El Salvador's Bitcoin-Friendly President Nayib Bukele Wins Re-Election

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2024-02-04Terakhir diperbarui pada 2024-02-05

Abstrak

Under Bukele, the country in 2021 became the first nation to adopt bitcoin as legal tender.

El Salvador's bitcoin-friendly president Nayib Bukele is on his way to another five-year term, according to exit polls which show him with an overwhelming lead shortly after voting ended on Sunday evening.

The result was widely expected as Bukele, who served since 2019 as president, enjoyed great popularity in the country and led in pre-election polling by a large margin.

Bukele made a splash during his first term cracking down on gang violence with mass incarcerations and betting big on bitcoin (BTC).

Advertisement
Advertisement

In 2021, El Salvador became the first nation to adopt the largest cryptocurrency as legal tender, developed and introduced a crypto wallet Chivo to enhance bitcoin adoption and also started buying the asset as an investment. The move, while widely applauded by bitcoin enthusiasts, drew criticism from international organizations such as the International Monetary Foundation (IMF).

The country this year plans to issue its long-awaited bitcoin-backed "Volcano bonds" after receiving regulatory approval in December, which would fund a BTC mining industry powered solely by renewable energy.

Edited by Stephen Alpher.

Bacaan Terkait

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Franklin Templeton mengumumkan pada 22 Juni bahwa mereka telah menyelesaikan akuisisi terhadap 250 Digital dan secara resmi mendirikan divisi manajemen aset kripto, Franklin Crypto. Divisi baru ini akan fokus pada penyediaan strategi kripto yang dikelola secara aktif untuk investor institusional. Perkembangan ini melengkapi peta ambisi kripto Franklin Templeton, yang telah dimulai sejak 2018 dengan membentuk tim aset digital. Jejak mereka meliputi peluncuran dana bersama tokenisasi pertama di AS (BENJI) pada 2021, serangkaian ETF spot untuk aset seperti Bitcoin (EZBC), Ethereum (EZET), XRP (XRPZ), dan Solana (SOEZ), serta ETF indeks kripto (EZPZ). Dengan Franklin Crypto, portofolio mereka kini mencakup tiga lapisan: dana tokenisasi, ETF pasif, dan strategi manajemen aktif. Hingga Mei 2026, Franklin Templeton mengelola aset sekitar $1,78 triliun, dengan divisi aset digitalnya mengelola sekitar $1,8 miliar. Langkah mereka juga melibatkan investasi dan kemitraan di ekosistem yang lebih luas, seperti Ethena dan Crossmint, serta kolaborasi dengan jaringan seperti Aptos dan Sui. Sebagai perbandingan, raksasa aset tradisional lain seperti Fidelity Investments mengambil jalur yang sedikit berbeda, lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur kustodian dan perdagangan internal sejak awal. Namun, kedua institusi tersebut mencerminkan tren yang sama: penetrasi mendalam dari manajer aset tradisional ke dalam bidang kripto.

Foresight News17m yang lalu

Potongan Terakhir Ambisi Kripto Franklin Templeton

Foresight News17m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片