多家游戏入驻,Ronin是否重回“链游基础设施叙事”的中心?

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2023-11-02Terakhir diperbarui pada 2023-11-02

Abstrak

武器依然锋利——足够快的反馈和几乎能够忽略的交互成本。

原创 | Odaily星球日报

作者 | 0xAyA

多家游戏入驻,Ronin是否重回“链游基础设施叙事”的中心?

11 月 2 日,链游 Axie Infinity 开发商 Sky Mavis 与韩国游戏开发商 ACT Games 达成合作,计划将 ACT 的所有游戏引入 Ronin Network。Sky Mavis 将帮助 ACT 将其 Android 和 PC 端集换式卡牌游戏(TCG)Zoids Wild Arena 迁移到 Ronin Network。Zoids Wild Arena 最初基于 Polygon 推出,计划于 11 月 8 日迁移。“我们致力于保持游戏玩家和 IP 粉丝所期望的高标准游戏设计和用户体验,”ACT 游戏业务发展负责人 Viggo Chung 表示。

尽管 Sky Mavis 此前因 6 亿美元资产被盗案件而备受争议,且在去年的融资中表现不佳, 1.5 亿美元融资目标中仅募集 1100 万美元,估值缩水 1/3 。但作为 Ronin 区块链的创建者和主要开发者,Sky Mavis 依然在为自己的Web3游戏生态系统不懈努力,且继续和各种游戏工作室达成协议,以吸引他们加入 Ronin 生态并成为其中真正的一份子。

持续建设游戏生态

此前,Sky Mavis 与四家游戏工作室合作:Directive Games、Bali Games、Tribes Studio 和 Bowled.io,每家工作室现在都在利用 Ronin 开发自己的游戏。“这一宣布标志着一个新的转变,”Sky Mavis 联合创始人 Jeffrey “Jiho” Zirlin 在旧金山游戏开发者大会上接受采访时表示,Axie 只是 Ronin 游戏生态系统的开始,并相信 Axie 可以超越其第一款游戏,并最终成为像任天堂的马里奥或三丽鸥的 Hello Kitty 一样受众广泛的 IP 组合。

而在这其中,Directive Games 是跑在最前面的一个,其第一款 Ronin 游戏 《The Machines Arena》是一款 4 v 4 竞争性多人射击游戏,玩家在科幻环境中作为坦克角色、辅助或造成伤害的英雄相互战斗。该游戏采用第三人称视角,将提供多人游戏和单人游戏模式。

《Machines Arena》目前在 PC 上处于测试阶段,计划在 Epic 游戏商城上发布,Directive 还制定了 Machines Arena 的跨平台计划,即将在 iOS 和 Android 上推出移动版。

多家游戏入驻,Ronin是否重回“链游基础设施叙事”的中心?

而今年 7 月,Sky Mavis 宣布与 NFT 系列 CyberKongz 达成合作,其中包括向部分Web3游戏玩家提供数字资产奖励。 CyberKongz 将于 7 月 27 日推出新 NFT 系列 Genkai,总供应量为 2 万个,其中 4000 个将通过 Sky Mavis 内部 NFT 市场 Mavis Market 在 Ronin 上提供。Sky Mavis 表示,将使用 Genkai NFT 奖励每个 Mystic Axie 持有者。 此外,CyberKongz 将与 Ronin 合作开发一款以 Genkai 为特色的游戏。Sky Mavis 业务开发主管 Kathleen Osgood 表示,新游戏将通过与现有的 Axie Infinity 体验集成来实现互操作。

就在上个月,专注于元宇宙的P2E MMO 游戏 Pixels 迁移到 Ronin Network,此前 Pixels 完成 240 万美元种子轮融资,由 Animoca Brands 与 PKO Investments 领投。

什么样的链适合游戏?

