强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2023-11-03Terakhir diperbarui pada 2023-11-03

Abstrak

10 月,比特币和以太坊调整后链上总交易额整体上涨了 34.8% 。

原文作者:The Block 研究主管 Lars

原文编译:Jordan,PANews

在经历了漫长的低迷之后,刚刚过去的 10 月多数加密行业指标出现好转,整体来看,过去一个月市场已表现出强劲反弹迹象。本文将用 12 张图解读刚刚过去的十月加密市场状况。

1、 10 月,比特币和以太坊调整后链上总交易额整体上涨了 34.8% ,达到 1960 亿美元,其中比特币调整后链上交易额涨幅高达 45.7% ,以太坊链上交易额涨幅为 20.7% 。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

2、 10 月调整后的稳定币链上交易额同样出现上涨,升至 5546 亿美元,涨幅约为 19.2% ;不过,已发行稳定币供应规模略微下降 0.2% ,降至 1158 亿美元,其中美元稳定币 USDT 市场份额占比为 73.2% (较 8、 9 两月有所上涨),而 USDC 的市场份额小幅下跌至 19.6% 。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

3、比特币矿工收入在 10 月份也进一步增长,升至 8.85 亿美元,涨幅为 17.4% ,同时以太坊质押收入增长了 8.6% ,升至 1.25 亿美元区间。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

4、 10 月以太坊网络共销毁了 41, 348 枚 ETH,价值相当于 7030 万美元。数据显示,自 2021 年 8 月上旬实施 EIP-1559 以来,以太坊总计销毁了约 367 万枚 ETH,价值约合 103.1 亿美元。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

5、 10 月以太坊链上 NFT 市场交易额出现小幅度上升,达到约 2.67 亿美元,上涨约 2% ,不过新晋 NFT 市场 Blur 在月交易额等指标上已连续第 9 个月超越 OpenSea

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

6、合规中心化交易所(CEX)的现货交易额在 10 月份上涨幅度同样惊人,达到 55.2% ,升到约 2912 亿美元。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

7、 10 月各大加密货币交易所的现货市场份额排名如下:币安为 69.2% 、Coinbase 为 10.7% 、BTSE 为 5.8% 、Kraken 为 5.6% 、LMAX Digital 为 2.9% 。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

8、灰度的比特币信托基金 GBTC 的日均交易额在 10 月份大幅上涨,升跌至 9200 万美元,涨幅高达 157% 。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

9、在加密期货方面, 10 月比特币期货未平仓量上涨 27.1% ,以太坊期货未平仓量上涨 6.1% ;在期货交易额方面,比特币期货 10 月交易额增长 59.5% ,升至 7680 亿美元。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

10、 10 月芝商所比特币期货未平仓量增长了 83.2% ,升至 35.6 亿美元,日均成交金额(daily avg volume)增幅达到 69% ,升至约 19.4 亿美元。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

11、 10 月以太坊期货月均交易额上涨至 3030 亿美元,增长幅度为 44.3% 。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

12、在加密货币期权方面, 10 月比特币和以太坊期权持仓量出现普涨,其中比特币期权持仓量涨幅达到 80% ,以太坊期权持仓量涨幅为 17% 。另外在比特币和以太坊期权交易额方面,比特币和以太坊同样出现较大幅度上升,其中比特币期权交易额在 10 月份增加了 89.5% ,升至 327 亿美元;以太坊期权交易额涨幅为 38.4% ,增至 140 亿美元。

