Binance Founder Changpeng 'CZ' Zhao Isn't a Flight Risk, His Attorneys Say

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-11-23Terakhir diperbarui pada 2023-11-24

Abstrak

The Department of Justice wants him to stay in the U.S. prior to sentencing.

Binance founder Changpeng "CZ" Zhao poses "no risk of flight" and should be allowed to return to the United Arab Emirates for now, a Thursday filing said.

The partially redacted document pushed back against a U.S. Department of Justice filing, arguing that Zhao should not be allowed to leave the U.S. ahead of his February sentencing after pleading guilty to one charge of violating the Bank Secrecy Act. Zhao has already demonstrated he won't be a flight risk by the very fact that he came to the U.S. to enter that plea, his attorneys argued. The Magistrate Judge overseeing his case, Judge Brian Tsuchida, already agreed that Zhao showing up to begin with is compelling, the filing said.

10

"Based on all the relevant facts, including Mr. Zhao’s voluntary self-surrender, his intent to resolve this case, and the sizable bail package he proposed, Judge Tsuchida found that Mr. Zhao presents no risk of flight, even while residing in the UAE," the filing said.

Advertisement
Advertisement

Binance pleaded guilty to multiple charges alongside Zhao earlier this week, agreeing to pay a massive $4.3 billion fine, appoint monitors to oversee its compliance program and review its past transactions and accept Zhao's resignation as CEO. Former Binance regional markets head Richard Teng has taken over as CEO.

Zhao was released on a $175 million personal recognizance bond on Tuesday. Still, his attorneys and the DOJ have been arguing over whether he can return to the UAE, where he is a citizen and where his family lives, or if he must stay in the U.S. If Zhao returns to the UAE, he must come back to the U.S. two weeks before sentencing.

The DOJ argued that Zhao could afford to lose the $15 million he put in a trust account and $5 million his guarantors put up. Zhao's attorneys said this argument ignores the financial commitment he and Binance made. Other DOJ arguments similarly ignore everything Zhao has already done, they said, such as flying to the U.S. to begin with.

Advertisement
Advertisement

"Against the weight of all this information and Judge Tsuchida consideration of it, the government provides no meritorious – or additional – basis to insist that Mr. Zhao remain in the United States away from his family for months between his plea and sentencing," the filing said.

Zhao's sentencing is currently scheduled for Feb. 23, 2024. He faces a potential 18-month prison term and agreed to pay a $50 million fine in his plea agreement.

Edited by Aoyon Ashraf.

Bacaan Terkait

IOSG: Utang AS, AI, dan Inflasi Tak Bisa Digabungkan, BTC Bertaruh pada Sisi Mana?

**Inti Artikel: IOSG - Utang AS, AI, dan Inflasi Tidak Bisa Dipenuhi Bersamaan, BTC Bertaruh di Sisi Mana?** Analisis ini berargumen bahwa pemerintah AS kemungkinan akan memprioritaskan stabilitas pasar obligasi pemerintah (Treasury) dan siklus investasi AI, dengan konsekuensi membiarkan inflasi tetap tinggi lebih lama. Ini akan menjadi angin pendukung berkelanjutan bagi emas dan Bitcoin (BTC). **Tekanan pada Obligasi AS (US Treasury):** Yield obligasi AS jangka panjang (10 dan 30 tahun) mendekati level tertinggi dalam dua dekade, didorong oleh: * Risiko inflasi yang persisten. * Pasokan utang pemerintah yang tinggi. * Menipisnya permintaan dari pembeli jangka panjang. * **Kompetisi pendanaan baru dari perusahaan teknologi besar** yang membutuhkan modal besar untuk infrastruktur AI (diperkirakan ratusan miliar dolar dalam penerbitan obligasi). **Dilema Tiga Arah (Trilemma):** AS menghadapi pilihan sulit antara: (1) Mengontrol inflasi, (2) Menjaga stabilitas pasar Treasury, dan (3) Mendukung siklus investasi AI. Kontrol inflasi dipandang sebagai tujuan yang paling mungkin dikorbankan secara politis. **Respons Departemen Keuangan AS:** Untuk menstabilkan pasar, Departemen Keuangan diprediksi akan: * Meningkatkan operasi repo (pinjaman jangka pendek) untuk mendukung likuiditas obligasi jangka panjang. * Beralih ke penerbitan lebih banyak utang jangka pendek (T-bills). Strategi ini, disebut "penerbitan agresif" atau "QE terselubung," menyuntikkan likuiditas ke sistem dengan menggeser risiko durasi (jangka panjang) dari sektor privat. **Implikasi untuk Aset:** * **Emas:** Telah menguat kuat (~90% dalam 2 tahun), didorong oleh penurunan kepercayaan pada USD, kekhawatiran inflasi, dan logika depresiasi mata uang. * **Bitcoin (BTC):** Perilaku harga baru-baru ini (BTC naik 22.2% dalam seminggu, mengalahkan kenaikan emas 5.9%) mulai menunjukkan korelasi dengan ekspektasi likuiditas global yang lebih longgar ("QE terselubung"). Jika tren pergeseran durasi dan penyuntikan likuiditas oleh Departemen Keuangan berlanjut, BTC bisa mendapatkan angin pendukung yang lebih persisten sebagai lindung nilai terhadap depresiasi. **Kesimpulan:** Jika inflasi tetap tinggi, defisit fiskal besar, dan permintaan pendanaan AI kuat, maka harga untuk menjaga stabilitas pasar Treasury dan pertumbuhan AI akan berupa: struktur utang yang lebih pendek, dukungan likuiditas terus-menerus, dan toleransi terhadap inflasi yang lebih tinggi. Situasi ini menguntungkan emas dan BTC. Tesis ini akan melemah jika inflasi turun signifikan, ada konsolidasi fiskal, atau AI menjadi mandiri secara pendanaan.