尽管资产失窃事件一度使 Ronin 被抛弃,甚至一蹶不振,但他们仍然没有放弃自己的目标——为Web3游戏提供可定制的专用链,并同时保持低成本。这同时也是各路链游何以能最后胜出的关键基础:足够快的反馈和几乎能够忽略的交互成本,能够使区块链世界以外的用户无感知的参与。

而有 Axie 的成功案例在前,大多数项目方依然选择相信 Sky Mavis 团队的能力,并最终决定加入 Ronin 开发自己的游戏,生态系统愈发壮大的 Ronin 能否在与 Oasys 等游戏专用链的竞争中胜出,成为链游们最终的首选链?让我们持续关注。

Bacaan Terkait

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

Stevie Hoffman, "Godfather of Silicon Valley Venture Capital", menyatakan bahwa integrasi Web3 dan AI bisa menjadi sebuah jebakan. Dalam wawancara, ia berbagi pandangannya tentang tren AI global dan peluang startup. Hoffman percaya Silicon Valley akan tetap memimpin riset dasar model AI canggih, sementara China akan unggul dalam implementasi aplikasi praktis dan dominasi di bidang robotika. Ia menekankan pentingnya pendekatan "Global from Day 1" untuk startup, karena adaptasi nanti jauh lebih sulit dan mahal. Mengenai Autonomous Agents, Hoffman memperkirakan titik balik nyata di mana agen dapat berkolaborasi secara mandiri akan datang dalam 2-4 tahun, yang akan menyebabkan penggantian tenaga kerja berskala besar. Solusinya adalah mendesain bisnis untuk kolaborasi manusia-AI, bukan otomatisasi penuh, serta reformasi sistem pelatihan ulang dan jaminan sosial. Untuk startup AI awal, saran Hoffman adalah fokus pada inovasi mendalam di ceruk vertikal spesifik yang membutuhkan keahlian domain, karena ini adalah benteng pertahanan terhadap raksasa teknologi. Kecepatan iterasi adalah parit pertahanan terpenting. Dalam menanggapi pertanyaan tentang Web3 + AI, Hoffman dengan tegas menyatakan bahwa bagi kebanyakan konsumen dan bisnis mainstream, Web3 menambah friksi dan kompleksitas tanpa menyelesaikan kebutuhan inti mereka. AI adalah teknologi dasar universal yang benar-benar mengubah industri. Memaksakan integrasi Web3 dan AI adalah sebuah jebakan yang menambah kompleksitas tanpa melipatgandakan nilai bagi pasar mainstream. Hoffman juga membagikan rencana nirlabanya untuk mendirikan pusat penelitian di universitas guna melatih calon pemimpin dalam inovasi AI yang bertanggung jawab dan selaras dengan nilai-nilai inti manusia.

marsbit4m yang lalu

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

marsbit4m yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

Dengan rencana IPO OpenAI dan investasi besar dari raksasa seperti Berkshire Hathaway di Alphabet, industri AI kini mencapai titik balik penting. Dua narasi utama mendominasi: "kekurangan dana" dan "pemisahan aset" (spin-off). Kekurangan dana terjadi karena struktur biaya AI yang unik. Berbeda dengan platform internet tradisional di mana biaya marjinal mendekati nol, model AI seperti ChatGPT justru meningkatkan biaya komputasi (inference cost) seiring pertumbuhan pengguna. Selain itu, pola investasi seperti "kredit cloud" yang digunakan Microsoft untuk mendanai OpenAI menciptakan "pencatatan sirkular", di mana uang yang sama dihitung sebagai pendapatan, menyamarkan tekanan arus kas yang sebenarnya. OpenAI, misalnya, diperkirakan baru akan profit pada 2029. Di sisi lain, tren spin-off aset AI oleh perusahaan besar (seperti Ke Ling dari Kuaishou dan Kunlunxin dari Baidu) mengungkap logika valuasi baru. Di dalam perusahaan induk, unit AI sering dianggap sebagai pusat biaya yang menekan margin. Namun, setelah dipisah, aset yang sama bisa mendapatkan valuasi 3x lipat lebih tinggi di pasar modal, karena dinilai berdasarkan kelangkaan, prospek pertumbuhan, dan potensi ceruk pasar sebagai "aset infrastruktur AI". Perubahan ini menandai pergeseran mendasar dari narasi yang didominasi teknologi menjadi efisiensi modal. Industri bergerak dari "kultus model" terkuat menuju "realisasi nilai" yang dapat dikomersialkan. Inti persaingan mulai bergeser dari perlombaan daya komputasi chip tunggal (GPU) menuju efisiensi sistemik menyeluruh, di mana CPU dan perangkat lunak orchestration menjadi krusial untuk profitabilitas. Singkatnya, tahun 2026 menjadi momen penentuan di mana industri AI harus menjawab pertanyaan mendasar: berapa sebenarnya nilai teknologi ini? Jawabannya akan membentuk lanskap kekuatan industri untuk dekade mendatang.