强势反弹,12张图解读十月加密市场状况

Bacaan Terkait

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

**Near Kembali ke Dunia AI: Dari Masalah Gaji Jadi Blockchain Publik, Fokus pada Agent dan Privasi** Near, yang didirikan oleh Illia Polosukhin (salah satu penulis makalah Transformer AI), awalnya adalah startup AI yang beralih membangun blockchain publik pada 2018. Penyebabnya adalah kesulitan membayar gaji developer global secara lintas batas menggunakan sistem pembayaran tradisional atau blockchain awal yang mahal dan lambat. Setelah melalui masa sebagai blockchain berkinerja tinggi dengan teknologi sharding dan meraih momentum di era *cross-chain*, Near kini kembali ke akar AI-nya. Momen kunci adalah ketika Polosukhin diundang oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, pada Maret 2024, mengingatkan dunia tentang "darah AI" asli Near. Dengan fokus baru pada **Near Intents (Niat)** dan **Transaksi Privasi**, Near membidik pertumbuhan berikutnya: 1. **Near Intents**: Menyederhanakan pengalaman *cross-chain* dan DeFi. Pengguna atau AI Agent cukup menyatakan keinginan (misal, "tukar BTC jadi ETH"), dan jaringan *solver* akan menemukan rute terbaik. Mekanisme ini telah menangani **lebih dari $200 miliar** volume transaksi *cross-chain* dan menghasilkan **$34 juta** pendapatan biaya, dengan mayoritas (70%) datang dalam dua kuartal terakhir. 2. **Transaksi Privasi (*Confidential Swaps*)**: Menanggapi kebutuhan pasar akan privasi untuk menghindari MEV dan kebocoran strategi. Dalam 30 hari terakhir, transaksi privat menyumbang **41.63%** dari total volume transaksi di Near ($87 juta dari $209 juta). Fitur ini berpotensi menarik institusi tetapi juga membawa risiko perhatian regulator. Dengan kombinasi latar belakang pendiri di AI, infrastruktur *intent* yang ramah pengguna dan Agent, serta penawaran transaksi privat, Near berupaya membangun cerita pertumbuhan baru di persimpangan blockchain dan AI.

marsbit2j yang lalu

Near Kembali ke Panggung AI: Transformasi ke Blockchain Publik karena "Kesulitan Gaji", Agen AI dan Privasi Jadi Kisah Pertumbuhan Baru

marsbit2j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

Dalam beberapa kali kesempatan, Vitalik Buterin menekankan konsep "CROPS," singkatan dari Censorship Resistance (Tahan Sensor), Capture Resistance (Tahan Penangkapan), Open Source (Sumber Terbuka), Privacy (Privasi), dan Security (Keamanan). Konsep ini merupakan panduan inti bagi Ethereum Foundation, memfokuskan sumber dayanya untuk membangun kemampuan dasar yang memungkinkan pengguna mengelola aset, identitas, dan transaksi tanpa bergantung pada platform tunggal atau menyerahkan kendali akhir. Signifikansi CROPS semakin kritis dengan kemunculan AI, khususnya AI Agent yang menangani tugas seperti manajemen aset dan eksekusi transaksi otomatis. Tantangan utama adalah memastikan bahwa ketika AI bertindak sebagai perwakilan digital, ia tidak menjadi "kotak hitam" yang mengorbankan privasi, keamanan, dan kedaulatan pengguna. Oleh karena itu, diperlukan "CROPS AI" – AI yang dapat berjalan secara lokal, mengurangi ketergantungan pada layanan cloud terpusat, serta transparan dan terverifikasi. Terdapat titik temu antara "CROPS Ethereum Access Layer" dan "CROPS AI." Keduanya berusaha menjawab pertanyaan serupa: bagaimana pengguna dapat mengakses kemampuan jarak jauh (seperti RPC blockchain atau model bahasa besar/LLM) tanpa mengekspos informasi pribadi, identitas, atau niat mereka secara penuh? Solusi yang diusulkan termasuk penggunaan bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proofs) untuk panggilan LLM berbayar yang privat dan pembacaan RPC Ethereum yang aman. Pada akhirnya, CROPS bukan sekadar konsep abstrak. Dalam era di mana AI semakin menguasai dunia digital, prinsip-prinsip ini akan membentuk arah pengembangan produk Web3, terutama di lapisan dompet digital, untuk memastikan pengguna tetap memegang kendali atas kehidupan digital mereka. Ini adalah variabel jangka panjang yang menentukan nilai Ethereum di masa depan.

marsbit2j yang lalu

Dari Ethereum ke "CROPS" AI: 'Variabel Lambat' yang Ditekankan Berulang oleh Vitalik Ini, Apa Sebenarnya?

