Coinbase Made an Arbitration Case to the U.S. Supreme Court – Again

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-02-27Terakhir diperbarui pada 2024-02-28

Abstrak

In a second case involving a legal argument over arbitration, the U.S. crypto exchange again appeared in the high court to argue about these agreements that affect everybody.

  • Coinbase has again asked the U.S. Supreme Court to reinforce its position in a dispute over arbitration – marking a second time the crypto exchange has appeared before the high court to argue how customer disputes should be handled.
  • Wednesday's arguments weren't about crypto, but arbitration is a topic that affects anybody who has any interaction with modern commerce.

Crypto exchange Coinbase (COIN) again led a legal charge on the ins and outs of arbitration in the U.S. Supreme Court on Wednesday. The latest case isn't about digital assets, directly, but it may be important for every modern consumer who buys, registers or contracts for a product or service – and for the businesses trying to stay out of court.

14.4K

Lawyers for Coinbase, who had previously won a case about whether a lawsuit can move forward if there's an ongoing appeal about whether it should be in arbitration, appeared again in another case stemming from the legal agreements that control how disputes between companies and their clients are handled. This one is about who should make the decision about a dispute going into arbitration in the event that multiple contracts affect the parties.

These highly technical legal matters have nothing to do with crypto, except for the fact that the industry is as reliant on arbitration agreements as any other corner of the tech sector. These agreements often require that unhappy customers take disputes to a third-party arbitrator rather than pressing lawsuits in the courts.

Advertisement
Advertisement

Coinbase, which contends that an arbitrator should decide where such a conflict should be handled, lost in the lower courts and asked the justices to reject those rulings and remand the case back to the earlier court.

"Lower courts cannot collapse the who-decides questions," Coinbase's chief attorney in the case, Jessica Ellsworth of Hogan Lovells, said to the justices on Wednesday. "We think the court should reverse and remand."

Eventually, the Supreme Court is likely to weigh questions that are central to the nature and survival of crypto in the U.S. – namely, what makes a digital asset a security or a commodity, and what are the government's powers to oversee the markets where such assets change hands. But those cases are still winding through lower courts and may not rise to the high court's consideration for many months or even years.

Edited by Nikhilesh De.

Bacaan Terkait

Mengapa Orang-Orang seperti Luke Melakukan Fork Bitcoin Tanpa Dukungan? BIP-100 Sudah Dinyatakan Gagal!

Penulis: Bitcoin Orange Trader Pada 8 Agustus, jaringan Bitcoin mengalami perpecahan (fork) akibat implementasi BIP-110, yang hanya didukung sinyal oleh 2.53% penambang (51 blok dari siklus 2016 blok). Pada ketinggian blok 961632, node yang menjalankan BIP-110 mulai menolak semua blok tanpa sinyal "bit 4", menciptakan dua rantai yang tidak kompatibel. Rantai utama, dengan mayoritas hashrate, terus berjalan normal. Sementara itu, rantai BIP-110 tertinggal jauh dengan hashrate yang sangat rendah, menandakan usaha yang tidak seimbang. **Latar Belakang dan Pendorong** BIP-110 diajukan untuk membatasi data non-keuangan (seperti dalam Inskripsi, BRC-20, Runes) di blok Bitcoin. Pendukungnya, termasuk pengembang Luke Dashjr, percaya data tersebut membebani jaringan dalam jangka panjang. Implementasinya berbasis Bitcoin Knots, bukan Bitcoin Core, dan didorong oleh sekelompok kecil operator node dan penambang sebagai upaya UASF (User Activated Soft Fork). **Mengapa Dipaksakan Meski Dukungan Rendah?** Pendukung BIP-110 menganut logika UASF: keputusan akhir ada pada node pengguna, bukan hanya penambang. Mereka berharap jika cukup banyak dompet, bursa, dan layanan mengadopsi aturan baru, penambang akhirnya akan mengikuti. Namun, sejauh ini taruhan ini belum terbayar. Mayoritas hashrate tetap di rantai asli. **Apakah BIP-110 Bisa Berhasil?** Keberhasilan harus dilihat dalam dua aspek: 1. **Eksistensi Teknis:** Rantai BIP-110 bisa tetap ada selama ada penambang, namun dengan hashrate sangat rendah (~2.53%), butuh waktu diperkirakan sekitar **1.9 tahun** untuk menyesuaikan kesulitan dan mencapai tahap aktivasi aturan pembatas datanya. 2. **Pengakuan Ekonomi:** Untuk menjadi Bitcoin "utama", dibutuhkan adopsi luas oleh ekosistem (bursa, dompet, pengguna). Saat ini, hal itu jauh dari kenyataan. **Apa Artinya bagi Pemegang Bitcoin Biasa?** Aturan Bitcoin utama **tidak berubah**. Rantai dengan proof-of-work tertinggi tetap berjalan dengan konsensus asli. Risiko utama ada pada layanan yang menggunakan backend BIP-110, karena mereka mungkin melihat status konfirmasi yang berbeda di dua rantai, dan tidak ada perlindungan replay khusus. **Kesimpulan saat ini:** BIP-110 gagal mengaktifkan aturan baru di jaringan Bitcoin utama. Alih-alih, ia menciptakan fork dengan dukungan hashrate yang sangat minim dan prospek pengakuan ekonomi yang sangat rendah.

