FTX暴雷一年后的加密做市商们:Wintermute保持盈利,GSR裁员

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2023-11-02Terakhir diperbarui pada 2023-11-02

Abstrak

一些做市商正在减少风险敞口,而另一些正在实现业务多元化。

原文作者:Suvashree Ghosh、Olga Kharif

原文编译:Luffy,Foresight News

Alameda Research 是 Sam Bankman-Fried 失败加密帝国的核心交易公司,在该公司倒闭近一年后,加密资产的做市业务仍在努力复苏中。

尽管上周比特币上涨近 16% ,提振了交易量,但要恢复到加密货币寒冬之前的水平,还有很长的路要走。据 CCData 称, 10 月份交易量自 6 月以来首次出现增长,但与 FTX 破产(2022 年 11 月)前相比还是下降了 50% 。

这意味着剩下的流动性提供者(他们从代币买卖价格的差价中获利)面临着在缺乏波动性和交易量的市场中创造收入的艰巨任务,而波动性和交易量曾经是加密货币行业的鲜明特征。一些人重新调整了交易活动的重点,而另一些人则在做市之外寻求新的收入来源。

Digital Asset Capital Management 联合创始人 Richard Galvin 表示,「由于交易量下降、多个司法管辖区的监管框架不确定以及对交易所交易对手风险的担忧加剧,今年对做市商来说非常艰难。」 他补充说,如果最近的反弹持续下去,「对于仍然活跃在市场上的做市商和交易者来说将是一个可喜的获利机会」。

自一年前 FTX 崩溃以来,各交易所的交易量减少了一半。

FTX暴雷一年后的加密做市商们:Wintermute保持盈利,GSR裁员

以下是一些仍然活跃在加密货币领域的做市商的最新动态。

Wintermute

Wintermute Trading Ltd.联合创始人 Evgeny Gaevoy 在接受采访时表示,作为最大的加密货币做市商之一,Wintermute 一直保持盈利,并正在实现业务多元化,以应对另一个牛市周期。Wintermute 首席运营官 Marina Gurevich 表示,目前公司每天的交易额在 20 亿至 30 亿美元之间,低于 2021 年市场高峰期间的每天 75 亿美元。

作为在做市以外领域创收的努力的一部分,Wintermute 已成为以太坊网络的主要参与者,帮助打包交易区块。Gaevoy 表示,此举的目的是在向区块添加交易方面获得竞争优势,这有助于其从套利和其他机会中赚更多钱。

Gaevoy 表示,Wintermute 还支持了一个尚未启动的贷款项目,正在考虑启动一个加密货币衍生品交易所,并正在努力推出一个与加密货币相关的指数。Gaevoy 称,其中一些项目的时间表尚未确定,但拒绝提供每个项目更具体的信息。自 2020 年以来,该公司的风险投资部门已支持了 80 多个项目。

Gurevich 在对彭博社询问的书面回复中表示,位于伦敦和新加坡的 Wintermute 计划在未来两到六个月内增加 10% 或 10 名员工。

Cumberland DRW

Cumberland 是总部位于芝加哥的 DRW 的加密货币子公司,成立于 2014 年,专注于场外交易和自有账户交易。该公司表示,其场外衍生品业务持续增长。它通过 ISDA 在 BTC、ETH 和 SOL 上提供双边加密货币期权。

Cumberland 的母公司 DRW 还联合创立了 ErisX(已被 Cboe Global Markets Inc.收购)和 Digital Asset Holdings。Cumberland Labs 是一家区块链项目孵化公司,它支持了 Hashnote 和 Expand.network 等公司。

GSR Markets

总部位于伦敦的 GSR 是加密货币领域最古老的做市商之一,由前高盛交易员于 2013 年创立,现已发展成为加密货币领域领先的做市商之一。它最近获得了新加坡中央银行的批准,可以在新加坡提供数字支付代币服务。

