High APY and more: Why PrimeEarn High-Yield Tuesday sold out in mere minutes

Huobi ResearchDipublikasikan tanggal 2022-04-19Terakhir diperbarui pada 2022-04-19

Abstrak

Tense Russia and Ukraine relations, soaring European commodities prices, inflation in Denmark hitting the highest level in nearly 40 years, and the price of Bitcoin falling below US$40,000 only to rebound.

Tense Russia and Ukraine relations, soaring European commodities prices, inflation in Denmark hitting the highest level in nearly 40 years, and the price of Bitcoin falling below US$40,000 only to rebound. Volatility is the keyword of the day, making it hard for even a crypto veteran to judge where the cryptocurrency market is headed and when. One careless move could spell doom and the erasure of all previous profits.

Everyone with knowledge of financial management understands that time is money. And this begs the question: are there no safe and risk-free ways to gain profits amid such volatility? Is the crypto space too unstable to remain in?

Recently, Huobi Global launched an event called PrimeEarn High-yield Tuesday, which focuses on offering high APY for fixed deposit products for mainstream assets. The previous events saw products sold out within a few days or even minutes. Taking its latest event as an example, ETH and BTC fixed deposit products were sold out within 1 minute and USDT fixed deposits were snapped up in 1.5 minutes. Shocking as it appears, there are good reasons behind PrimeEarn’s popularity with the masses.

Let's start by taking a look at some of the cryptocurrency financial products on the market.

Binance: Most of the deposit products offered for mainstream assets are flexible deposits with a tired APY set. Taking USDT as an example, the APY for the amount exceeding the first 2,000 USDT is 3%, and APY for the amount exceeding the first 75,000 USDT is only 1%, which deems the deposit product rather unattractive to investors who wish to deposit large amounts of digital assets.

OKX: The APY for depositing mainstream assets BTC, USDT, ETH can go as low as 1%, and all are flexible deposit products.

Let's now delve into how the team at Huobi PrimeEarn caters to investor needs:

1. Going mainstream

Most financial management products in the crypto market are flexible deposit products for alt-coins, and there are few deposit products for the top mainstream assets by market value. In order to bridge this market gap, Huobi launched the PrimeEarn platform last year, offering investors the opportunity to deposit the most popular mainstream assets such as BTC, ETH, and USDT and gain attractive APYs in return.

2. Enabling investors to profit

Financial management is all about making money and PrimeEarn is gaining popularity because of its ability to bring in risk-free profits for investors. Huobi’s PrimeEarn High-Yield Tuesday enables investors to gain up to 40% APY for depositing mainstream assets such as BTC, ETH and USDT for 14 days, the highest available rate in the market.

3. What you see is what you can earn

In contrast to some competing platforms which set tiered APY for deposit products, PrimeEarn sets no such condition — with no tiered APY, investors truly enjoy returns as advertised.

4. Reduce loss from idle funds

As we know, the longer a product’s deposit period, the higher the expected rate of return. For flexible deposits, the APYs offered can be relatively low, and time is taken up when funds are transferred from account to account, deposited or withdrawn, increasing idle time.

However, the long-term deposit period offered by Huobi PrimeEarn means income loss arising from idle funds can be effectively avoided. What’s more, the APYs for fixed products are usually higher than those of flexible products.

A platform that truly aims to protect investors’ well-being and cater to their needs is bound to earn investor loyalty. PrimeEarn meets all the above criteria and is now highly sought after by discerning users.

Latest High-Yield Tuesday Event

Event 1: Team up to win 40% APY for USDT Deposits

Users will form teams and each team will be ranked based on its total deposit amount. There are three tiers based on the deposit amount, and the top three teams will be selected from each tier to enjoy the highest APY offered. Click here to register and form teams with others.

Event 2: Enjoy 20% APY for USDT deposits

Users can deposit a certain amount of PrimeEarn assets to win APY booster coupons and enjoy APY up to 20% for USDT deposits and 15% for ETH deposits.

