大户逆势做空,大型机构乐观调仓中仍存微妙信号 | CFTC 比特币持仓周报

长文源:foresightnewsDipublikasikan tanggal 2023-11-05Terakhir diperbarui pada 2023-11-06

Abstrak

最新一期 CME 比特币持仓周报显示,机构对后市普遍表达出偏乐观的态度,唯大户一类账户逆势做空,震荡行情将继续考验各类账户调仓思路的延续性。

参考阅读:《一文读懂 CFTC 持仓周报是什么

 

11 月 4 日公布的最新一期 CFTC CME 比特币持仓周报( 10 月 25 日 - 10 月 31 日)显示,比特币标准合约总持仓量自 19678 微降至 19678,该数值三周连涨势头告一段落,不过最新统计周期内出现小幅回调过后,该数值仍然保持在历史高点附近。该统计周期内比特币价格保持窄区间震荡,行情波动不大的背景下,总持仓量保持平稳并不令人意外,而各类账户调仓上的细节是否会给出新的多空指向信息更值得重点关注。

 

 

规模最大的经销商账户多头头寸自 509 上升至 683,该数值创出近 16 周新高,空头头寸自 3596 上升至 4757,该数值创出近 35 周新高,这类账户在最新统计周期内又一次进行了多空双向同步增持,多空持仓比数值仍然没有出现明显波动,但是这类账户连续两周大幅加仓,多空双向持仓纷纷创出近三个月乃至半年以上新高,大型机构对于短期市场的参与热度明显上升,延续了前一统计周期中性偏多的思路。



资管机构多头头寸自 8383 上升至 9181,空头头寸自 25 下降至 0,资管机构在最新统计周期内又一次进行了清晰的净多调仓,继续巩固近期保持的坚定看涨思路。


 

杠杆基金多头头寸自 3536 上升至 4780,空头头寸自 11489 上升至 11822,该数值进一步刷新历史高点水平,这类账户在最新统计周期内又一次进行了多空双向同步增持,整体数值变化与前一统计周期相似,空头头寸继续刷新历史高点水平但是多单持仓占比大幅上升,杠杆基金短期内的调仓虽然还是略显纠结,但是持续的增持一定程度上表达出了相对积极的态度。

 

 

大户账户多头头寸自 3021 下降至 2450,空头头寸自 1231 上升至 1358,该数值续刷近 29 周新高,这类账户在最新统计周期内进行了清晰的净空调仓,在过去一段时间里一直缺乏方向感的背景下,大户账户在最新统计周期内果断做空,也成为了短期内为数不多明确看空后市的一类账户,这种判断是否具有延续性,值得未来几周持续关注。


 

散户多头头寸自 1617 下降至 1468,空头头寸自 725 下降至 625,散户在最新统计周期内进行了多空双向同步减持,行情一波上涨后的横盘过程中,散户账户的选择明显偏保守,这类账户进行了比较明确的获利减持,散户在最新统计周期内的调仓无疑是最「怂」的选择。


 

比特币微型合约总持仓量自 10260 下降至 7862。

 

 

经销商账户多头头寸自 1290 下降至 317,空头头寸自 954 上升至 4088,这类账户在微型合约中进行了清晰的净空调仓,且空头头寸增持幅度非常可观,这类账户在标准合约进行了中性偏多调仓的背景下,在微型合约中如此激进的净空调仓,在进行风险对冲的同时也值得被重视,可以认为大型机构对于后市进一步走强的判断仍然有所保留,至少目前没有表现出强烈看涨的状态。


 

 

资管机构账户多头头寸自 335 上升至 1070,空头头寸自 548 下降至 0,资管机构在微型合约中又一次进行了清晰的净多调仓,进一步巩固了这类账户的看涨坚定程度。


 

杠杆基金多头头寸自 2943 下降至 1229,空头头寸自 5822 下降至 1959,杠杆基金在最新统计周期内进行了多空双向同步减持,有效信息仍然有限。


 

大户多头头寸自 1731 上升至 2049,空头头寸自 913 下降至 681,这类账户在最新统计周期内进行了净多调仓,配合标准合约的调仓思路来看,属于经典的对冲操作,不影响标准合约的偏空判断。


 

散户多头头寸自 3162 下降至 2985,空头头寸自 1224 下降至 922。


 