marsbit4m yang lalu

Mengapa Orang-Orang seperti Luke Melakukan Fork Bitcoin Tanpa Dukungan? BIP-100 Sudah Dinyatakan Gagal!

marsbit4m yang lalu

Laporan Keras: Setelah Start yang Menakjubkan, Potensi Pendapatan Robinhood Chain Diurai Frame per Frame

Robinhood Chain, layer-2 (L2) blockchain baru Robinhood, menunjukkan awal yang kuat dengan mencatatkan nilai ekonomi riil (REV) $3,6 juta di bulan Juli, setara 38% dari semua pendapatan jaringan L2. Namun, aktivitas awal ini didorong terutama oleh perdagangan meme coin (51% volume), bukan aset dunia nyata (RWA) yang menjadi fokus utamanya. Meski pertumbuhan keseluruhan Robinhood mencapai rekor, bisnis kriptonya justru menurun, dengan pendapatan turun 38% (menjadi $100 juta) di Q2 2026. Robinhood Chain belum cukup signifikan untuk membalikkan tren ini. Pendapatan tahunan dari sumber yang teridentifikasi (REV jaringan, bunga dari stablecoin USDG, bagi hasil dengan Lighter) diperkirakan hanya $54,8 juta, atau sekitar 14% dari pendapatan kripto Robinhood. Potensi monetisasi terbesar terletak di lapisan aplikasi, bukan infrastruktur. USDG dapat menghasilkan pendapatan bunga signifikan jika skalanya diperluas. Selain itu, kemampuan distribusi aplikasi utama Robinhood terbukti berharga, seperti yang terlihat pada integrasi Morpho, sementara distribusi melalui Robinhood Wallet sendiri terbatas. Kesimpulannya, agar menjadi penggerak pertumbuhan yang berarti, Robinhood perlu meningkatkan skala USDG, memonetisasi aliran pengguna aplikasi utamanya, atau menggunakan rantai ini sebagai saluran akuisisi pengguna untuk produk bernilai lebih tinggi. Hanya mengandalkan pendapatan jaringan tidak akan cukup.

marsbit15m yang lalu

Laporan Keras: Setelah Start yang Menakjubkan, Potensi Pendapatan Robinhood Chain Diurai Frame per Frame

marsbit15m yang lalu

Laporan Penelitian Mendalam: Setelah Awal yang Menakjubkan, Analisis Frame-by-Frame Potensi Pendapatan Robinhood Chain

**Laporan Inti: Potensi Pendapatan Robinhood Chain Setelah Awal yang Mengagumkan** Robinhood mencatat pendapatan kuartal tertinggi secara keseluruhan, namun bisnis kriptonya justru menyusut, hanya menyumbang 8% dari total pendapatan pada Q2 2026. Sebagai respons, Robinhood meluncurkan **Robinhood Chain**, sebuah Layer-2 blockchain, yang menunjukkan awal yang kuat. Pada Juli, rantai ini menghasilkan $3.6 juta dalam Nilai Ekonomi Riil (REV), menduduki puncak pendapatan di antara semua jaringan L2. Aktivitas awal ini didorong terutama oleh perdagangan **Meme coin** (51% volume), bukan aset dunia nyata (RWA) yang diusung sebagai kasus penggunaan inti. Meski mengesankan, pendapatan dari infrastruktur blockchain saja dinilai tidak cukup untuk secara signifikan memulihkan bisnis kripto Robinhood, mengingat pasar pendapatan jaringan yang terbatas. Peluang monetisasi yang lebih jelas justru terletak pada **lapisan aplikasi**: 1. **Stablecoin USDG**: USDG, stablecoin native Robinhood Chain, dapat menghasilkan pendapatan bunga dari aset cadangannya. Dengan kapitalisasi pasar saat ini, ini dapat menghasilkan sekitar $10.5 juta pendapatan bunga per tahun. 2. **Distribusi Aplikasi Utama**: Kemampuan Robinhood untuk mendistribusikan aplikasi ke basis pengguna utamanya sangat berharga. Integrasi Morpho ke aplikasi utama Robinhood berhasil menarik setoran signifikan, menunjukkan potensi model bagi hasil atau biaya akses. Kesimpulannya, meski Robinhood Chain memiliki awal yang kuat, dampak finansial langsungnya terhadap Robinhood masih terbatas. Untuk menjadi pendorong pertumbuhan yang berarti, Robinhood perlu fokus pada **pengembangan USDG** dan **komersialisasi kemampuan distribusi pengguna** di aplikasi utamanya, alih-alih hanya mengandalkan pendapatan dari jaringan blockchain itu sendiri.

Odaily星球日报23m yang lalu

Laporan Penelitian Mendalam: Setelah Awal yang Menakjubkan, Analisis Frame-by-Frame Potensi Pendapatan Robinhood Chain

Odaily星球日报23m yang lalu

Trading

Spot
活动图片