Crypto Seeks to Make Mark on U.S. Elections During 'Super Tuesday'

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-03-04Terakhir diperbarui pada 2024-03-05

Abstrak

Coinbase CEO Brian Armstrong calls primaries a "chance to send a message" to U.S. politicians ignoring digital assets policy issues.

The long list of primary elections Tuesday across 15 U.S. states will steer the fates of many seats in Congress and further solidifies the presidential showdown later this year, but Coinbase CEO Brian Armstrong said it's also a "chance to send a message" to federal politicians who've declined to come up with crypto policies.

"They're still not taking us seriously," he said at a crypto rally in California, hosted by Coinbase-backed political group Stand With Crypto on the eve of so-called Super Tuesday. He argued an increasing numbers of voters are interested in digital assets.

"Suddenly everybody in DC, they're going to realize this is just good politics," Armstrong said, suggesting politicians will soon realize they need to figure out crypto. "If I want to be elected, I need to go understand this technology and represent my constituency."

Advertisement
Advertisement

This marks the second congressional campaign season in which the crypto industry has been a significant presence, steering tens of millions of dollars toward friendly candidates or against skeptics of the sector.

In California, the top two Democrats seeking the open Senate seat represent a sharp divide over crypto, according to grades maintained on Stand With Crypto's website. U.S. Rep. Adam Schiff (D-Calif.) has an "A" on the site, and Rep. Katie Porter (D-Calif.) has an "F," based on remarks they've made or positions they've taken on crypto legislation.

Porter has been a particular target of Fairshake, a crypto political action committee (PAC) that's spent millions to undermine her Senate run, and if she doesn't manage to make the top two in today's voting, she won't make the general election. So far, polling has suggested she's well behind Schiff and top Republican Steve Garvey.

The digital assets industry is also keenly interested in how Democrat Julie Johnson does in her bid to represent a Texas congressional district, and the same for Democrat Shomari Figures in Alabama. Figures' candidate website says the Washington insider hopes to "embrace the new landscape around digital assets," and Johnson's site contends that "Americans can benefit from crypto innovation." In both of those congressional races, the primary ballot is crowded with candidates.

Advertisement
Advertisement

By Wednesday, the field of politicians fighting for spots in Congress will narrow considerably. In the election cycle two years ago, industry donations focused largely on sure-thing candidates. But because such a large share of donations came from the leaders of defunct exchange FTX and its disgraced founder, Sam Bankman-Fried, one third of the current Congress had to deal with the sting of trying to explain or back out of those campaign contributions.

After the failures of 2022 – which, besides FTX, saw a number of crypto lenders and a few mining companies file for bankruptcy – and the ongoing legislative debates since then, crypto has become a more divisive political issue. Republicans have been more likely to come out in staunch support of the industry, so friendly Democrats could become increasingly difficult to find.

Also on Tuesday, one former Democrat – Sen. Kyrsten Sinema (I-Ariz.) – announced she'd be stepping down at the end of the year. Sinema was partially responsible for the 2021 infrastructure bill that landed a legislative blow against the crypto industry in its tax implications. It was that wound that helped convince the industry to bolster its lobbying and campaign-finance aspirations in 2022.

Bacaan Terkait

Panduan Membeli di Titik Terendah oleh Grayscale: Menilai Nilai Cryptocurrency Menggunakan Arus Kas

