Epic Games Receives $2 Billion To Build “The” Metaverse

CryptoPotatoDipublikasikan tanggal 2022-04-12Terakhir diperbarui pada 2022-04-14

Abstrak

Epic Games created Unreal Engine and redefined the gaming industry. Now they want to create a metaverse —and got $2Bn for it.

Sony and Kirkby, the company behind The LEGO Group, are teaming up to fund Epic Games’ new venture focused on the metaverse.
On April 11, Epic Games, an American video game development company, announced the raising of $2 billion —1 Billion USD from Sony and 1 Billion USD from KIRKBI — to build a metaverse.
According to Epic Games, the idea of a metaverse is not just hype. The gaming studio wants to create new experiences based on its already popular games and new projects.  Epic Games sais that such major funding round aims to “advance the company’s vision to build the metaverse and support its continued growth.”
Epic games achieves a $32 billion valuation.
Thanks to this new investment, the company behind Fortnite achieved a valuation of $32 billion, allowing it to delve deeper into this new business model. The executive responsibilities remain the same, and Tim Sweeney remains as the company’s CEO.
Epic Games has not given more information about its plans so far. Still, its metaverse product would likely compete with already established decentralized alternatives, such as Decentraland and The Sandbox, which have attracted hundreds of investors and famous artists. Other centralized options, like Meta’s project, are also playing their cards.
Epic Games is also popular for being the studio behind Unreal engine, which isthe bread and butter of many video game developers, fiilmmakers and content creators. It offers multiple tools such as physics/lightning simulations, video editing, and animation rendering, among many other advantages. So it could be safe to say that it could play a significant role in the development of a metaverse.
Epic Games and LEGO Want a Metaverse That Helps Children to Become Good Individuals
Niels B Christiansen, CEO of The LEGO Group, said that children develop abilities like “creativity, collaboration, and communication through digital experiences thanks to both physical and digital games.” The corporation believes its team has a duty to create inspiring and beneficial content for all of society, helping children put their abilities to good use.
“We have a responsibility to make them (video games) safe, inspiring and beneficial for all. Just as we’ve protected children’s rights to safe physical play for generations, we are committed to doing the same for digital play. We look forward to working with Epic Games to shape this exciting and playful future.”
Tim Sweeney, CEO & Founder of Epic Games, emphasized that LEGO has “captivated the imaginations of kids and adults” for so many years, adding that building a metaverse with them will be “fun, entertaining, and made for kids and families.”
So far, Epic Games has not revealed what technology it will use to develop its metaverse. It is possible that the company goes for a centralized, non-blockchain model (like Meta’s) but the company has previously advocated for a pro-crypto model, allowing the release of many crypto games on its marketplace even though one of its direct competitors, Steam, decided to ban them.
So, it might be too early to rule out a decentralized Epicverse.

Bacaan Terkait

Laporan Pengurangan Memori Picu Anjlok, Apakah Ini Salah Pilih?

Laporan dari SemiAnalysis tentang konfigurasi memori di rak server AI Nvidia Rubin NVL72 memicu penurunan tajam saham pemasok memori seperti Micron dan SK Hynix. Laporan tersebut menyebutkan kemungkinan pengurangan kapasitas memori sistem (SOCAMM/LPDDR) di sisi CPU dari sekitar 55TB menjadi 28TB per rak, yang mengurangi nilai per unit. Namun, penyesuaian ini tampaknya tidak langsung mempengaruhi permintaan untuk HBM4 di sisi GPU, yang tetap menjadi komponen memori penting dan berharga tinggi untuk akselerator AI. Reaksi pasar yang besar mencerminkan sentimen yang sudah jenuh (crowded trade) di sektor memori AI. Investor menjual saham secara luas karena kekhawatiran awal terhadap judul "pengurangan kapasitas memori", tanpa langsung membedakan jenis memori mana yang terdampak. Meskipun laporan asli dan klarifikasi penulisnya lebih bernuansa, kerusakan telah terjadi. Analisis menunjukkan bahwa tekanan utama ada pada pemasok memori sistem (seperti SOCAMM), di mana nilai per rak mungkin turun. Untuk HBM4, logika investasi masih bergantung pada volume penjualan rak Rubin secara keseluruhan dan pesanan yang berkelanjutan. Potensi sisi positifnya adalah pengurangan biaya BOM sekitar $80.000 per rak bisa mempercepat pengiriman dan berpotensi meningkatkan volume pesanan, yang dapat mengimbangi penurunan nilai per unit. Kunci selanjutnya adalah data pengiriman dan konfirmasi resmi dari Nvidia mengenai BOM akhir. Investor perlu memisahkan eksposur perusahaan terhadap HBM (lebih menguntungkan, didominasi SK Hynix) dan memori sistem (mungkin lebih terdampak, relevan bagi Micron) untuk menilai dengan tepat. Volatilitas ini menandakan pasar bergerak dari narasi luas menuju pemeriksaan mendetail terhadap setiap kolam profit dalam rantai pasokan AI.