marsbit11m yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

marsbit11m yang lalu

Melampaui 'Tembok Memori', Revolusi Tingkat Wafer dan Rute Kekuatan Komputasi di Era Inferensi AI

Pada tahun 2026, titik balik global AI muncul: belanja modal *inference* penyedia awan melebihi *training*, menandai pergeseran dari "membuat" ke "menggunakan" model besar. Hambatan utama bergeser dari daya komputasi ke "dinding memori"—bottleneck dalam memindahkan data (seperti berat model dan KV Cache) antara DRAM dan GPU, yang menyebabkan konsumsi energi tinggi dan penundaan. Arsitektur alternatif seperti Cerebras menawarkan solusi radikal melalui Wafer-Scale Engine (WSE). Daripada memotong wafer, Cerebras menggunakannya utuh sebagai satu chip raksasa (WSE-3), menampung 44GB SRAM *on-chip* dengan bandwidth 21 PB/detik—ribuan kali lebih cepat dari HBM tradisional. Ini memungkinkan aliran berat model dari memori eksternal (MemoryX) ke chip dengan latency sangat rendah, meningkatkan kecepatan *token* inferensi hingga 1,5–5x dibandingkan GPU seperti NVIDIA B200. Selain itu, daya interkoneksinya jauh lebih efisien (0,15 pJ/bit vs 10 pJ/bit GPU). Namun, pendekatan ini menghadapi tantangan: skala SRAM terhambat batas fisik, memerlukan sistem pendingin khusus, bandwidth I/O eksternal terbatas, dan ekosistem perangkat lunaknya yang kurang umum. Sementara itu, raksasa teknologi merespons dengan tiga jalur: chip ASIC khusus inferensi (seperti Microsoft Maia), kemasan *wafer-scale* yang semakin umum (misal, TSMC SoW), serta eksplorasi interkoneksi optik. Tekanan komersial juga besar bagi Cerebras, yang kini harus membangun pusat data skala besar untuk memenuhi pesanan. Intinya, tidak ada solusi sempurna. Cerebras mengoptimalkan latency ekstrem untuk beban kerja tertentu, sementara NVIDIA mempertahankan fleksibilitas untuk beban beragam. Pertarungan arsitektur ini masih terbuka dalam lanskap komputasi AI yang terus berubah.

marsbit15m yang lalu

Melampaui 'Tembok Memori', Revolusi Tingkat Wafer dan Rute Kekuatan Komputasi di Era Inferensi AI

marsbit15m yang lalu

Bitcoin "Pemulihan Berakhir", Resmi Masuk Tahap Akhir Pasar Bearish?