GSR 告诉彭博社,他们历来活跃于各种代币交易,现在更多地关注比特币和以太坊这两种最大的加密货币。

该公司还是一个多产的风险投资者,旗下投资部门是 GSR Investments。根据公司发言人援引 Messari 的数据,GSR Investments 是行业最活跃的投资者之一,持有 EDX MarketsEthena 和 LayerN 的股份。该发言人表示,在「平静的夏季」之后,该公司的风险投资活动本季度有所回升。

GSR 今年裁员,成为了许多寻求适应更严峻市场环境的加密货币公司之一。该发言人表示,此次裁员是为了「调整和发展我们的业务以适应加密货币行业当前方向」。该发言人补充说,公司正在「积极招聘」交易、工程、法律和金融领域的员工。

Jump Crypto

总部位于芝加哥的 Jump Trading 主要从事传统证券投资业务,于 2015 年底成立了 Jump Crypto,开始投资加密资产。然而,由于美国监管环境的不确定性,该公司一直在着手退出美国的加密货币交易。Jump 是 TerraUSD 项目的主要支持者,也是美国检察官在调查 TerraUSD 过程中接受质询的公司之一。Jump Crypto 还面临因 FTX 崩溃而造成的损失,该做市商是 FTX 的客户,并在 Wormhole 遭受 3.2 亿美元的黑客攻击后向该协议用户进行了补偿。根据 Blockworks 的研究,Jump 似乎已经收回了资金。

Jump Crypto 是另一家多产的风险投资者,最近的投资包括 OutdidCoinflow Labs。Jump 发言人拒绝就与该公司相关的细节发表评论。

Flow Traders

总部位于阿姆斯特丹的 Flow Traders 是一家横跨各种传统资产类别的老牌做市商,自 2017 年以来一直活跃在加密货币领域。其加密货币业务拥有 60 名员工,主要分布在欧洲,该公司对扩大团队持保守态度。

Flow 在 FTX 上的风险敞口「微不足道」,并且「致力于作为做市商和战略投资者构建数字资产生态系统」。根据该公司半年度收益报告,截至 6 月底,他们持有用于交易的数字资产 8920 万欧元(9410 万美元),高于 12 月底的 5830 万欧元。

Flow Traders 在报告中表示,预计监管不确定性将持续到 2023 年及以后,并补充说,公司正在与监管机构合作,推动「建立一个清晰、公平的监管框架」。

根据 Flow Traders 半年报和网站,他们交易数字资产现货、期货、期权和交易所交易产品,不进行定向押注。该公司于 2022 年 7 月斥资 5000 万欧元(5270 万美元)成立了风险投资部门 Flow Traders Capital,并投资了 Blockdaemon、Elwood、Sei Network 和 Ondo 等公司。

Auros Global

这家在纽约和香港设有办事处的做市商在 FTX 倒闭时被冻结了价值约 2000 万美元的资产,最终导致该公司向英属维尔京群岛法院申请临时清算以重组债务。

Auros 今年 3 月筹集了 1700 万美元,投资方包括 Vivienne Court、Bit Digital、Trovio、Epoch Capital、Primal Capital 以及做市巨头 Optiver 的资深校友财团,这在一定程度上帮助该公司摆脱了危机。

公司发言人表示,自那时起,Auros「优化了对一些加密货币交易所的投资,加强了风险管理」,并要求有业务往来的交易所提高透明度。据公司网站称,该公司与 50 多个交易所合作,目前专注于流动性较高的代币。

Auros 表示, 10 月份每天处理的交易额为 130 万美元,低于 2021 年 5 月高峰期间的每天 250 万美元。

Portofino Technologies

总部位于瑞士的 Portofino 由前 Citadel 证券员工于 2021 年 4 月创立,是数字资产市场同行中相对年轻的参与者。Portofino 于 2021 年从 Coatue Management、Valar Ventures 和 Global Founders Capital 等投资者那里筹集了 5000 万美元。

Portofino 发言人在给彭博社的电子邮件回复中表示,该公司通常专注于在最大的加密货币交易所交易的高市值代币。该发言人补充说,公司于 2022 年在 FTX 上交易较为活跃,但在该交易所的资产有限。尽管某些资产类型的做市商利润在全球范围内大幅下降,但 Portofino 预计「未来几个月,加密货币市场交易量将继续增长,因为我们看到一些重要的催化剂将使机构和散户投资者重返加密市场。」

