While Markets Consolidate, Crypto Fear and Greed Index Points to 'Extreme Fear'

newsbtcDipublikasikan tanggal 2022-04-16Terakhir diperbarui pada 2022-04-16

Abstrak

18 days ago on March 28, the Crypto Fear and Greed Index tapped the “greed” position, scoring a 60 for the first time in four months.

While Markets Consolidate, Crypto Fear and Greed Index Points to 'Extreme Fear'

18 days ago on March 28, the Crypto Fear and Greed Index tapped the “greed” position, scoring a 60 for the first time in four months. Since that day, bitcoin has lost more than $7,500 in USD value, and hit a low of $39,200 per unit on April 11. The downturn has pushed the Crypto Fear and Greed Index back down to the “extreme fear” position with a score of 22.

Crypto Sentiment Index Slides to ‘Extreme Fear,’ Bitcoin’s USD Value Is Down 35.7% Year-to-Date

On Friday, April 15, 2022, the price of bitcoin (BTC) has consolidated for now, after reaching a low four days ago. BTC’s 24-hour range on Friday has been between $39,823.77 to $40,709.11 per unit, with roughly $22 billion worth of global trading volume.

Bitcoin is down 7.2% this past week and two-week statistics show the leading crypto asset has lost roughly 11.3%. Year-to-date, bitcoin’s price against the U.S. dollar is 35.7% lower than a year ago today.

While Markets Consolidate, Crypto Fear and Greed Index Points to 'Extreme Fear'

While bitcoin’s market capitalization on Friday is around $767 billion it represents 38.91% of the current $1.97 trillion crypto economy. Today’s top trading pair with BTC is tether (USDT) with 60.88% of all trades worldwide. Tether is followed by USD (12.27%), BUSD (7.88%), JPY (4.09%), and KRW (3.28%).

On April 15, the Crypto Fear and Greed Index tapped the “extreme fear” position and has a current score of 22. Yesterday, it was 28 which represents “fear” and the week prior, the score was 37, which also means “fear.”

While Markets Consolidate, Crypto Fear and Greed Index Points to 'Extreme Fear'

The Crypto Fear and Greed Index leverages market sentiment and crunches it down into a simple number and description. Sentiment indexes are used in traditional financial markets as well. Financial businesses, universities, and media organizations like CNN, the University of Michigan, Nasdaq’s ISEE Index, and more use these sentiment indexes to gauge how the market feels.

Bitcoin is the ninth-largest global asset today, in terms of market capitalization, above Berkshire Hathaway’s market valuation ($760.36B), and below Tesla’s capitalization ($1.018T).

The last time the Crypto Fear and Greed Index tapped a 22 was March 22, or 24 days ago. The Crypto Fear and Greed Index hosted on alternative.me explains extreme fear and greed can have two meanings.

“’Extreme fear’ can be a sign that investors are too worried. That could be a buying opportunity,” the website explains. “When Investors are getting too ‘greedy,’ that means the market is due for a correction.”

Bacaan Terkait

Nilai Alokasi Emas sebagai "Asuransi Finansial" dalam Krisis Utang AS dan Latar Belakang Yield Tinggi

Dalam konteks krisis utang AS dan lingkungan suku bunga tinggi, emas berperan sebagai "asuransi finansial" untuk menjaga nilai portofolio. Harga emas telah naik signifikan, mencapai rekor tertinggi US$5.589 per ons pada Januari 2026, didorong oleh lima kekuatan utama: kekhawatiran fiskal AS yang tidak berkelanjutan, tren de-dolarisasi yang dipicu pembekuan aset bank sentral Rusia, ketegangan geopolitik di Timur Tengah (seperti penutupan Selat Hormuz), lonjakan permintaan investasi, dan ketidakpastian kebijakan Federal Reserve di bawah ketua baru, Kevin Warsh. Emas memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga riil dan dolar AS. Bank sentral global, termasuk China (yang menambah cadangan selama 18 bulan berturut-turut), terus membeli emas dalam jumlah besar, menciptakan permintaan struktural baru. Investor dapat mendapatkan eksposur melalui kepemilikan fisik, ETF emas seperti GLD dan IAU (biaya rendah), atau ETF pertambangan emas seperti GDX yang menawarkan leverage namun berisiko lebih tinggi. Namun, emas juga menghadapi risiko jika suku bunga riil naik tajam, dolar menguat, ketegangan geopolitik mereda, atau terjadi tekanan jual di pasar. Dalam portofolio, alokasi 5-10% dianggap wajar sebagai lindung nilai. Perkembangan kunci yang perlu dipantau meliputi pergerakan suku bunga riil AS, perundingan AS-Iran mengenai Selat Hormuz, data pembelian bank sentral, dan sinyal kebijakan Fed. Logika mendasar untuk memegang emas sebagai diversifikasi tetap kuat di tengah ketidakpastian fiskal dan geopolitik saat ini.