marsbit17m yang lalu

IOSG: Utang AS, AI, dan Inflasi Tak Bisa Digabungkan, BTC Bertaruh pada Sisi Mana?

marsbit17m yang lalu

Bagaimana 5G akan Diluncurkan di Rusia: Usulan Kementerian Digital dan Peta Jalan hingga 2035

Kementerian Digital Rusia mengusulkan agar operator "empat besar" - Beeline, MegaFon, MTS, dan T2 - diizinkan untuk menggelar jaringan 5G di menara BTS dan frekuensi yang sudah ada (sebelumnya untuk LTE), serta dialokasikan pita frekuensi baru 4.630–4.990 MHz. Usulan ini akan dibahas oleh Komisi Negara untuk Frekuensi Radio (GKChR). Inti usulan adalah **prinsip netralitas teknologi**, yang memungkinkan operator menggunakan frekuensi LTE untuk 5G dan peralatan asing yang terpasang hingga 1 September 2026. Pita frekuensi baru 4,63–4,99 GHz akan memungkinkan jaringan yang lebih kuat untuk layanan industri. Sejak 2027, akan dimulai transisi bertahap ke peralatan domestik, yang harus mencapai minimal 50% pada 2030. **Jadwal Peluncuran 5G:** * Akhir 2026: 4 pusat regional pertama. * 2027: 16 kota (semua kota berpenduduk >1 juta jiwa). * 2030: 40 kota. * 2035: 84 kota. Awalnya, 5G akan berjalan dalam mode **"5G Ready"** di atas infrastruktur existing, sehingga peningkatan kecepatan belum signifikan. Kecepatan sebenarnya (4-10x LTE) baru akan terasa setelah pita frekuensi baru dengan peralatan khusus dioperasikan. Frekuensi 4,63–4,99 GHz memiliki tantangan: sinyal mudah terhalang, membutuhkan BTS yang lebih padat, dan tidak semua ponsel mendukungnya. Penundaan panjang 5G di Rusia disebabkan oleh blokade Kementerian Pertahanan terhadap pita "emas" 3,4–3,8 GHz sejak 2018. Pita yang dipilih sekarang memiliki kesamaan dengan rentang 4,8–5,0 GHz di Cina, sehingga peralatan dari Huawei dan ZTE bisa menjadi solusi transisi. **Risiko dan Tantangan:** Keberhasilan tergantung pada kecepatan pasokan peralatan dan produksi dalam negeri. Tantangan lain adalah dukungan ponsel terhadap pita frekuensi 4,63–4,99 GHz yang tidak umum digunakan di pasar global, yang dapat membatasi pilihan perangkat pengguna.

cryptonews.ru2j yang lalu

Bagaimana 5G akan Diluncurkan di Rusia: Usulan Kementerian Digital dan Peta Jalan hingga 2035

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片