BTC生态 | 入门指南:速通BTC基础知识与热门协议

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2023-11-08Terakhir diperbarui pada 2023-11-08

Abstrak

从比特币入门到精通。

原创 | Odaily星球日报

作者 | 南枳

BTC生态 | 入门指南:速通BTC基础知识与热门协议

UTXO

定义:UTXO(未使用的交易输出)是一种在区块链技术中常见的数据模型。UTXO 是一种记录交易输出状态的方式,它跟踪了每个未使用的交易输出,以确定哪些比特币属于哪个地址。

简易理解:

每个 UTXO 就像一张钞票,它有特定的面值(比特币数量)并附加了一个锁,只能被一个私钥(钥匙)打开。当你要发送比特币时,你需要选择一些钞票,将它们合并成一个新的钞票,并用收件人的锁重新锁上。这就是一笔比特币交易的基本工作原理。

案例:如果你有两个 UTXO,一个价值 10 比特币,另一个价值 20 比特币,你可以将它们合并成一个新的 UTXO,总价值为 30 比特币,然后用接收方的地址重新锁上。这样,你就完成了一笔交易,将 10 比特币和 20 比特币发送给了接收方,同时生成了一个新的 UTXO。

例如下图的 Cathy,获得了来自 Bob 的 10 枚 BTC 的 UTXO 和来自 Alice 的 20 枚 BTC 的 UTXO,其“余额”可以理解为 30 枚 BTC,而 Cathy 可以将这些 UTXO 拆解、组合并对外发送。

BTC生态 | 入门指南:速通BTC基础知识与热门协议

这里需要注意一个地方,对外转账不是从一个个体的余额里“拿出”一部分资金然后转出,而是拆分成一个或多个 UTXO,将不对外转账的资金“转回”给自己。这对理解 Ordinals 至关重要。

Ordinals

  • 编号:

定义:比特币总量 2100 万个,每个比特币包含 1 亿个 Satoshi(聪、sats),Ordinals 协议根据产出和交易的顺序,对这些聪进行编号。

比特币网络的第一个区块奖励为 50 枚 BTC,即 50 亿枚 sats,而这 50 亿枚聪按顺序编号即为 1 号 sats、 2 号 sats……直至 50 亿号 sats。之后每个区块生产出来的比特币和对应的聪同样按顺序编号。

注意,在刚生产出来时,每个 sats 都是同质化的,并不能指定出哪个 sats 就是 1 号、 2 号,直至被 UTXO 切分。

在这里,我们假设 Alice 持有的就是创世区块的 50 枚 BTC,转账情况如下:

BTC生态 | 入门指南:速通BTC基础知识与热门协议

在 Alice 向 Bob 转账 BTC 后,前三十亿枚 sats 和后二十亿枚 sats 便区分开来,而后随着新的 UTXO 不断切分;到最后 Cathy 拥有了 1 号到 10 亿号 sats,以及 30 亿号到(50 亿-1)号 sats;而第五十亿号聪则到了 Daniel 的账户里。

  • 隔离见证

隔离见证(Segregated Witness),通常简称为 SegWit,是比特币协议的一个升级,旨在解决一些与比特币交易和网络扩展性有关的问题。SegWit 的主要改变是将交易数据中的签名数据(又称为"witness",见证数据)与交易数据本身分开存储,从而使比特币交易更高效、更安全,并提高了网络的扩展性。

  • Taproot

Taproot 是比特币的一个重要协议升级,旨在提高比特币网络的隐私、扩展性和智能合约功能。这个升级于 2021 年 11 月激活。Taproot 脚本对其内容的限制非常少,而且还能得到见证者的折扣,使铭文内容的存储相对经济。Taproot 是继隔离见证之后比特币扩容的最新阶段,为 Ordinals 的出现创造了条件。

  • 铭文

简而言之,铭文(Inscription)是通过隔离见证将内容“储存”(铭刻)至比特币网络上,并绑定至特定序号的 sats 上,使其能够转移和交易。早期也曾出现过误转移了关键的 sats 而丢失了资产的情况(实际上就是转移给了接收者 sats,尽管其本意可能只是进行一笔 BTC 的转账),而目前的工具基本自动化了这一过程,避免了关键 sats 的误转。