**Panduan Investasi di Titik Terendah Pasar dengan Analisis Arus Kas untuk Kripto** Pasar kripto telah turun sejak awal tahun, menimbulkan pertanyaan tentang aset mana yang bernilai investasi pada harga saat ini. Banyak aset kripto, seperti token DeFi, mirip dengan instrumen keuangan dan dapat dinilai berdasarkan arus kas mereka. Laporan ini menggunakan Aave, platform pinjam-meminjam terdepan, sebagai studi kasus. Analisis menggunakan model Discounted Cash Flow (DCF) dan perbandingan rasio harga terhadap laba (P/E) menunjukkan bahwa token AAVE (AAVE) memiliki nilai wajar antara $80 - $100 pada level harga saat ini (~$75). Dengan asumsi pertumbuhan yang dipercepat karena adopsi stablecoin dan tokenisasi aset riil (RWA), valuasi bisa mencapai sekitar $175 dalam setahun. Laporan ini menekankan pentingnya mengklasifikasikan aset kripto (sebagai "aset komoditas" seperti Bitcoin atau "aset arus kas" seperti token DeFi) dan menggunakan kerangka penilaian yang sesuai. DeFi telah membuktikan dirinya sebagai sektor yang menghasilkan pendapatan nyata. Kunci penilaiannya bukan hanya pendapatan protokol, tetapi mekanisme "value capture" yang jelas – bagaimana keuntungan protokol dialirkan kembali ke pemegang token melalui mekanisme seperti pembelian kembali (buyback) atau distribusi. Aave, sebagai DAO yang matang dengan pendapatan beragam, neraca yang kuat, dan roadmap produk yang solid (seperti stablecoin GHO dan pasar institusional Horizon), menunjukkan bagaimana kesuksesan protokol dapat terikat dengan nilai token. Namun, ketidakpastian regulasi untuk DAO tetap menjadi tantangan. Undang-undang seperti **CLARITY Act** (dengan probabilitas disahkan 51% pada 2026) dapat memberikan kejelasan dengan mengkategorikan aset seperti AAVE sebagai "aset jaringan". Kesimpulannya, pasar semakin matang dan menghargai proyek dengan fundamental bisnis nyata, pendapatan berkelanjutan, dan alokasi modal yang disiplin. Investor harus beralih dari spekulasi naratif ke analisis fundamental berbasis arus kas dan multipler untuk mengidentifikasi peluang di proyek-proyek seperti Aave, Uniswap, dan lainnya.

marsbit40m yang lalu

Panduan Membeli di Titik Terendah oleh Grayscale: Menilai Nilai Cryptocurrency Menggunakan Arus Kas

marsbit40m yang lalu

Setelah Semikonduktor Memimpin Kenaikan, Apakah Dana Membeli Pesanan AI Atau Pemulihan Makro?

**Inti Artikel:** Setelah konflik geopolitik mereda, saham teknologi AS naik, terutama di sektor semikonduktor dan rantai perangkat keras AI. Kunci pertanyaannya: apakah kenaikan ini didorong oleh pemulihan makro (valuasi) atau pesanan AI yang riil? **Poin Utama:** 1. **Pemicu Awal: Risiko Geopolitik Turun.** Kesepakatan AS-Iran untuk perpanjangan gencatan senjata dan navigasi di Selat Hormuz mengurangi ketakutan akan lonjakan harga minyak dan inflasi. Ini meredakan tekanan pada suku bunga dan memberikan ruang bagi pemulihan valuasi saham pertumbuhan, termasuk teknologi. 2. **Uang Mengalir ke Rantai Perangkat Keras AI.** Aliran dana tidak merata ke semua sektor teknologi. Dana lebih terkonsentrasi pada chip, interkoneksi optik, memori, dan manufaktur domestik. Ini menunjukkan investor lebih selektif, mencari perusahaan dengan pendapatan riil dari pembangunan infrastruktur AI/data center (misalnya, Astera Labs dengan laporan pendapatan yang kuat). 3. **Contoh Kasus: Intel.** Lonjakan saham Intel (~10-11%) dipicu pernyataan Trump tentang kolaborasi dengan Apple, yang masuk dalam narasi manufaktur domestik dan kebijakan. Namun, ini masih berupa katalis kebijakan. Fundamental Intel (skala kontrak, timeline, profitabilitas) perlu dibuktikan lebih lanjut. 4. **Peringatan dan Verifikasi Ke Depan.** Kenaikan ini adalah **perbaikan selektif dalam selera risiko**, bukan konfirmasi siklus AI yang dipercepat kembali. Kelanjutannya bergantung pada: * **Data Makro:** Stabilitas navigasi Selat Hormuz dan harga minyak. * **Data Mikro (Kunci):** Laporan Q2 harus menunjukkan pengeluaran modal (_capital expenditure_) vendor cloud yang tetap kuat, pesanan server AI yang berkelanjutan, serta pandangan pendapatan perusahaan interkoneksi optik dan memori yang terus tumbuh. * **Kasus Intel:** Perlu konfirmasi detail kolaborasi dengan Apple yang berdampak finansial. **Kesimpulan:** Pasar memanfaatkan jendela perbaikan valuasi dari meredanya risiko geopolitik untuk membeli kembali aset-aset dalam rantai perangkat keras AI yang memiliki visibilitas pendapatan lebih nyata. Namun, tren jangka panjang bergantung pada verifikasi order dan profitabilitas di kuartal-kuartal mendatang.