Bacaan Terkait

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

**Near Kembali ke Dunia AI: Dari Masalah Gaji Jadi Blockchain Publik, Fokus pada Agent dan Privasi** Near, yang didirikan oleh Illia Polosukhin (salah satu penulis makalah Transformer AI), awalnya adalah startup AI yang beralih membangun blockchain publik pada 2018. Penyebabnya adalah kesulitan membayar gaji developer global secara lintas batas menggunakan sistem pembayaran tradisional atau blockchain awal yang mahal dan lambat. Setelah melalui masa sebagai blockchain berkinerja tinggi dengan teknologi sharding dan meraih momentum di era *cross-chain*, Near kini kembali ke akar AI-nya. Momen kunci adalah ketika Polosukhin diundang oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, pada Maret 2024, mengingatkan dunia tentang "darah AI" asli Near. Dengan fokus baru pada **Near Intents (Niat)** dan **Transaksi Privasi**, Near membidik pertumbuhan berikutnya: 1. **Near Intents**: Menyederhanakan pengalaman *cross-chain* dan DeFi. Pengguna atau AI Agent cukup menyatakan keinginan (misal, "tukar BTC jadi ETH"), dan jaringan *solver* akan menemukan rute terbaik. Mekanisme ini telah menangani **lebih dari $200 miliar** volume transaksi *cross-chain* dan menghasilkan **$34 juta** pendapatan biaya, dengan mayoritas (70%) datang dalam dua kuartal terakhir. 2. **Transaksi Privasi (*Confidential Swaps*)**: Menanggapi kebutuhan pasar akan privasi untuk menghindari MEV dan kebocoran strategi. Dalam 30 hari terakhir, transaksi privat menyumbang **41.63%** dari total volume transaksi di Near ($87 juta dari $209 juta). Fitur ini berpotensi menarik institusi tetapi juga membawa risiko perhatian regulator. Dengan kombinasi latar belakang pendiri di AI, infrastruktur *intent* yang ramah pengguna dan Agent, serta penawaran transaksi privat, Near berupaya membangun cerita pertumbuhan baru di persimpangan blockchain dan AI.

marsbit1j yang lalu

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

marsbit1j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

Dalam beberapa kali kesempatan, Vitalik Buterin menekankan konsep "CROPS," singkatan dari Censorship Resistance (Tahan Sensor), Capture Resistance (Tahan Penangkapan), Open Source (Sumber Terbuka), Privacy (Privasi), dan Security (Keamanan). Konsep ini merupakan panduan inti bagi Ethereum Foundation, memfokuskan sumber dayanya untuk membangun kemampuan dasar yang memungkinkan pengguna mengelola aset, identitas, dan transaksi tanpa bergantung pada platform tunggal atau menyerahkan kendali akhir. Signifikansi CROPS semakin kritis dengan kemunculan AI, khususnya AI Agent yang menangani tugas seperti manajemen aset dan eksekusi transaksi otomatis. Tantangan utama adalah memastikan bahwa ketika AI bertindak sebagai perwakilan digital, ia tidak menjadi "kotak hitam" yang mengorbankan privasi, keamanan, dan kedaulatan pengguna. Oleh karena itu, diperlukan "CROPS AI" – AI yang dapat berjalan secara lokal, mengurangi ketergantungan pada layanan cloud terpusat, serta transparan dan terverifikasi. Terdapat titik temu antara "CROPS Ethereum Access Layer" dan "CROPS AI." Keduanya berusaha menjawab pertanyaan serupa: bagaimana pengguna dapat mengakses kemampuan jarak jauh (seperti RPC blockchain atau model bahasa besar/LLM) tanpa mengekspos informasi pribadi, identitas, atau niat mereka secara penuh? Solusi yang diusulkan termasuk penggunaan bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs) untuk panggilan LLM berbayar yang privat dan pembacaan RPC Ethereum yang aman. Pada akhirnya, CROPS bukan sekadar konsep abstrak. Dalam era di mana AI semakin menguasai dunia digital, prinsip-prinsip ini akan membentuk arah pengembangan produk Web3, terutama di lapisan dompet digital, untuk memastikan pengguna tetap memegang kendali atas kehidupan digital mereka. Ini adalah variabel jangka panjang yang menentukan nilai Ethereum di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