稀有聪

根据产出顺序,定义了某些序号的聪的稀有程度

  • uncommon:每个块的第一个聪

  • rare: 每个难度调整周期的第一个聪

  • epic:每个减半时期的第一个聪

  • legendary:每个周期的第一个聪

  • mythic:创世区块的第一个聪

BTC NFT

铭文能够将任意符合大小(4 MB)的文件上传至比特币网络,目前类型主要包括图片(image)、文本(text)、视频(video)和音频(audio)这四类。而其中的图片形成了 BTC NFT,与传统的 NFT 的主要区别包括:

  • BTC NFT 始终不可变,传统 NFT 通常具备修改、调整权限;

  • BTC NFT 创作者必须支付与内容大小成比例的费用,而传统 NFT 通常储存于 IPFS,成本极低;

  • BTC NFT 早期的主要项目包括:TwelveFold、Bitcoin Punks、Bitcoin Wizards 等

  • BTC NFT 时下最流行系列包括:Bitcoin Frogs、Ordinal Maxi Biz、Goosinals 等

BRC-20 

BRC-20 是由 Domo 于 23 年 3 月 9 日提出的一种代币标准,将一段特定的文本铭刻至区块链上,并将其“视为”一种代币。其标准格式如下:

BTC生态 | 入门指南:速通BTC基础知识与热门协议

可以将 BRC-20 理解为一张记录到链上的“纸条”,用户在“纸条”上记录进行了什么操作,如部署代币、转移代币等。然后由中心化(或去中心化)的机构对纸条进行收集、整理和计算,最终得出代币持有和交易数据。

BRC-20 代币的价值,更多的来自“共识”而非效用,当更多的用户认可其价值之后,“纸条”便升级成了“钞票”。正如 BTC 的价值诞生过程,在最初阶段也被认为是一文不名的数据,通过共识的凝聚提升了价值。

递归铭文

比特币铭文一个重大限制在于单次储存容量仅 4 M,如 BRC-721 协议使用第三方储存来解决这个问题(参照传统 NFT),递归铭文由 Ordinals 创始人 Casey 提出,允许使用特殊的语法来引用其他铭文的内容,可构成复杂且庞大的文件,并且只需几行代码的修改,即可打造全新的 NFT 系列。

当前热门协议

Taproot Assets

Taproot Assets(原 Taro)是一个由 Taproot 支持的协议,用于在比特币区块链上发行资产。可通过其创建可在闪电网络传输的资产,从而实现即时、大容量和低费用的交易。

Lightning Labs 开发了“Taproot Assets”,使比特币以可扩展的方式成为多资产网络,同时秉承比特币的原则。 Taproot Assets 依赖于比特币的最新升级 Taproot 来实现新的树结构,允许开发人员在现有输出中嵌入任意资产元数据。它使用 Schnorr 签名来提高简单性和可扩展性,而且重要的是,它可以通过闪电网络处理多跳交易。

Atomicals Protocol

Atomicals 协议是一个简单而灵活的协议,用于在 UTXO 区块链(如比特币网络)创建、传输和更新数字对象(传统上称为 NFT)。Atomical(或“ATOM”)是一种数字对象的创建、传输和更新的控制方式。

不同于最初为 NFT 设计的 Ordinals,它从底层重新思考了如何在 BTC 上中心化的、不可篡改、公平地发行 token

Atomicals 以比特币的最小单位 sat 作为基本“原子”,每一个 sat 的 UTXO 用来代表这个 Token 本身, 1 token = 1 sat。

当验证一个 Atomicals 交易时,只需要在 BTC 链上查询对应 sat 的 UTXO 即可。ARC 20 Token 的原子性和 BTC 本身的原子性保持一致,ARC 20 的转账的计算完全由 BTC 基础网络处理。因此相比 BRC-20 , ARC-20 的交易对第三方排序器的需求大大降低,极大的提高了整个系统的去中心化程度。

BRC-420 

官方文档:BRC-420 协议引入了一种元宇宙中的数字资产管理方法,为创作者提供了一个全面的系统,可以通过递归、许可和版税来管理、共享其创作并从中获利。其特征包括:

  • 基于递归功能,可实现复杂的、递归的数字资产格式,支持各种递归资产格式(2D、3D)。

  • 与区块链集成以实现自动版税转移,将使用权与版税联系起来,使创作者受益。

比特币生态还有很多新鲜事物正在不断涌现,Odaily星球日报也将持续关注。对比特币生态感兴趣的读者,也欢迎添加官方微信账号(Odaily 2018 或者 odaily 001)进入社群。