Bacaan Terkait

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

Stevie Hoffman, "Godfather of Silicon Valley Venture Capital", menyatakan bahwa integrasi Web3 dan AI bisa menjadi sebuah jebakan. Dalam wawancara, ia berbagi pandangannya tentang tren AI global dan peluang startup. Hoffman percaya Silicon Valley akan tetap memimpin riset dasar model AI canggih, sementara China akan unggul dalam implementasi aplikasi praktis dan dominasi di bidang robotika. Ia menekankan pentingnya pendekatan "Global from Day 1" untuk startup, karena adaptasi nanti jauh lebih sulit dan mahal. Mengenai Autonomous Agents, Hoffman memperkirakan titik balik nyata di mana agen dapat berkolaborasi secara mandiri akan datang dalam 2-4 tahun, yang akan menyebabkan penggantian tenaga kerja berskala besar. Solusinya adalah mendesain bisnis untuk kolaborasi manusia-AI, bukan otomatisasi penuh, serta reformasi sistem pelatihan ulang dan jaminan sosial. Untuk startup AI awal, saran Hoffman adalah fokus pada inovasi mendalam di ceruk vertikal spesifik yang membutuhkan keahlian domain, karena ini adalah benteng pertahanan terhadap raksasa teknologi. Kecepatan iterasi adalah parit pertahanan terpenting. Dalam menanggapi pertanyaan tentang Web3 + AI, Hoffman dengan tegas menyatakan bahwa bagi kebanyakan konsumen dan bisnis mainstream, Web3 menambah friksi dan kompleksitas tanpa menyelesaikan kebutuhan inti mereka. AI adalah teknologi dasar universal yang benar-benar mengubah industri. Memaksakan integrasi Web3 dan AI adalah sebuah jebakan yang menambah kompleksitas tanpa melipatgandakan nilai bagi pasar mainstream. Hoffman juga membagikan rencana nirlabanya untuk mendirikan pusat penelitian di universitas guna melatih calon pemimpin dalam inovasi AI yang bertanggung jawab dan selaras dengan nilai-nilai inti manusia.

marsbit4m yang lalu

"Bapak Godfather Venture Capital" Lembah Silikon Steve Hoffman: Web3 + AI Bisa Jadi Sebuah Jebakan

marsbit4m yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

Dengan rencana IPO OpenAI dan investasi besar dari raksasa seperti Berkshire Hathaway di Alphabet, industri AI kini mencapai titik balik penting. Dua narasi utama mendominasi: "kekurangan dana" dan "pemisahan aset" (spin-off). Kekurangan dana terjadi karena struktur biaya AI yang unik. Berbeda dengan platform internet tradisional di mana biaya marjinal mendekati nol, model AI seperti ChatGPT justru meningkatkan biaya komputasi (inference cost) seiring pertumbuhan pengguna. Selain itu, pola investasi seperti "kredit cloud" yang digunakan Microsoft untuk mendanai OpenAI menciptakan "pencatatan sirkular", di mana uang yang sama dihitung sebagai pendapatan, menyamarkan tekanan arus kas yang sebenarnya. OpenAI, misalnya, diperkirakan baru akan profit pada 2029. Di sisi lain, tren spin-off aset AI oleh perusahaan besar (seperti Ke Ling dari Kuaishou dan Kunlunxin dari Baidu) mengungkap logika valuasi baru. Di dalam perusahaan induk, unit AI sering dianggap sebagai pusat biaya yang menekan margin. Namun, setelah dipisah, aset yang sama bisa mendapatkan valuasi 3x lipat lebih tinggi di pasar modal, karena dinilai berdasarkan kelangkaan, prospek pertumbuhan, dan potensi ceruk pasar sebagai "aset infrastruktur AI". Perubahan ini menandai pergeseran mendasar dari narasi yang didominasi teknologi menjadi efisiensi modal. Industri bergerak dari "kultus model" terkuat menuju "realisasi nilai" yang dapat dikomersialkan. Inti persaingan mulai bergeser dari perlombaan daya komputasi chip tunggal (GPU) menuju efisiensi sistemik menyeluruh, di mana CPU dan perangkat lunak orchestration menjadi krusial untuk profitabilitas. Singkatnya, tahun 2026 menjadi momen penentuan di mana industri AI harus menjawab pertanyaan mendasar: berapa sebenarnya nilai teknologi ini? Jawabannya akan membentuk lanskap kekuatan industri untuk dekade mendatang.