marsbit22m yang lalu

Nilai Alokasi Emas sebagai "Asuransi Finansial" dalam Krisis Utang AS dan Latar Belakang Yield Tinggi

marsbit22m yang lalu

Celah 'Cetak Uang Tak Terbatas' Tersembunyi Empat Tahun, Privasi Coin ZEC Anjlok 50% dalam Sehari

Zcash (ZEC), mata uang kripto berfokus privasi, mengalami penurunan harga drastis hingga lebih dari 50% dalam sehari. Penyebabnya adalah pengungkapan sebuah kerentanan kritis dalam "kolam privasi" Orchard-nya, yang diaktifkan pada 2022. Peneliti keamanan Taylor Hornby menemukan bahwa celah ini memungkinkan penyerang secara teoritis membuat ZEC palsu dalam jumlah tak terbatas dan tidak terdeteksi dalam sistem privasi, dengan memanfaatkan kendala yang tidak lengkap dalam rangkaian bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof). Meskipun tim Zcash menegaskan kerentanan telah diperbaiki dan kemungkinan eksploitasi rendah, pasar dilanda kepanikan. Ketidakpastian utama adalah apakah ZEC palsu pernah dibuat dalam empat tahun terakhir dan bagaimana membuktikan bahwa hal itu tidak terjadi, mengingat sifat transaksi Orchard yang tersembunyi. Kepercayaan semakin terkikis ketika Arthur Hayes, pendiri BitMEX dan pendukung narasi ZEC, mengumumkan telah menjual seluruh portofolio ZEC-nya. Dia menyatakan kekhawatiran tentang ketidakmungkinan membuktikan secara kriptografis bahwa penambahan koin palsu tidak terjadi. Komunitas bereaksi dengan krisis kepercayaan, mempertanyakan keandalan audit dan perkembangan Zcash. Penemuan kerentanan dengan bantuan AI dalam waktu singkat, setelah bertahun-tahun tidak terdeteksi, semakin memperburuk sentimen. Penurunan harga mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang integritas pasokan ZEC dan janji keamanan privasinya, mengubah koreksi harga menjadi krisis keyakinan yang lebih dalam.

Odaily星球日报39m yang lalu

Celah 'Cetak Uang Tak Terbatas' Tersembunyi Empat Tahun, Privasi Coin ZEC Anjlok 50% dalam Sehari

Odaily星球日报39m yang lalu

Seberapa Besar Risiko "Spiral Kematian" MSTR dan STRC?

Artikel ini membahas risiko "death spiral" pada struktur MSTR-STRC, yang dianalogikan dengan keruntuhan LUNA-UST namun memiliki perbedaan mendasar. MicroStrategy (MSTR) menjual 32 Bitcoin (senilai $2.5 juta), memicu penurunan pasar yang signifikan dan menekan harga MSTR serta saham preferennya, STRC. Kesamaan permukaan antara UST dan STRC terletak pada patokan harga, imbal hasil tinggi, dan risiko spiral. Namun, mekanisme stabilitas harga berbeda: UST mengandalkan algoritme penyesuaian pasokan LUNA, sedangkan STRC menyesuaikan tingkat dividen. STRC juga memiliki hak klaim prioritas dalam likuidasi. Dividen STRC terutama dibiayai dari penerbitan saham atau penjualan Bitcoin, berbeda dengan UST yang bergantung pada protokol Anchor. Inti keberlanjutan Strategy adalah kemampuan terus menerus mendapatkan pendanaan. Dengan cadangan dolar $9 miliar dan beban tahunan $17.12 miliar, mereka dapat bertahan sekitar 6 bulan. Syarat pendanaan (seperti mNAV > 1.22 untuk penerbitan saham) sangat bergantung pada kepercayaan pasar. Meski ada risiko umpan balik negatif antara MSTR dan STRC, struktur ini memiliki "rem": tidak ada keterkaitan otomatis langsung seperti di LUNA-UST, dan ada hak hukum bagi pemegang STRC. Leverage bersih Strategy hanya 11%. Analisis menunjukkan pemegang saham preferen masih mungkin mendapatkan kembali pokoknya selama harga Bitcoin tidak jatuh di bawah sekitar $26.300. Risiko kebangkrutan akibat utang sangat rendah. Enam bulan ke depan menjadi periode kritis, bertepatan dengan siklus Bitcoin dan ketahanan cadangan dolar. Masa depan Strategy bergantung pada kemampuannya melewati masa sulit ini dan melakukan deleveraging yang sehat untuk menghidupkan kembali mesin modalnya.

Foresight News1j yang lalu

Seberapa Besar Risiko "Spiral Kematian" MSTR dan STRC?

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片