Bacaan Terkait

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

**Near Kembali ke Dunia AI: Dari Masalah Gaji Jadi Blockchain Publik, Fokus pada Agent dan Privasi** Near, yang didirikan oleh Illia Polosukhin (salah satu penulis makalah Transformer AI), awalnya adalah startup AI yang beralih membangun blockchain publik pada 2018. Penyebabnya adalah kesulitan membayar gaji developer global secara lintas batas menggunakan sistem pembayaran tradisional atau blockchain awal yang mahal dan lambat. Setelah melalui masa sebagai blockchain berkinerja tinggi dengan teknologi sharding dan meraih momentum di era *cross-chain*, Near kini kembali ke akar AI-nya. Momen kunci adalah ketika Polosukhin diundang oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, pada Maret 2024, mengingatkan dunia tentang "darah AI" asli Near. Dengan fokus baru pada **Near Intents (Niat)** dan **Transaksi Privasi**, Near membidik pertumbuhan berikutnya: 1. **Near Intents**: Menyederhanakan pengalaman *cross-chain* dan DeFi. Pengguna atau AI Agent cukup menyatakan keinginan (misal, "tukar BTC jadi ETH"), dan jaringan *solver* akan menemukan rute terbaik. Mekanisme ini telah menangani **lebih dari $200 miliar** volume transaksi *cross-chain* dan menghasilkan **$34 juta** pendapatan biaya, dengan mayoritas (70%) datang dalam dua kuartal terakhir. 2. **Transaksi Privasi (*Confidential Swaps*)**: Menanggapi kebutuhan pasar akan privasi untuk menghindari MEV dan kebocoran strategi. Dalam 30 hari terakhir, transaksi privat menyumbang **41.63%** dari total volume transaksi di Near ($87 juta dari $209 juta). Fitur ini berpotensi menarik institusi tetapi juga membawa risiko perhatian regulator. Dengan kombinasi latar belakang pendiri di AI, infrastruktur *intent* yang ramah pengguna dan Agent, serta penawaran transaksi privat, Near berupaya membangun cerita pertumbuhan baru di persimpangan blockchain dan AI.

marsbit1j yang lalu

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

marsbit1j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

Dalam beberapa kali kesempatan, Vitalik Buterin menekankan konsep "CROPS," singkatan dari Censorship Resistance (Tahan Sensor), Capture Resistance (Tahan Penangkapan), Open Source (Sumber Terbuka), Privacy (Privasi), dan Security (Keamanan). Konsep ini merupakan panduan inti bagi Ethereum Foundation, memfokuskan sumber dayanya untuk membangun kemampuan dasar yang memungkinkan pengguna mengelola aset, identitas, dan transaksi tanpa bergantung pada platform tunggal atau menyerahkan kendali akhir. Signifikansi CROPS semakin kritis dengan kemunculan AI, khususnya AI Agent yang menangani tugas seperti manajemen aset dan eksekusi transaksi otomatis. Tantangan utama adalah memastikan bahwa ketika AI bertindak sebagai perwakilan digital, ia tidak menjadi "kotak hitam" yang mengorbankan privasi, keamanan, dan kedaulatan pengguna. Oleh karena itu, diperlukan "CROPS AI" – AI yang dapat berjalan secara lokal, mengurangi ketergantungan pada layanan cloud terpusat, serta transparan dan terverifikasi. Terdapat titik temu antara "CROPS Ethereum Access Layer" dan "CROPS AI." Keduanya berusaha menjawab pertanyaan serupa: bagaimana pengguna dapat mengakses kemampuan jarak jauh (seperti RPC blockchain atau model bahasa besar/LLM) tanpa mengekspos informasi pribadi, identitas, atau niat mereka secara penuh? Solusi yang diusulkan termasuk penggunaan bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs) untuk panggilan LLM berbayar yang privat dan pembacaan RPC Ethereum yang aman. Pada akhirnya, CROPS bukan sekadar konsep abstrak. Dalam era di mana AI semakin menguasai dunia digital, prinsip-prinsip ini akan membentuk arah pengembangan produk Web3, terutama di lapisan dompet digital, untuk memastikan pengguna tetap memegang kendali atas kehidupan digital mereka. Ini adalah variabel jangka panjang yang menentukan nilai Ethereum di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