This Easter will see the launch of a limited-time, high APY deposit event that allows users to attain APYs of more than 600%. Lucky draw opportunities and APY booster coupons await. Watch this space.

Bacaan Terkait

Partner Blockchain Capital: Tokenisasi akan Merombak Struktur Dasar Pasar Modal

Penulis Blockchain Capital, Aleks Larsen, berpendapat bahwa tokenisasi akan merevolusi struktur inti pasar modal, mirip dengan bagaimana kontainerisasi mengubah logistik global. Sistem keuangan saat ini tersegmentasi, dengan aset dicatat dalam berbagai format yang berbeda, menimbulkan biaya tinggi dan inefisiensi dalam perpindahan modal. Tokenisasi berfungsi sebagai "kontainer standar" untuk hak keuangan. Dengan menyediakan antarmuka yang seragam dan dapat dibaca mesin, token memungkinkan aset (seperti obligasi, saham, atau pinjaman) dikenali dan digunakan secara langsung di seluruh jaringan aplikasi dan layanan keuangan (perdagangan, pinjaman, penitipan), tanpa perlu integrasi khusus setiap kali. Stablecoin adalah bukti nyata potensi ini, menciptakan jaringan global untuk transfer dolar yang cepat dan murah. Jaringan ini sekarang menarik aset tokenisasi lainnya (surat berharga, dana pasar uang, kredit swasta), yang nilainya telah meningkat 10x menjadi hampir $40 miliar dalam dua tahun. Perubahan mendasar adalah pergeseran dari akses keuangan berdasarkan hubungan dengan lembaga, menjadi berdasarkan aset itu sendiri. Layanan seperti perdagangan dan pinjaman dapat diakses secara langsung melalui aturan yang diprogram ke dalam token. Ini memungkinkan spesialisasi layanan keuangan dan menurunkan biaya masuk, sehingga pasar modal dapat bereorganisasi menjadi jaringan terbuka yang berputar di sekitar aset token. Pada akhirnya, tokenisasi dapat membuka akses ke pasar modal global untuk aset-aset bernilai yang saat ini terlalu kecil, tersebar, atau kurang dikenal untuk layanan keuangan tradisional. Dengan AI yang menangani analisis dan operasi, biaya untuk menemukan, membiayai, dan mengelola aset ini akan turun drastis. Hal ini dapat mengarahkan aliran modal berdasarkan kualitas aset, bukan hanya akses ke lembaga, dan secara signifikan memperluas ukuran serta jangkauan pasar modal dunia.

marsbit17m yang lalu

Partner Blockchain Capital: Tokenisasi akan Merombak Struktur Dasar Pasar Modal

marsbit17m yang lalu

Harga Bitcoin Tertinggal? Rekor Indikator Agregat Uang Global M2 Bisa Jadi Pendorong Kenaikan BTC