marsbit1j yang lalu

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

Stevie Hoffman, "Godfather of Silicon Valley Venture Capital", menyatakan bahwa integrasi Web3 dan AI bisa menjadi sebuah jebakan. Dalam wawancara, ia berbagi pandangannya tentang tren AI global dan peluang startup. Hoffman percaya Silicon Valley akan tetap memimpin riset dasar model AI canggih, sementara China akan unggul dalam implementasi aplikasi praktis dan dominasi di bidang robotika. Ia menekankan pentingnya pendekatan "Global from Day 1" untuk startup, karena adaptasi nanti jauh lebih sulit dan mahal. Mengenai Autonomous Agents, Hoffman memperkirakan titik balik nyata di mana agen dapat berkolaborasi secara mandiri akan datang dalam 2-4 tahun, yang akan menyebabkan penggantian tenaga kerja berskala besar. Solusinya adalah mendesain bisnis untuk kolaborasi manusia-AI, bukan otomatisasi penuh, serta reformasi sistem pelatihan ulang dan jaminan sosial. Untuk startup AI awal, saran Hoffman adalah fokus pada inovasi mendalam di ceruk vertikal spesifik yang membutuhkan keahlian domain, karena ini adalah benteng pertahanan terhadap raksasa teknologi. Kecepatan iterasi adalah parit pertahanan terpenting. Dalam menanggapi pertanyaan tentang Web3 + AI, Hoffman dengan tegas menyatakan bahwa bagi kebanyakan konsumen dan bisnis mainstream, Web3 menambah friksi dan kompleksitas tanpa menyelesaikan kebutuhan inti mereka. AI adalah teknologi dasar universal yang benar-benar mengubah industri. Memaksakan integrasi Web3 dan AI adalah sebuah jebakan yang menambah kompleksitas tanpa melipatgandakan nilai bagi pasar mainstream. Hoffman juga membagikan rencana nirlabanya untuk mendirikan pusat penelitian di universitas guna melatih calon pemimpin dalam inovasi AI yang bertanggung jawab dan selaras dengan nilai-nilai inti manusia.

marsbit2j yang lalu

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

marsbit2j yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

Dengan rencana IPO OpenAI dan investasi besar dari raksasa seperti Berkshire Hathaway di Alphabet, industri AI kini mencapai titik balik penting. Dua narasi utama mendominasi: "kekurangan dana" dan "pemisahan aset" (spin-off). Kekurangan dana terjadi karena struktur biaya AI yang unik. Berbeda dengan platform internet tradisional di mana biaya marjinal mendekati nol, model AI seperti ChatGPT justru meningkatkan biaya komputasi (inference cost) seiring pertumbuhan pengguna. Selain itu, pola investasi seperti "kredit cloud" yang digunakan Microsoft untuk mendanai OpenAI menciptakan "pencatatan sirkular", di mana uang yang sama dihitung sebagai pendapatan, menyamarkan tekanan arus kas yang sebenarnya. OpenAI, misalnya, diperkirakan baru akan profit pada 2029. Di sisi lain, tren spin-off aset AI oleh perusahaan besar (seperti Ke Ling dari Kuaishou dan Kunlunxin dari Baidu) mengungkap logika valuasi baru. Di dalam perusahaan induk, unit AI sering dianggap sebagai pusat biaya yang menekan margin. Namun, setelah dipisah, aset yang sama bisa mendapatkan valuasi 3x lipat lebih tinggi di pasar modal, karena dinilai berdasarkan kelangkaan, prospek pertumbuhan, dan potensi ceruk pasar sebagai "aset infrastruktur AI". Perubahan ini menandai pergeseran mendasar dari narasi yang didominasi teknologi menjadi efisiensi modal. Industri bergerak dari "kultus model" terkuat menuju "realisasi nilai" yang dapat dikomersialkan. Inti persaingan mulai bergeser dari perlombaan daya komputasi chip tunggal (GPU) menuju efisiensi sistemik menyeluruh, di mana CPU dan perangkat lunak orchestration menjadi krusial untuk profitabilitas. Singkatnya, tahun 2026 menjadi momen penentuan di mana industri AI harus menjawab pertanyaan mendasar: berapa sebenarnya nilai teknologi ini? Jawabannya akan membentuk lanskap kekuatan industri untuk dekade mendatang.

marsbit2j yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片