marsbit1j yang lalu

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

Stevie Hoffman, "Godfather of Silicon Valley Venture Capital", menyatakan bahwa integrasi Web3 dan AI bisa menjadi sebuah jebakan. Dalam wawancara, ia berbagi pandangannya tentang tren AI global dan peluang startup. Hoffman percaya Silicon Valley akan tetap memimpin riset dasar model AI canggih, sementara China akan unggul dalam implementasi aplikasi praktis dan dominasi di bidang robotika. Ia menekankan pentingnya pendekatan "Global from Day 1" untuk startup, karena adaptasi nanti jauh lebih sulit dan mahal. Mengenai Autonomous Agents, Hoffman memperkirakan titik balik nyata di mana agen dapat berkolaborasi secara mandiri akan datang dalam 2-4 tahun, yang akan menyebabkan penggantian tenaga kerja berskala besar. Solusinya adalah mendesain bisnis untuk kolaborasi manusia-AI, bukan otomatisasi penuh, serta reformasi sistem pelatihan ulang dan jaminan sosial. Untuk startup AI awal, saran Hoffman adalah fokus pada inovasi mendalam di ceruk vertikal spesifik yang membutuhkan keahlian domain, karena ini adalah benteng pertahanan terhadap raksasa teknologi. Kecepatan iterasi adalah parit pertahanan terpenting. Dalam menanggapi pertanyaan tentang Web3 + AI, Hoffman dengan tegas menyatakan bahwa bagi kebanyakan konsumen dan bisnis mainstream, Web3 menambah friksi dan kompleksitas tanpa menyelesaikan kebutuhan inti mereka. AI adalah teknologi dasar universal yang benar-benar mengubah industri. Memaksakan integrasi Web3 dan AI adalah sebuah jebakan yang menambah kompleksitas tanpa melipatgandakan nilai bagi pasar mainstream. Hoffman juga membagikan rencana nirlabanya untuk mendirikan pusat penelitian di universitas guna melatih calon pemimpin dalam inovasi AI yang bertanggung jawab dan selaras dengan nilai-nilai inti manusia.

marsbit3j yang lalu

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

marsbit3j yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

Dengan rencana IPO OpenAI dan investasi besar dari raksasa seperti Berkshire Hathaway di Alphabet, industri AI kini mencapai titik balik penting. Dua narasi utama mendominasi: "kekurangan dana" dan "pemisahan aset" (spin-off). Kekurangan dana terjadi karena struktur biaya AI yang unik. Berbeda dengan platform internet tradisional di mana biaya marjinal mendekati nol, model AI seperti ChatGPT justru meningkatkan biaya komputasi (inference cost) seiring pertumbuhan pengguna. Selain itu, pola investasi seperti "kredit cloud" yang digunakan Microsoft untuk mendanai OpenAI menciptakan "pencatatan sirkular", di mana uang yang sama dihitung sebagai pendapatan, menyamarkan tekanan arus kas yang sebenarnya. OpenAI, misalnya, diperkirakan baru akan profit pada 2029. Di sisi lain, tren spin-off aset AI oleh perusahaan besar (seperti Ke Ling dari Kuaishou dan Kunlunxin dari Baidu) mengungkap logika valuasi baru. Di dalam perusahaan induk, unit AI sering dianggap sebagai pusat biaya yang menekan margin. Namun, setelah dipisah, aset yang sama bisa mendapatkan valuasi 3x lipat lebih tinggi di pasar modal, karena dinilai berdasarkan kelangkaan, prospek pertumbuhan, dan potensi ceruk pasar sebagai "aset infrastruktur AI". Perubahan ini menandai pergeseran mendasar dari narasi yang didominasi teknologi menjadi efisiensi modal. Industri bergerak dari "kultus model" terkuat menuju "realisasi nilai" yang dapat dikomersialkan. Inti persaingan mulai bergeser dari perlombaan daya komputasi chip tunggal (GPU) menuju efisiensi sistemik menyeluruh, di mana CPU dan perangkat lunak orchestration menjadi krusial untuk profitabilitas. Singkatnya, tahun 2026 menjadi momen penentuan di mana industri AI harus menjawab pertanyaan mendasar: berapa sebenarnya nilai teknologi ini? Jawabannya akan membentuk lanskap kekuatan industri untuk dekade mendatang.

marsbit3j yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片