Former President Donald Trump Says US Dollar Is Crashing — Warns 'We're Very Close' to World War III

newsbtcDipublikasikan tanggal 2023-04-28Terakhir diperbarui pada 2023-04-28

Abstrak

Donald Trump has warned that the U.S. dollar is crashing and soon will “no longer be the world standard.” The former president of the United States further warned that “we are very close” to a third world war happening. “Joe Biden has led us to the very brink of World War III,” he stressed.

Former President Donald Trump Says US Dollar Is Crashing — Warns 'We're Very Close' to World War III

Donald Trump has warned that the U.S. dollar is crashing and soon will “no longer be the world standard.” The former president of the United States further warned that “we are very close” to a third world war happening. “Joe Biden has led us to the very brink of World War III,” he stressed.

Trump on Inflation, Dollar Crashing, World War III

Donald Trump released a video Tuesday following Joe Biden’s announcement that he is running for the president of the United States in 2024.

The former U.S. president began by outlining the damage to the U.S. economy caused by Biden in a few short years, including his “spending calamity.” Trump described:

American families are being decimated by the worst inflation in half a century. Banks are failing, our currency is crashing, and the dollar will soon no longer be the world standard, which will be our greatest defeat in over 200 years.

“Joe Biden has led us to the very brink of World War III,” Trump continued. However, he clarified: “I’m not predicting World War III but I will say this, we are very close.” He then promised that if he’s elected president in 2024, “we will prevent World War III from happening.”

Trump recently warned that China is trying to displace the U.S. dollar as the number one currency throughout the world. He also cautioned that the USD losing its world’s reserve currency status is like America “losing a world war,” emphasizing: “We’ll be a second-tier country.”

This week, the deputy chairman of Russia’s Security Council, Dmitry Medvedev, also urged all countries to make efforts to avoid the outbreak of a new, full-scale global conflict. “We all need to work to ensure that this threat of global confrontation, of a hot, full-scale World War III should not materialize,” the Russian official said.

Bacaan Terkait

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

Staking Ethereum (ETH) semakin menjadi topik praktis bagi penasihat keuangan dan investor institusional, bukan hanya sekadar ceruk bagi para penggemar kripto. Ini berubah menjadi alat untuk menghasilkan pendapatan dari aset ETH yang dimiliki, yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan seperti Bitmine, di mana 98% pendapatannya berasal dari staking. **Cara Kerja dan Potensi Pendapatan:** Staking ETH melibatkan penempatan aset untuk berpartisipasi dalam jaringan Proof-of-Stake sebagai validator, dengan imbalan sekitar 2–5% per tahun. Pilihan termasuk menjalankan validator mandiri (memerlukan 32 ETH), bergabung dengan pool staking, atau menggunakan bursa dan protokol likuid. **Tantangan dan Model Likuiditas:** Staking asli membatasi likuiditas karena ETH terkunci, sementara staking likuid memberikan token representatif yang dapat diperdagangkan sambil tetap mendapatkan imbalan. **Perkembangan Penting 2026:** Pembaruan jaringan yang diantisipasi, seperti "Glamsterdam" pada paruh kedua 2026, bertujuan meningkatkan skalabilitas, desentralisasi, dan ketahanan pasca-kuantum. Hal ini akan semakin menarik bagi partisipasi institusional. Perkembangan peraturan mengenai penyimpanan aset digital dan perlindungan dari serangan kuantum juga perlu dipantau. **Pertimbangan bagi Penasihat:** Sebelum merekomendasikan produk staking, penting untuk mengevaluasi: siapa yang menanggung risiko jika validator dihukum, bagaimana penyedia memastikan keandalan, struktur likuiditas, sumber dan prediktabilitas imbalan, serta keamanan penyimpanan aset. Singkatnya, staking ETH berkembang dari aktivitas khusus menjadi sumber pendapatan yang sah dan terintegrasi dalam strategi keuangan, menghadirkan peluang sekaligus kompleksitas yang perlu dipahami dengan baik.

cryptonews.ru56m yang lalu

Mengapa Staking Ethereum Akan Berubah pada Tahun 2026

cryptonews.ru56m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

Bitcoin kembali mencapai level USD 80.000 pada Kamis, mengatasi level resistensi kunci di USD 79.000. Pemulihan ini terjadi menjelang lelang surat utang Treasury AS senilai USD 92 miliar yang dijadwalkan pada 31 Agustus. Harga sempat menyentuh USD 80.808 sebelum dikoreksi, dan kini diperdagangkan di atas USD 80.400 dengan peningkatan kapitalisasi pasar menjadi USD 1,61 triliun. Volatilitas menyebabkan likuidasi posisi leveraged Bitcoin senilai USD 105 juta dalam 24 jam, sebagian besar adalah posisi short. Analis pasar memperkirakan lelang Treasury skala besar dapat mengurangi likuiditas jangka pendek dan berpotensi menekan aset digital jika permintaannya lemah. Sementara itu, sebuah artikel di The Economist memperingatkan bahwa kebijakan Menteri Keuangan AS Scott Bessent berisiko merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan AS. Kebijakan tersebut, seperti menggandakan batas pembelian obligasi untuk menekan hasil imbal hasil jangka panjang dan mengalihkan struktur utang baru ke surat utang jangka pendek, diduga membuat AS rentan terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. Langkah-langkah ini juga dikritik karena berpotensi mendistorsi mekanisme harga pasar dan menggeser kepercayaan investor jangka panjang. Tokoh seperti Ray Dalio berpendapat bahwa kebijakan tersebut mengurangi daya tarik imbal hasil obligasi tradisional, sehingga dapat mengalihkan modal ke aset safe-haven alternatif seperti emas dan Bitcoin, yang harganya memang telah menunjukkan tren naik sejak pengumuman kebijakan Kementerian Keuangan AS.

cryptonews.ru57m yang lalu

Operasi Berisiko Pembelian Obligasi oleh Bessent Dapat Memicu Kenaikan Harga Bitcoin

cryptonews.ru57m yang lalu

Trading

Spot
活动图片