Monero crypto of choice as ransomware ‘double extortion’ attacks increase 500%

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-04-20Terakhir diperbarui pada 2022-04-20

Abstrak

A new report by blockchain analytics firm CipherTrace highlights the growing role that privacy-focused cryptocurrencies such as Monero are playing in the rising tide of ransomware.

A new report by blockchain analytics firm CipherTrace highlights the growing role that privacy-focused cryptocurrencies such as Monero are playing in the rising tide of ransomware.
“Current Trends in Ransomware” delves into trends observed during 2021 but was only released this week. The firm revealed there was almost a 500% increase in “double extortion” ransomware attacks from 2020 to 2021. These are cyber attacks in which malicious actors steal a victim’s sensitive data in addition to encrypting it.
The report echoes similar findings from analytics firm Chainalysis which reported that overall ransomware crypto payments topped $600 million for the period.
The new research found that last year saw increasing demands for ransom payment in Monero (XMR), with attackers adding premiums for payments made in Bitcoin (BTC) ranging from 10 to 20%. At least 22 ransomware strains (from an incomplete list of more than 50) only accept XMR payments, and at least seven of them accept both BTC and XMR, it added.
“Higher prices for BTC are most likely seen by the ransomware actors as a premium for dealing with the increased risk in using an easily traceable cryptocurrency like BTC.”
The report cited a Russian-speaking ransomware gang called Everest Group which claimed to have hacked the U.S. Government in October last year. According to CipherTrace, Everest Ransomware is “currently trying to sell the data for $500,000 in XMR.”
Another example was the Russian DarkSide group responsible for the U.S. Colonial Pipeline attack in May 2021. The ransom could be paid in either XMR or BTC, but the cost was higher for the latter.
The REvil ransomware group also switched from demanding BTC to demanding payments in XMR only in early 2020.
Monero is a privacy-based cryptocurrency that uses a combination of technologies such as mixers, ring signatures, and stealth addresses that obfuscate sending and receiving wallets. This is why it has become the primary asset of choice for those demanding ransoms.
For that reason, Monero and other highly privacy-focused cryptocurrencies such as Dash and Zcash have been delisted by some exchanges in countries such as the U.K. and Japan.
The Monero blockchain will be hard forked in July to further enhance its anonymity and privacy properties.

Bacaan Terkait

Nilai Alokasi Emas sebagai "Asuransi Finansial" dalam Krisis Utang AS dan Latar Belakang Yield Tinggi

Dalam konteks krisis utang AS dan lingkungan suku bunga tinggi, emas berperan sebagai "asuransi finansial" untuk menjaga nilai portofolio. Harga emas telah naik signifikan, mencapai rekor tertinggi US$5.589 per ons pada Januari 2026, didorong oleh lima kekuatan utama: kekhawatiran fiskal AS yang tidak berkelanjutan, tren de-dolarisasi yang dipicu pembekuan aset bank sentral Rusia, ketegangan geopolitik di Timur Tengah (seperti penutupan Selat Hormuz), lonjakan permintaan investasi, dan ketidakpastian kebijakan Federal Reserve di bawah ketua baru, Kevin Warsh. Emas memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga riil dan dolar AS. Bank sentral global, termasuk China (yang menambah cadangan selama 18 bulan berturut-turut), terus membeli emas dalam jumlah besar, menciptakan permintaan struktural baru. Investor dapat mendapatkan eksposur melalui kepemilikan fisik, ETF emas seperti GLD dan IAU (biaya rendah), atau ETF pertambangan emas seperti GDX yang menawarkan leverage namun berisiko lebih tinggi. Namun, emas juga menghadapi risiko jika suku bunga riil naik tajam, dolar menguat, ketegangan geopolitik mereda, atau terjadi tekanan jual di pasar. Dalam portofolio, alokasi 5-10% dianggap wajar sebagai lindung nilai. Perkembangan kunci yang perlu dipantau meliputi pergerakan suku bunga riil AS, perundingan AS-Iran mengenai Selat Hormuz, data pembelian bank sentral, dan sinyal kebijakan Fed. Logika mendasar untuk memegang emas sebagai diversifikasi tetap kuat di tengah ketidakpastian fiskal dan geopolitik saat ini.

marsbit43m yang lalu

Nilai Alokasi Emas sebagai "Asuransi Finansial" dalam Krisis Utang AS dan Latar Belakang Yield Tinggi

marsbit43m yang lalu

Celah 'Cetak Uang Tak Terbatas' Tersembunyi Empat Tahun, Privasi Coin ZEC Anjlok 50% dalam Sehari

Zcash (ZEC), mata uang kripto berfokus privasi, mengalami penurunan harga drastis hingga lebih dari 50% dalam sehari. Penyebabnya adalah pengungkapan sebuah kerentanan kritis dalam "kolam privasi" Orchard-nya, yang diaktifkan pada 2022. Peneliti keamanan Taylor Hornby menemukan bahwa celah ini memungkinkan penyerang secara teoritis membuat ZEC palsu dalam jumlah tak terbatas dan tidak terdeteksi dalam sistem privasi, dengan memanfaatkan kendala yang tidak lengkap dalam rangkaian bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof). Meskipun tim Zcash menegaskan kerentanan telah diperbaiki dan kemungkinan eksploitasi rendah, pasar dilanda kepanikan. Ketidakpastian utama adalah apakah ZEC palsu pernah dibuat dalam empat tahun terakhir dan bagaimana membuktikan bahwa hal itu tidak terjadi, mengingat sifat transaksi Orchard yang tersembunyi. Kepercayaan semakin terkikis ketika Arthur Hayes, pendiri BitMEX dan pendukung narasi ZEC, mengumumkan telah menjual seluruh portofolio ZEC-nya. Dia menyatakan kekhawatiran tentang ketidakmungkinan membuktikan secara kriptografis bahwa penambahan koin palsu tidak terjadi. Komunitas bereaksi dengan krisis kepercayaan, mempertanyakan keandalan audit dan perkembangan Zcash. Penemuan kerentanan dengan bantuan AI dalam waktu singkat, setelah bertahun-tahun tidak terdeteksi, semakin memperburuk sentimen. Penurunan harga mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang integritas pasokan ZEC dan janji keamanan privasinya, mengubah koreksi harga menjadi krisis keyakinan yang lebih dalam.

Odaily星球日报1j yang lalu

Celah 'Cetak Uang Tak Terbatas' Tersembunyi Empat Tahun, Privasi Coin ZEC Anjlok 50% dalam Sehari

Odaily星球日报1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli XMR

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Monero (XMR) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Monero (XMR) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Monero (XMR) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Monero (XMR) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Monero (XMR)Lakukan trading Monero (XMR) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

317 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli XMR

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga XMR (XMR) disajikan di bawah ini.

活动图片