the first bank to create a blockchain-based real world asset aimed at retail investors.

  • The tokenized gold product is available via HSBC Online Banking and HSBC HK Mobile App.
  • The HSBC Gold Token is minted on the bank’s Orion digital assets platform.
Skip Ad

Financial powerhouse HSBC (HSBA) is tokenizing gold for everyday investors in Hong Kong and claiming bragging rights as the first bank to create a blockchain-based real-world asset aimed at the retail marketplace.

The HSBC Gold Token, minted on the bank’s Orion digital assets platform, is available via HSBC Online Banking and HSBC HK Mobile App, the bank said in a press release on Wednesday.

Banks and financial institutions are bringing a range of real-world assets (RWA) onto blockchains, both private ledgers and public networks like Ethereum, in a process known as tokenization.

Advertisement
Advertisement

In November of last year, HSBC teased a tokenized gold offering planned as part of the bank’s new digital asset custody platform, created in partnership with Swiss-based crypto safe-keeping specialist Metaco.

“We are proud that HSBC Gold Token, powered by HSBC Orion, is the first retail product in Hong Kong that is based on distributed ledger technology, as authorized by the Securities and Futures Commission,” said HSBC Hong Kong head of wealth and personal banking Maggie Ng in a statement.

Edited by Parikshit Mishra.

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit13j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit13j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片