Harga Bitcoin tampaknya tertinggal dibandingkan dengan lonjakan likuiditas global yang ditunjukkan oleh rekor baru agregat moneter global M2 sebesar $103 triliun (atau bahkan $195 triliun menurut beberapa perkiraan). M2 mencakup uang tunai dan aset likuid, dan peningkatannya sering kali mendorong modal ke aset seperti saham, emas, dan cryptocurrency seperti BTC untuk mencari hasil yang lebih tinggi. Kenaikan tajam Bitcoin baru-baru ini di atas $81.000, dipicu oleh pengumuman pembelian obligasi oleh Departemen Keuangan AS, kembali menyoroti peran likuiditas. Meskipun begitu, harga BTC masih sekitar 37% di bawah rekor tertingginya pada Oktober 2025. Inti argumennya adalah: pasokan Bitcoin tetap terbatas pada 21 juta koin, sedangkan pemerintah dapat mencetak uang fiat. Jika likuiditas global terus membanjiri sistem, aset yang langka seperti Bitcoin bisa menjadi fokus. Siklus harga Bitcoin sebelumnya (2017-2018 dan 2020-2021) memang bertepatan dengan ekspansi M2. Namun, hubungan ini belum selalu langsung. Meski M2 global terus naik, harga Bitcoin sempat turun setelah puncak Oktober 2025, menunjukkan likuiditas baru mungkin masih terperangkap dalam investasi yang aman. Melemahnya Dolar AS baru-baru ini dapat mendorong modal keluar dari 'tempat perlindungan' kas dan mengalir ke aset seperti emas dan Bitcoin. Kesimpulannya, rekor M2 tidak secara otomatis menjamin kenaikan harga Bitcoin. "Perlombaan menyusul" bergantung pada beberapa faktor: apakah likuiditas terus mengalir deras, Dolar tetap lemah, dan apakah modal benar-benar berpindah ke aset alternatif. Jika kondisi ini terpenuhi, rally Bitcoin mungkin bisa dimulai lebih cepat dari perkiraan.

cryptonews.ru18m yang lalu

Harga Bitcoin Tertinggal? Rekor Indikator Agregat Uang Global M2 Bisa Jadi Pendorong Kenaikan BTC

cryptonews.ru18m yang lalu

Caltech Gunakan AI Pecahkan Masalah Kimia Kuantum 60 Tahun, 1 GPU Selesaikan Pekerjaan 7800 GPU

Tim peneliti dari California Institute of Technology (Caltech) yang dipimpin Anima Anandkumar berhasil menggunakan model AI untuk merevolusi perhitungan kimia kuantum, memecahkan tantangan berusia 60 tahun. Metode utama yang ada, Teori Fungsional Kerapatan (DFT), sangat lambat karena kompleksitas komputasinya tumbuh secara kubik terhadap jumlah elektron, membatasi simulasi sistem besar seperti molekul obat atau material baterai. AI sebelumnya mencoba dua pendekatan: memprediksi hasil langsung (kurang akurat untuk sistem besar) atau mempelajari pemetaan terbalik (sering tidak stabil). Tim Anandkumar mengambil pendekatan berbeda. Mereka melatih operator saraf Fourier (FNO) untuk mempelajari pemetaan maju dalam satu langkah iterasi DFT, menggantikan bagian komputasi paling intensif. Model ini kemudian disematkan kembali ke dalam siklus iterasi DFT standar, mempertahankan struktur fisika dan kemampuan koreksi diri. Metode baru yang disebut Kohn-Sham FNO ini mengurangi kompleksitas dari O(N³) menjadi mendekati O(N log N). Dengan data latihan hanya dari 8.504 struktur, model yang sama dapat menangani molekul kecil dan material padat besar. Dalam ekstrapolasi ke molekul obat besar yang belum pernah dilihat, kesalahannya jauh lebih rendah dibandingkan model prediksi langsung. Dalam demonstrasi skala besar, Kohn-Sham FNO menyimulasi 82.500 elektron dalam cacat logam magnesium menggunakan hanya satu GPU B300, sementara perhitungan serupa pada 2019 membutuhkan sekitar 7.800 GPU V100. Skalabilitasnya hampir linear, berbeda dengan skalabilitas kubik metode tradisional. Penelitian ini membuka jalan untuk simulasi material dan molekul kompleks yang jauh lebih cepat dan efisien, dengan aplikasi potensial dalam penemuan obat, desain baterai, dan ilmu material. Anandkumar juga telah mendirikan perusahaan bernama Accelerated Understanding untuk mengembangkan teknologi ini lebih lanjut.

marsbit23m yang lalu

Caltech Gunakan AI Pecahkan Masalah Kimia Kuantum 60 Tahun, 1 GPU Selesaikan Pekerjaan 7800 GPU

marsbit23m yang lalu

Trading

Spot
活动图片