Prediction Market Kalshi Sues U.S. CFTC for Denying Its Contracts for Congressional Elections

CoinDeskPolicyDipublikasikan tanggal 2023-10-31Terakhir diperbarui pada 2023-11-01

Abstrak

The CFTC denied a valid hedging option when it rebuffed a plan to offer event contracts for traders to bet on political outcomes, the company said.

Prediction market Kalshi is suing the U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) for denying its effort to list derivatives for betting on the outcome of political events – specifically which party will control each chamber of the U.S. Congress after an election.

The U.S. regulator's denial of KalshiEx LLC's request to use event contracts – transactions in which a party is paid if they accurately bet on the outcome of an event – "exceeds its statutory authority," according to the lawsuit filed in the U.S. District Court for the District of Columbia. The company argued that such contracts are a classic way of hedging against risk.

10

"Political events carry enormous financial implications for businesses and individuals," Kalshi contended in the suit. "Uncertainty surrounding these events poses economic risk, no less than uncertainty over hurricanes, pandemics, or oil supply."

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

Kalsi is asking the court to vacate the CFTC's decision, which determined that the company was pursuing unlawful gaming "contrary to the public interest."

Last year, an appeals court ruled that another prediction market that the CFTC sought to shut down, PredictIt, should be able to keep operating until a final ruling from the courts.

While PredictIt has operated under a no-action letter from the CFTC, Kalshi went through the process of registering as a designated contract market with the agency, meaning the company has to certify compliance or seek approval for every single contract it lists. Polymarket, a crypto-based prediction market that bills itself as the world's largest, is barred from doing business in the U.S. under a settlement with the CFTC.

Dennis Kelleher, CEO of Better Markets, a Washington group advocating for strong financial regulations, called Kalshi's effort a "backdoor attempt to unleash gambling on U.S. elections through so-called event contracts."

"At a time when there are already historically high concerns about the integrity of our elections, the CFTC properly evaluated the multiple fatal flaws in Kalshi’s self-certified contract and decided that it was a clear violation of public policy as well," Kelleher said in a Wednesday statement.

A D V E R T I S E M E N T
A D V E R T I S E M E N T

When the CFTC denied the application earlier this year, Commissioner Summer Mersinger dissented, arguing, "It is important for the commission to make this determination the right way – by undertaking a public rulemaking process." However, she added, "my dissent should not be taken as an endorsement of Kalshi’s Congressional Control Contracts."

Bacaan Terkait

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

Profesor Dawn Song (Song Xiaodong) dari UC Berkeley, yang dijuluki sebagai "tokoh keamanan komputer nomor satu", bergabung dengan laboratorium Superintelligence Meta sebagai Wakil Presiden Penelitian AI. Dia akan melapor langsung kepada kepala lab, Nat Friedman. Song adalah peneliti berpengaruh di bidang keamanan komputer dan keamanan AI, penerima MacArthur Fellowship, serta anggota ACM, IEEE, dan AAAS. Karyanya yang terkenal termasuk "Dynamic Taint Analysis" (2005). Laboratoriumnya di UC Berkeley dianggap sebagai pusat pelatihan terkemuka di bidang keamanan komputer. Penelitian Song mencakup keamanan perangkat lunak, pembelajaran mesin adversarial, dan keamanan agen AI. Dia juga pendiri Oasis Labs dan Virtue AI, perusahaan yang fokus pada infrastruktur keamanan AI untuk perusahaan, terutama pengujian penetrasi (red-teaming) otomatis dan pengaman runtime untuk agen AI. Bersama Song, pendiri Virtue AI lainnya, Bo Li dan Sanmi Koyejo, serta beberapa anggota tim, juga bergabung dengan Meta. Langkah ini dilihat sebagai upaya Meta untuk memperkuat langkah-langkah keamanan dalam pengembangan agen AI, terutama setelah masalah keamanan model AI seperti Anthropic's mythos menarik perhatian industri. Meta ingin menerapkan AI ke dalam produk-produk sosialnya yang digunakan miliaran orang dan terus mengedepankan strategi sumber terbuka, sehingga membutuhkan kemampuan keamanan yang tangguh. Artikel ini juga menyebutkan bahwa Denny Zhou, pendiri Gemini Reasoning Team di Google, dilaporkan telah bergabung dengan Meta TBDLab beberapa bulan sebelumnya. Zhou adalah tokoh kunci di bidang penalaran AI, berkontribusi pada metode seperti Chain-of-Thought dan Self-Consistency, yang membantu mengembangkan kemampuan penalaran model bahasa besar.