marsbit10m yang lalu

Token Tidak Ekonomis, Ekonomi Tidak Token

marsbit10m yang lalu

Melampaui 'Tembok Memori', Revolusi Tingkat Wafer dan Rute Kekuatan Komputasi di Era Inferensi AI

Pada tahun 2026, titik balik global AI muncul: belanja modal *inference* penyedia awan melebihi *training*, menandai pergeseran dari "membuat" ke "menggunakan" model besar. Hambatan utama bergeser dari daya komputasi ke "dinding memori"—bottleneck dalam memindahkan data (seperti berat model dan KV Cache) antara DRAM dan GPU, yang menyebabkan konsumsi energi tinggi dan penundaan. Arsitektur alternatif seperti Cerebras menawarkan solusi radikal melalui Wafer-Scale Engine (WSE). Daripada memotong wafer, Cerebras menggunakannya utuh sebagai satu chip raksasa (WSE-3), menampung 44GB SRAM *on-chip* dengan bandwidth 21 PB/detik—ribuan kali lebih cepat dari HBM tradisional. Ini memungkinkan aliran berat model dari memori eksternal (MemoryX) ke chip dengan latency sangat rendah, meningkatkan kecepatan *token* inferensi hingga 1,5–5x dibandingkan GPU seperti NVIDIA B200. Selain itu, daya interkoneksinya jauh lebih efisien (0,15 pJ/bit vs 10 pJ/bit GPU). Namun, pendekatan ini menghadapi tantangan: skala SRAM terhambat batas fisik, memerlukan sistem pendingin khusus, bandwidth I/O eksternal terbatas, dan ekosistem perangkat lunaknya yang kurang umum. Sementara itu, raksasa teknologi merespons dengan tiga jalur: chip ASIC khusus inferensi (seperti Microsoft Maia), kemasan *wafer-scale* yang semakin umum (misal, TSMC SoW), serta eksplorasi interkoneksi optik. Tekanan komersial juga besar bagi Cerebras, yang kini harus membangun pusat data skala besar untuk memenuhi pesanan. Intinya, tidak ada solusi sempurna. Cerebras mengoptimalkan latency ekstrem untuk beban kerja tertentu, sementara NVIDIA mempertahankan fleksibilitas untuk beban beragam. Pertarungan arsitektur ini masih terbuka dalam lanskap komputasi AI yang terus berubah.

marsbit15m yang lalu

Melampaui 'Tembok Memori', Revolusi Tingkat Wafer dan Rute Kekuatan Komputasi di Era Inferensi AI

marsbit15m yang lalu

Bitcoin "Pemulihan Berakhir", Resmi Masuk Tahap Akhir Pasar Bearish?