Penulis: Glassnode | Kompilasi: AididiaoJP, Foresight News Bitcoin turun 13% dalam seminggu, menandai penurunan tajam profitabilitas dan lonjakan kerugian terealisasi. Pasar didominasi penjual spot, sementara investor ETF spot AS kembali rugi mengambang setelah ditolak di sekitar harga rata-rata biaya mereka. Analisis mengonfirmasi ciri fase akhir pasar beruang: harga jatuh ke antara harga terealisasi dan nilai pasar sebenarnya, dengan basis biaya pemegang jangka pendek jatuh di bawah nilai pasar sebenarnya untuk pertama kalinya sejak Januari 2022. Rasio laba-rugi terealisasi turun drastis, menunjukkan rebound ke $82K hanyalah rally dalam tren bearish, bukan perubahan struktural. Kerugian terealisasi harian melonjak menjadi $1.35 miliar, dengan $770 juta berasal dari pelepasan aset oleh pemegang jangka panjang di dekat puncak siklus. Bitcoin ditolak tepat di sekitar biaya rata-rata agregat ETF spot AS ($83K), menguatkan level tersebut sebagai resistensi utama. Aliran pasar spot berubah negatif, penjual mendominasi buku pesanan. Meskipun terjadi koreksi harga, permintaan lindung nilai turun di pasar opsi tidak meningkat signifikan. Volatilitas tersirat tetap terkompresi, namun premi risiko volatilitas melebar. Kesimpulannya, penurunan terbaru mengonfirmasi kerapuhan pasar dengan profitabilitas yang runtuh, tekanan jual dari pemegang ETF, dan dominasi penjual spot. Tanpa peningkatan permintaan spot yang berkelanjutan dan pemulihan profitabilitas investor ETF, risiko penurunan lebih lanjut dan konsolidasi dalam struktur pasar beruang yang lebih luas tetap ada.

marsbit16m yang lalu

Bitcoin "Pemulihan Berakhir", Resmi Masuk Tahap Akhir Pasar Bearish?

marsbit16m yang lalu

TechFlow Intelijen Bureau: Anthropic Serukan Jeda Global Pengembangan AI Sambil Bersiap IPO Triliunan Dolar, IPO SpaceX Demam Tapi S&P 500 Tolak Masuk Cepat

**Anthropic** secara terbuka menyerukan jeda global dalam pengembangan AI, mengklaim model Claude mereka mengalami peningkatan yang terlalu cepat dan berisiko. Namun, ironisnya, perusahaan ini dilaporkan sedang mempersiapkan IPO dengan valuasi mendekati $1 triliun. Komunitas mempertanyakan niat sebenarnya di balik seruan ini. Di sisi lain, pengguna banyak mengeluh tentang penurunan kualitas respons Claude. Di sektor **kripto**, Bitcoin jatuh di bawah $61.000, memicu likuidasi posisi long senilai $1,16 miliar. Sementara itu, dompet kripto terbesar Filipina, Coins.ph, kini mengintegrasikan BTC dan ETH ke dalam jaringan pembayaran QR nasional. **Nvidia** mengumumkan bahwa HBM4 dari Samsung, SK Hynix, dan Micron telah disertifikasi, memperlancar pasokan untuk chip AI generasi berikutnya. Namun, seorang ekonom memperingatkan kemungkinan gelembung di sektor infrastruktur AI, menyamakan Nvidia dengan Cisco pada puncak gelembung dot-com. **SpaceX** dilaporkan mengalami roadshow IPO yang sangat panas, dengan Goldman Sachs memproyeksikan pendapatan melonjak 100x menjadi $322 miliar pada 2030. Namun, S&P 500 menegaskan tidak akan mengubah aturan untuk memasukkan perusahaan raksasa seperti SpaceX secara cepat ke dalam indeksnya setelah IPO. **Cloudflare** mengakuisisi VoidZero, perusahaan di balik alat pengembangan frontend populer Vite dan Rolldown. CEO Cloudflare juga mengungkapkan bahwa lalu lintas bot di internet kini telah melampaui lalu lintas manusia. **Apple** dikabarkan akan segera meluncurkan ponsel lipat pertamanya dengan engsel berbahan liquid metal. Sementara itu, **ByteDance** kehilangan 6,1 juta pengguna aktif bulanan untuk aplikasi AI-nya, "Doubao", setelah memperkenalkan model berlangganan berbayar. Intinya, hari ini diwarnai oleh **krisis kepercayaan** di berbagai sektor: perbedaan antara pernyataan publik dan tindakan perusahaan, antusiasme pasar versus penolakan oleh aturan, serta tantangan komersialisasi teknologi baru.

marsbit33m yang lalu

TechFlow Intelijen Bureau: Anthropic Serukan Jeda Global Pengembangan AI Sambil Bersiap IPO Triliunan Dolar, IPO SpaceX Demam Tapi S&P 500 Tolak Masuk Cepat

marsbit33m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片