marsbit8m yang lalu

Laporan Pengurangan Memori Picu Anjlok, Apakah Ini Salah Pilih?

marsbit8m yang lalu

AAOI Naik Lebih dari 10% Bertentangan dengan Tren, 'Dewa Saham Baru' Serenity Sebut Bisa Naik Dua Kali Lipat

AAOI naik lebih dari 10% pada 4 Juni, menentang tren penurunan luas di sektor AI/semikonduktor yang dipicu panduan lemah dari Broadcom. Saham Broadcom, Micron, dan lainnya anjlok karena kekhawatiran valuasi berlebihan dan konsentrasi pelanggan. Kenaikan AAOI didorong oleh narasi pertumbuhan yang kuat, termasuk pesanan modul optik 800G/1.6T senilai $324 juta, ekspansi kapasitas produksi besar-besaran di Texas, dan target pendapatan tahunan $1.4 miliar dari modul optik pada Q3 2027. Analis seperti Rosenblatt menaikkan target harga menjadi $220. Namun, fundamental AAOI menunjukkan ketegangan: rugi bersih GAAP pada Q1, panduan EPS Q2 sekitar titik impas, dan penundaan produksi massal 800G hingga paruh kedua tahun. Risiko eksekusi dan ketergantungan pada beberapa pelanggan besar (Amazon, Microsoft) tetap ada. Analis "Serenity" menyebut AAOI sebagai eksposur favoritnya di komunikasi optik, melihatnya tahan banting karena kelangkaan pasokan komponen kunci. Pergerakan harga AAOI mencerminkan diferensiasi pasar: kekhawatiran pada pemasok chip khusus seperti Broadcom tidak serta merta membatalkan narasi permintaan infrastruktur AI fisik, seperti modul optik. Kesimpulannya, kenaikan AAOI menandai dimulainya "penetapan harga diferensial" dalam sektor AI, di mana modal beralih dari narasi yang retak ke ceruk yang dianggap memiliki hambatan fisik dan kelangkaan pasokan. Keberhasilan narasi ini bergantung pada eksekusi kuartalan mendatang.

marsbit14m yang lalu

AAOI Naik Lebih dari 10% Bertentangan dengan Tren, 'Dewa Saham Baru' Serenity Sebut Bisa Naik Dua Kali Lipat

marsbit14m yang lalu

Khawatir AI Berevolusi Sendiri, Anthropic Berencana Menghentikan Pelatihan?