Penulis: Glassnode | Kompilasi: AididiaoJP, Foresight News Bitcoin turun 13% dalam seminggu, menandai penurunan tajam profitabilitas dan lonjakan kerugian terealisasi. Pasar didominasi penjual spot, sementara investor ETF spot AS kembali rugi mengambang setelah ditolak di sekitar harga rata-rata biaya mereka. Analisis mengonfirmasi ciri fase akhir pasar beruang: harga jatuh ke antara harga terealisasi dan nilai pasar sebenarnya, dengan basis biaya pemegang jangka pendek jatuh di bawah nilai pasar sebenarnya untuk pertama kalinya sejak Januari 2022. Rasio laba-rugi terealisasi turun drastis, menunjukkan rebound ke $82K hanyalah rally dalam tren bearish, bukan perubahan struktural. Kerugian terealisasi harian melonjak menjadi $1.35 miliar, dengan $770 juta berasal dari pelepasan aset oleh pemegang jangka panjang di dekat puncak siklus. Bitcoin ditolak tepat di sekitar biaya rata-rata agregat ETF spot AS ($83K), menguatkan level tersebut sebagai resistensi utama. Aliran pasar spot berubah negatif, penjual mendominasi buku pesanan. Meskipun terjadi koreksi harga, permintaan lindung nilai turun di pasar opsi tidak meningkat signifikan. Volatilitas tersirat tetap terkompresi, namun premi risiko volatilitas melebar. Kesimpulannya, penurunan terbaru mengonfirmasi kerapuhan pasar dengan profitabilitas yang runtuh, tekanan jual dari pemegang ETF, dan dominasi penjual spot. Tanpa peningkatan permintaan spot yang berkelanjutan dan pemulihan profitabilitas investor ETF, risiko penurunan lebih lanjut dan konsolidasi dalam struktur pasar beruang yang lebih luas tetap ada.

marsbit15m yang lalu

Bitcoin "Pemulihan Berakhir", Resmi Masuk Tahap Akhir Pasar Bearish?

marsbit15m yang lalu

TechFlow Intelijen Bureau: Anthropic Serukan Jeda Global Pengembangan AI Sambil Bersiap IPO Triliunan Dolar, IPO SpaceX Demam Tapi S&P 500 Tolak Masuk Cepat

**Anthropic** secara terbuka menyerukan jeda global dalam pengembangan AI, mengklaim model Claude mereka mengalami peningkatan yang terlalu cepat dan berisiko. Namun, ironisnya, perusahaan ini dilaporkan sedang mempersiapkan IPO dengan valuasi mendekati $1 triliun. Komunitas mempertanyakan niat sebenarnya di balik seruan ini. Di sisi lain, pengguna banyak mengeluh tentang penurunan kualitas respons Claude. Di sektor **kripto**, Bitcoin jatuh di bawah $61.000, memicu likuidasi posisi long senilai $1,16 miliar. Sementara itu, dompet kripto terbesar Filipina, Coins.ph, kini mengintegrasikan BTC dan ETH ke dalam jaringan pembayaran QR nasional. **Nvidia** mengumumkan bahwa HBM4 dari Samsung, SK Hynix, dan Micron telah disertifikasi, memperlancar pasokan untuk chip AI generasi berikutnya. Namun, seorang ekonom memperingatkan kemungkinan gelembung di sektor infrastruktur AI, menyamakan Nvidia dengan Cisco pada puncak gelembung dot-com. **SpaceX** dilaporkan mengalami roadshow IPO yang sangat panas, dengan Goldman Sachs memproyeksikan pendapatan melonjak 100x menjadi $322 miliar pada 2030. Namun, S&P 500 menegaskan tidak akan mengubah aturan untuk memasukkan perusahaan raksasa seperti SpaceX secara cepat ke dalam indeksnya setelah IPO. **Cloudflare** mengakuisisi VoidZero, perusahaan di balik alat pengembangan frontend populer Vite dan Rolldown. CEO Cloudflare juga mengungkapkan bahwa lalu lintas bot di internet kini telah melampaui lalu lintas manusia. **Apple** dikabarkan akan segera meluncurkan ponsel lipat pertamanya dengan engsel berbahan liquid metal. Sementara itu, **ByteDance** kehilangan 6,1 juta pengguna aktif bulanan untuk aplikasi AI-nya, "Doubao", setelah memperkenalkan model berlangganan berbayar. Intinya, hari ini diwarnai oleh **krisis kepercayaan** di berbagai sektor: perbedaan antara pernyataan publik dan tindakan perusahaan, antusiasme pasar versus penolakan oleh aturan, serta tantangan komersialisasi teknologi baru.

marsbit32m yang lalu

TechFlow Intelijen Bureau: Anthropic Serukan Jeda Global Pengembangan AI Sambil Bersiap IPO Triliunan Dolar, IPO SpaceX Demam Tapi S&P 500 Tolak Masuk Cepat

marsbit32m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片