Jurrien Timmer, Direktur Makroekonomi Global Fidelity Investments, menyatakan bahwa peningkatan volume pembelian obligasi jangka panjang oleh Kementerian Keuangan AS dan fokusnya pada penerbitan Surat Utang Treasury jangka pendek memberikan tekanan pada dolar AS, sekaligus mendukung bitcoin dan emas.
Timmer mencatat bahwa dolar melemah pekan lalu setelah Kementerian Keuangan AS membeli lebih banyak obligasi jangka panjang dan sebagai tanggapannya menerbitkan lebih banyak surat utang jangka pendek. Ia berpendapat bahwa lonjakan tajam harga emas dan bitcoin pada periode yang sama mencerminkan ekspektasi pasar mengenai kebijakan fiskal dan moneter di masa depan.
Menurut analis terkenal itu, investor mungkin telah mulai mempertimbangkan potensi pergeseran di AS menuju apa yang semakin sering digambarkan sebagai 'dominasi fiskal', serta melemahnya independensi Federal Reserve.
Timmer memberikan pernyataan berikut:
"Patut diperhatikan bahwa penerbitan tambahan Surat Utang Treasury jangka pendek oleh Kementerian Keuangan AS pekan lalu, bersamaan dengan pembelian tambahan obligasi jangka panjang, menyebabkan dolar melemah dan harga emas serta bitcoin melonjak tajam. Pasar merasa bahwa landasan licin menuju dominasi fiskal dan kemungkinan hilangnya independensi Federal Reserve sedang terbentuk."
"Peningkatan Volume Pembelian Obligasi Mungkin Diperlukan untuk Mempertahankan Tingkat Imbal Hasil yang Rendah."
Menurut Timmer, untuk keberhasilan strategi Kementerian Keuangan AS dalam mempertahankan tekanan pada imbal hasil obligasi jangka panjang, program pembelian obligasi mungkin perlu diperluas secara signifikan dibandingkan dengan level saat ini.
Namun, Timmer mencatat bahwa skenario seperti itu dapat memaksa Federal Reserve untuk turun tangan, yang berpotensi berarti keterlibatan bank sentral dalam semacam kebijakan 'Operation Twist' yang bertujuan mengubah struktur jatuh tempo di pasar obligasi.
Timmer menyatakan bahwa perkembangan seperti itu dapat meningkatkan risiko depresiasi mata uang, dan memberikan penilaian berikut:
"Agar Kementerian Keuangan AS berhasil mempertahankan suku bunga rendah, mereka mungkin perlu meningkatkan volume operasi pembelian kembali obligasi secara signifikan. Ini mungkin memerlukan campur tangan Federal Reserve dalam kerangka kebijakan 'Operation Twist' dan dapat membawa kita menuju depresiasi mata uang."
Timmer: Kebijakan Fiskal dan Moneter Akomodatif Menguntungkan bagi Bitcoin.
Menurut perwakilan Fidelity tersebut, pelaksanaan kebijakan fiskal stimulus dan kebijakan moneter akomodatif secara bersamaan menciptakan gambaran yang sangat negatif bagi dolar AS.
Dengan mencatat bahwa dolar berada pada garis tren jangka panjang yang signifikan, Timmer mengatakan bahwa lingkungan makroekonomi seperti itu jelas menguntungkan bagi emas, dan bitcoin juga dapat mengambil manfaat darinya.
*Ini bukan rekomendasi investasi.
end-content