Pada Mei 2026, Jack Clark, salah satu pendiri Anthropic, memposting di media sosial X bahwa ada kemungkinan 60% perbaikan diri rekursif (RSI) pada AI akan terjadi sebelum akhir 2028. Postingan ini memicu respons cepat dari peneliti keamanan AI Eliezer Yudkowsky yang memperingatkan risiko besar. Pada Juni 2026, Anthropic merilis artikel berjudul "When AI builds itself" yang menyajikan data internal. Data menunjukkan lebih dari 80% kode yang digabungkan di Anthropic ditulis oleh Claude, dan produktivitas insinyur meningkat 8 kali lipat dibandingkan 2024. AI juga menunjukkan percepatan signifikan dalam tugas optimisasi dan semakin mendekati kemampuan penilaian manusia peneliti. Artikel tersebut menguraikan tiga skenario masa depan, dengan fokus pada kemungkinan "perbaikan diri rekursif penuh" di mana AI secara mandiri membangun sistem penerus yang lebih kuat. Namun, sebelumnya pada Februari 2026, Anthropic telah memodifikasi Kebijakan Perluasan yang Bertanggung Jawab (RSP), menghapus komitmen inti untuk menghentikan pelatihan jika kemampuan melampaui kontrol keamanan. Perubahan ini terjadi setelah tekanan dari Departemen Pertahanan AS dan sejalan dengan putaran pendanaan besar yang meningkatkan valuasi perusahaan menjadi $965 miliar. DeepMind CEO Demis Hassabis juga menyesuaikan pernyataannya, menyebut umat manusia berada di "pinggiran singularitas" dan menyatakan AGI mungkin datang pada 2029, yang ia akui sebagai "provokasi yang disengaja" untuk menciptakan rasa urgensi. Peneliti eksternal menawarkan interpretasi berbeda. Nathan Lambert memperkenalkan konsep "Perbaikan Diri yang Hilang" (LSI), menantang narasi akselerasi tak terbatas. Dean Ball berpendapat bahwa AI saat ini mengotomatiskan pekerjaan rutin, bukan tugas genius. Sementara itu, David Scott Krueger dan Jeff Clune memberikan pandangan yang bertentangan tentang seberapa dekat kita dengan RSI. Narasi akselerasi dari Anthropic dan DeepMind, yang bertepatan dengan aktivitas pendanaan dan penyesuaian kebijakan, menimbulkan pertanyaan apakah ini lebih merupakan refleksi titik balik teknologi atau strategi komunikasi yang ditujukan untuk pasar modal dan regulator. Sinyal yang dilepaskan mengandung ketegangan antara memperingatkan percepatan dan melemahkan komitmen penghentian, menunjukkan pertimbangan yang kompleks antara ketidakpastian teknologi, tekanan bisnis, dan tanggung jawab publik.

marsbit14m yang lalu

Khawatir AI Berevolusi Sendiri, Anthropic Berencana Menghentikan Pelatihan?

marsbit14m yang lalu

Penyebab Makroekonomi di Balik Lanskap Pasar Pembayaran Afrika

Pasar pembayaran Afrika menunjukkan karakteristik yang mencolok, dengan penetrasi pembayaran seluler tertinggi dan adopsi kripto tercepat di dunia. Ini bukan kebetulan, melainkan akibat dari evolusi struktur ekonomi makro yang mendalam. Artikel ini menganalisis dua pendorong struktural: (1) ketergantungan jangka panjang pada ekspor sumber daya, perdagangan, dan remitansi yang menciptakan permintaan besar untuk penyelesaian lintas batas; (2) infrastruktur keuangan lokal yang tertinggal, diperparah oleh "de-risking" bank internasional dan kebijakan mata uang yang buruk, menyebabkan kekosongan peran bank. Kekosongan ini diisi oleh pembayaran seluler dan mata uang kripto. Pembayaran seluler (seperti M-Pesa di Kenya) menjadi saluran pembayaran sehari-hari, menggantikan bank. Sementara itu, kripto berfungsi sebagai penyimpan nilai untuk melindungi dari inflasi dan devaluasi, serta sebagai media pertukaran lintas batas yang lebih murah. Pasar ini sangat heterogen. Afrika Utara (MENA) lebih terintegrasi dengan ekonomi minyak Teluk dan sistem perbankan yang lebih matang. Sementara itu, Afrika Sub-Sahara (SSA), dengan tekanan "dollarization" dan kelangkaan dolar akut, adalah pusat pertumbuhan sebenarnya untuk fintech. Negara-negara seperti Nigeria, Kenya, dan Afrika Selatan memimpin dalam adopsi. Kesimpulannya, lompatan Afrika dalam pembayaran seluler dan kripto adalah kebutuhan yang muncul dari ketidakmampuan sistem keuangan tradisional memenuhi kebutuhan dasar pada ekonomi dengan populasi muda, ketergantungan komoditas, dan ketidakstabilan mata uang kronis. Solusi ini mengisi kekosongan infrastruktur finansial yang mendasar.

链捕手21m yang lalu

Penyebab Makroekonomi di Balik Lanskap Pasar Pembayaran Afrika

链捕手21m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片