marsbit2j yang lalu

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

Stevie Hoffman, "Godfather of Silicon Valley Venture Capital", menyatakan bahwa integrasi Web3 dan AI bisa menjadi sebuah jebakan. Dalam wawancara, ia berbagi pandangannya tentang tren AI global dan peluang startup. Hoffman percaya Silicon Valley akan tetap memimpin riset dasar model AI canggih, sementara China akan unggul dalam implementasi aplikasi praktis dan dominasi di bidang robotika. Ia menekankan pentingnya pendekatan "Global from Day 1" untuk startup, karena adaptasi nanti jauh lebih sulit dan mahal. Mengenai Autonomous Agents, Hoffman memperkirakan titik balik nyata di mana agen dapat berkolaborasi secara mandiri akan datang dalam 2-4 tahun, yang akan menyebabkan penggantian tenaga kerja berskala besar. Solusinya adalah mendesain bisnis untuk kolaborasi manusia-AI, bukan otomatisasi penuh, serta reformasi sistem pelatihan ulang dan jaminan sosial. Untuk startup AI awal, saran Hoffman adalah fokus pada inovasi mendalam di ceruk vertikal spesifik yang membutuhkan keahlian domain, karena ini adalah benteng pertahanan terhadap raksasa teknologi. Kecepatan iterasi adalah parit pertahanan terpenting. Dalam menanggapi pertanyaan tentang Web3 + AI, Hoffman dengan tegas menyatakan bahwa bagi kebanyakan konsumen dan bisnis mainstream, Web3 menambah friksi dan kompleksitas tanpa menyelesaikan kebutuhan inti mereka. AI adalah teknologi dasar universal yang benar-benar mengubah industri. Memaksakan integrasi Web3 dan AI adalah sebuah jebakan yang menambah kompleksitas tanpa melipatgandakan nilai bagi pasar mainstream. Hoffman juga membagikan rencana nirlabanya untuk mendirikan pusat penelitian di universitas guna melatih calon pemimpin dalam inovasi AI yang bertanggung jawab dan selaras dengan nilai-nilai inti manusia.

marsbit3j yang lalu

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

marsbit3j yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

Dengan rencana IPO OpenAI dan investasi besar dari raksasa seperti Berkshire Hathaway di Alphabet, industri AI kini mencapai titik balik penting. Dua narasi utama mendominasi: "kekurangan dana" dan "pemisahan aset" (spin-off). Kekurangan dana terjadi karena struktur biaya AI yang unik. Berbeda dengan platform internet tradisional di mana biaya marjinal mendekati nol, model AI seperti ChatGPT justru meningkatkan biaya komputasi (inference cost) seiring pertumbuhan pengguna. Selain itu, pola investasi seperti "kredit cloud" yang digunakan Microsoft untuk mendanai OpenAI menciptakan "pencatatan sirkular", di mana uang yang sama dihitung sebagai pendapatan, menyamarkan tekanan arus kas yang sebenarnya. OpenAI, misalnya, diperkirakan baru akan profit pada 2029. Di sisi lain, tren spin-off aset AI oleh perusahaan besar (seperti Ke Ling dari Kuaishou dan Kunlunxin dari Baidu) mengungkap logika valuasi baru. Di dalam perusahaan induk, unit AI sering dianggap sebagai pusat biaya yang menekan margin. Namun, setelah dipisah, aset yang sama bisa mendapatkan valuasi 3x lipat lebih tinggi di pasar modal, karena dinilai berdasarkan kelangkaan, prospek pertumbuhan, dan potensi ceruk pasar sebagai "aset infrastruktur AI". Perubahan ini menandai pergeseran mendasar dari narasi yang didominasi teknologi menjadi efisiensi modal. Industri bergerak dari "kultus model" terkuat menuju "realisasi nilai" yang dapat dikomersialkan. Inti persaingan mulai bergeser dari perlombaan daya komputasi chip tunggal (GPU) menuju efisiensi sistemik menyeluruh, di mana CPU dan perangkat lunak orchestration menjadi krusial untuk profitabilitas. Singkatnya, tahun 2026 menjadi momen penentuan di mana industri AI harus menjawab pertanyaan mendasar: berapa sebenarnya nilai teknologi ini? Jawabannya akan membentuk lanskap kekuatan industri untuk dekade mendatang.

marsbit3j yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片