marsbit49m yang lalu

Setelah Semikonduktor Memimpin Kenaikan, Apakah Dana Membeli Pesanan AI Atau Pemulihan Makro?

marsbit49m yang lalu

Kraken Tambahkan Perdagangan Token On-Chain Solana Langsung di Dalam Aplikasinya

**Kraken Tambahkan Perdagangan Token On-Chain Solana Langsung di Aplikasinya** Kraken kini mengizinkan perdagangan token on-chain Solana langsung dalam aplikasi utamanya. Fitur ini tersedia bagi pengguna di AS dan lebih dari 100 negara, dengan sekitar 2.500 token berbasis Solana yang terverifikasi pada peluncurannya. Dengan fitur baru ini, pengguna tidak perlu lagi membuat dompet eksternal, menyimpan frasa seed, atau beralih antar aplikasi untuk berdagang aset di jaringan Solana. Kraken membungkus seluruh proses on-chain ke dalam antarmuka yang sudah dikenal pengguna, sehingga aset on-chain muncul bersama aset Kraken lainnya di portofolio yang sama. Langkah ini merupakan upaya Kraken untuk menjembatani kesenjangan antara perdagangan terpusat (CEX) dan terdesentralisasi (DeFi). Solana dipilih sebagai jaringan pertama karena likuiditas dan aktivitas perdagangan token barunya yang tinggi, yang seringkali terbentuk on-chain sebelum terdaftar di bursa terpusat. Infrastruktur fitur ini didukung oleh teknologi dompet tersemat dari Privy dan protokol DEX Solana, yang menangani mekanisme dompet dan transaksi di latar belakang. Meski antarmuka lebih sederhana, Kraken mengingatkan bahwa token yang diperdagangkan melalui DEX ini belum tentu direview seperti pencatatan terpusat, sehingga risiko pasar tetap ada. Perilisan ini mencerminkan tren besar di mana bursa terpusat berusaha mengakomodasi aktivitas DeFi ke dalam platform mereka, agar tidak kehilangan pengguna yang beralih ke perdagangan on-chain.

bitcoinist1j yang lalu

Kraken Tambahkan Perdagangan Token On-Chain Solana Langsung di Dalam Aplikasinya

bitcoinist1j yang lalu

Seluruh Dunia Mengagumi Kedatangan Noam, Namun Utang OpenAI Semakin Menebal

OpenAI mengumumkan perekrutan Noam Shazeer, salah satu penulis kunci makalah "Attention Is All You Need", sebagai pemimpin penelitian arsitektur, yang disambut antusias. Namun, di saat yang sama, laporan keuangan teraudit perusahaan mengungkapkan kerugian operasional besar: $20,92 miliar pada 2025 dan pembakaran tunai $3,7 miliar pada kuartal pertama 2026. Artikel ini mempertanyakan logika di balik perekrutan bintang mahal ini dengan latar belakang tekanan keuangan yang parah. Inti masalah OpenAI bukanlah kekurangan bakat teknis, tetapi model bisnisnya: biaya komputasi yang sangat tinggi (termasuk $10,59 miliar untuk sewa daya komputasi dari Microsoft), sambil mengandalkan basis pengguna gratis yang luas dengan hanya 50 juta pengguna berbayar. Sementara itu, OpenAI telah kehilangan banyak pendiri dan peneliti inti seperti Ilya Sutskever dan Jan Leike, menunjukkan pergeseran fokus dari penelitian eksplorasi ke iterasi produk. Perekrutan Noam dilihat sebagai "pembelian cemas" yang lebih bertujuan untuk menciptakan narasi yang kuat guna mendukung valuasi IPO yang sangat tinggi (hingga $1 triliun), daripada menyelesaikan masalah profitabilitas mendasar. Sebagai perbandingan, Anthropic dilaporkan mendekati profitabilitas dengan fokus pada klien korporat yang memberikan aliran pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi. Artikel menyimpulkan bahwa tanah subur untuk inovasi berkelanjutan datang dari budaya internal yang mempertahankan talenta, bukan dari menyewa bintang mahal, dan bahwa lembar neraca tidak peduli dengan kejeniusan individu, melainkan dengan jalur yang jelas menuju keberlanjutan keuangan.

marsbit2j yang lalu

Seluruh Dunia Mengagumi Kedatangan Noam, Namun Utang OpenAI Semakin Menebal

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片