marsbit30m yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

marsbit30m yang lalu

Kompetisi Kripto Lembaga Korea: Ledakan Stabilkoin dan RWA

Artikel ini membahas evolusi pasar kripto Korea Selatan, yang kini beralih dari fokus pada perdagangan ritel ke pembangunan infrastruktur blockchain institusional. Dua tren utama yang mendorong perubahan ini adalah stablecoin dan tokenisasi aset riil (RWA). Stablecoin won Korea yang diatur kini menjadi prioritas bagi regulator, bank, dan perusahaan untuk mencegah aliran keluar modal ke stablecoin dolar AS. Berbagai lembaga seperti KB Financial, Hana Financial, NH Nonghyup Bank, dan KBank sedang melakukan uji coba untuk pembayaran dan transfer lintas batas. Penyedia pembayaran seperti Shinhan Card, BC Card, dan Danal juga mengembangkan solusi. Platform internet seperti KakaoPay dan NAVER Pay, dengan basis pengguna yang luas, berencana mengintegrasikan stablecoin ke dalam ekosistem mereka. Bagi proyek kripto, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga ini. Di sisi RWA, Korea Selatan memusatkan perhatian pada tokenisasi aset di sektor unggulannya seperti perkapalan, rantai pasok industri, dan kekayaan intelektual hiburan (K-pop). Perusahaan sekuritas seperti Mirae Asset dan Hanwha Investment sedang memimpin inisiatif ini. Kerangka regulasi yang jelas diharapkan berlaku pada awal 2027. Peluang bagi proyek kripto terletak pada penyediaan infrastruktur seperti saluran distribusi global, solusi likuiditas dan interoperabilitas lintas rantai, serta alat pendukung untuk lembaga. Akses ke pengguna akhir akan sangat bergantung pada platform konsumen utama seperti NAVER (yang berencana mengakuisisi operator Upbit, Dunamu), Kakao (mengembangkan dompet terpadu), dan Toss (dompet finansial semua dalam satu). Industri kripto Korea Selatan sedang mendekati titik kritis, di mana proyek-proyek yang dapat membangun kemitraan dan kasus penggunaan nyata dengan lembaga lokal akan membantu membentuk masa depan aset digital di negara tersebut.

Foresight News37m yang lalu

Kompetisi Kripto Lembaga Korea: Ledakan Stabilkoin dan RWA

Foresight News37m yang lalu

Bagaimana Menilai Keaslian Video AI? Merangkum Sistem Deteksi yang Dinamis, Dapat Dilacak, dan Dapat Diinterpretasikan

Bagaimana Menentukan Keaslian Video AI? Tinjauan Sistem Deteksi Dinamis, Dapat Dilacak, dan Dapat Dijelaskan Generasi video AI telah berkembang pesat, mencapai kualitas sinematis. Namun, deteksi video palsu tertinggal, menimbulkan risiko sosial. Makalah tinjauan ini menetapkan kembali tujuan deteksi menjadi **"verifikasi kesetiaan fakta"**, memeriksa apakah konten video selaras dengan dunia nyata. Video AI dikategorikan menjadi tiga paradigma: **Manipulasi Lokal (LMV)**, **Edit Audio-Visual (AVE)**, dan **Sintesis Video Generatif (GVS)**. Untuk mendeteksinya, tinjauan mengusulkan kerangka kerja **empat lapis dari perspektif ganda Visi-Bahasa**: 1. **Analisis Isyarat Visual Intrinsik**: Memeriksa anomali statistik tingkat rendah seperti pola noise dan sinyal fisiologis. 2. **Konsistensi Spasial-Temporal**: Menganalisis kelancaran gerakan objek dan dinamika adegan sepanjang waktu. 3. **Konsistensi Antarmoda**: Memverifikasi keselarasan antara elemen visual, audio, dan teks dalam video. 4. **Penalaran Tingkat Dunia Dipandu Bahasa**: Mengevaluasi konsistensi konten video dengan pengetahuan dunia nyata, fakta, dan hukum fisika menggunakan penalaran semantik. Fokus metode deteksi bergeser dari lapisan 1 & 2 (visi) ke lapisan 3 & 4 (bahasa) seiring membaiknya kualitas video AI. Evaluasi juga perlu berkembang melampaui metrik akurasi dasar, menuju sistem penilaian **dinamis yang mengutamakan bukti**, serta sistem deteksi yang **dapat dipercaya dan dijelaskan** dengan menggabungkan bukti visual dan penalaran semantik. Deteksi yang andal memerlukan kolaborasi antar bidang seperti Visi Komputer, NLP, dan pemahaman multimodal.

marsbit1j yang lalu

Bagaimana Menilai Keaslian Video AI? Merangkum Sistem Deteksi yang Dinamis, Dapat Dilacak, dan Dapat Diinterpretasikan

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片